4 menit baca 794 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Distressed Securities

  • Merujuk pada saham atau obligasi perusahaan yang menghadapi kesulitan finansial serius.
  • Dibeli dengan harga diskon karena kondisi perusahaan yang tertekan.
  • Potensi keuntungan tinggi jika perusahaan berhasil pulih atau asetnya dijual.
  • Memiliki risiko kerugian yang signifikan jika perusahaan bangkrut atau gagal restrukturisasi.
  • Membutuhkan analisis mendalam terhadap kondisi keuangan, rencana bisnis, dan manajemen perusahaan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Distressed Securities?

Distressed Securities adalah Distressed Securities adalah aset (saham/obligasi) perusahaan yang sedang krisis keuangan, dijual diskon dengan potensi keuntungan tinggi namun risiko besar.

Penjelasan Lengkap tentang Distressed Securities

Distressed Securities adalah istilah yang merujuk pada instrumen keuangan, seperti saham (equity) atau obligasi (debt), yang diterbitkan oleh perusahaan yang sedang mengalami kesulitan keuangan yang parah atau berada dalam kondisi krisis. Kondisi ini seringkali ditandai dengan tingginya beban utang perusahaan yang tidak mampu dibayar sesuai jatuh tempo, potensi kebangkrutan, atau restrukturisasi utang yang signifikan.

Karakteristik Distressed Securities

  • Harga Diskon: Karena risiko yang tinggi, instrumen ini biasanya diperdagangkan jauh di bawah nilai intrinsiknya atau nilai par (nilai nominal obligasi). Investor membeli aset ini dengan harapan mendapatkan keuntungan saat nilai perusahaan membaik atau saat aset tersebut dilikuidasi.
  • Potensi Keuntungan Tinggi: Jika perusahaan berhasil melakukan restrukturisasi, pulih dari krisis, atau asetnya dijual dengan harga yang menguntungkan, investor dapat memperoleh imbal hasil yang substansial, seringkali melebihi investasi pada aset yang stabil.
  • Risiko Tinggi: Investasi ini sangat spekulatif. Perusahaan yang dalam kesulitan mungkin saja bangkrut total, membuat investor kehilangan seluruh modalnya. Faktor-faktor seperti kinerja bisnis yang buruk, persaingan ketat, dan manajemen yang tidak efektif dapat memperburuk situasi.
  • Kompleksitas Analisis: Memahami dan berinvestasi dalam distressed securities memerlukan keahlian khusus. Investor harus mampu melakukan analisis keuangan mendalam, mengevaluasi rencana bisnis perusahaan, menilai kualitas manajemen, serta memahami proses hukum dan kebangkrutan.

Jenis-jenis Distressed Securities

  • Saham Perusahaan Tertekan (Distressed Equities): Saham perusahaan yang kinerjanya buruk, menghadapi tuntutan hukum, atau berpotensi bangkrut.
  • Obligasi Perusahaan Tertekan (Distressed Debt): Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan yang kesulitan membayar bunga atau pokok utang. Obligasi ini bisa diperdagangkan di pasar sekunder dengan harga diskon.
  • Klaim Kebangkrutan (Bankruptcy Claims): Hak klaim yang dimiliki oleh kreditur terhadap aset perusahaan yang sedang dalam proses kebangkrutan.

Cara Menggunakan Distressed Securities

Berinvestasi dalam Distressed Securities melibatkan identifikasi perusahaan yang berpotensi pulih dari krisis, analisis mendalam terhadap kondisi keuangannya, dan pembelian asetnya dengan harga diskon.

  1. 1Identifikasi perusahaan yang menunjukkan tanda-tanda kesulitan keuangan namun memiliki potensi pemulihan.
  2. 2Lakukan analisis keuangan mendalam (rasio, arus kas, neraca) dan evaluasi rencana restrukturisasi atau bisnis perusahaan.
  3. 3Perkirakan nilai aset perusahaan jika berhasil dipulihkan atau dilikuidasi.
  4. 4Beli saham atau obligasi perusahaan tersebut dengan harga diskon yang menawarkan margin keamanan yang memadai.
  5. 5Pantau perkembangan perusahaan secara berkala dan bersiap untuk strategi keluar (jual saat pulih, atau terima kerugian jika gagal).

Contoh Penggunaan Distressed Securities dalam Trading

Seorang trader forex profesional mengamati sebuah perusahaan teknologi besar yang baru saja mengumumkan kerugian besar dan restrukturisasi utang. Saham perusahaan tersebut anjlok 50%. Trader tersebut percaya bahwa teknologi inti perusahaan masih kuat dan manajemen baru memiliki rencana yang solid untuk membalikkan keadaan. Ia memutuskan untuk membeli saham perusahaan tersebut dengan harga diskon, berharap dalam 1-2 tahun ke depan, jika perusahaan berhasil pulih, harga sahamnya bisa kembali naik signifikan, memberikan keuntungan besar.

Contoh lain: Investor membeli obligasi perusahaan manufaktur yang sedang kesulitan membayar bunga, dengan harga hanya 30% dari nilai nominalnya. Investor tersebut memperkirakan bahwa jika perusahaan berhasil menjual salah satu pabriknya, dana hasil penjualan tersebut cukup untuk membayar kembali sebagian besar obligasi, sehingga investor bisa mendapatkan keuntungan dari selisih harga beli dan nilai pemulihan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Restrukturisasi Utang, Kebangkrutan, Obligasi, Saham, Analisis Fundamental, Pasar Sekunder, Margin Keamanan, Likuidasi

Pertanyaan Umum tentang Distressed Securities

Apa perbedaan utama antara Distressed Securities dan investasi saham biasa?

Distressed Securities berasal dari perusahaan yang sedang krisis keuangan dan dijual diskon, menawarkan potensi keuntungan tinggi namun dengan risiko kerugian yang jauh lebih besar dibandingkan saham perusahaan yang stabil.

Siapa yang biasanya berinvestasi dalam Distressed Securities?

Biasanya investor institusional besar, hedge fund, atau investor individu yang sangat berpengalaman dengan toleransi risiko tinggi dan keahlian analisis keuangan yang mendalam.

Apakah Distressed Securities hanya berlaku untuk obligasi?

Tidak, Distressed Securities dapat berupa saham (equity) maupun obligasi (debt) dari perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan.

Bagaimana cara meminimalkan risiko saat berinvestasi dalam Distressed Securities?

Dengan melakukan riset dan analisis yang sangat mendalam terhadap kondisi keuangan perusahaan, rencana bisnis, tim manajemen, serta memahami sepenuhnya potensi skenario terburuk (kebangkrutan). Diversifikasi juga penting.

Apakah Distressed Securities relevan dalam trading forex?

Secara langsung tidak, namun kondisi perusahaan dan pasar yang memengaruhi Distressed Securities dapat memberikan petunjuk tentang kesehatan ekonomi secara umum, yang pada gilirannya dapat memengaruhi pergerakan pasangan mata uang di pasar forex.