4 menit baca 756 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Divestiture

  • Divestiture adalah penjualan aset atau unit bisnis perusahaan.
  • Tujuannya adalah untuk meningkatkan fokus pada bisnis inti atau profitabilitas.
  • Dapat dilakukan untuk mengatasi masalah finansial atau aset yang kurang menguntungkan.
  • Uang hasil divestiture dapat direinvestasikan atau digunakan untuk melunasi hutang.
  • Berpotensi meningkatkan kinerja perusahaan dan nilai pemegang saham dalam jangka panjang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Divestiture?

Divestiture adalah Divestiture adalah tindakan menjual aset atau bisnis perusahaan untuk fokus pada lini bisnis yang lebih menguntungkan atau mengatasi masalah finansial.

Penjelasan Lengkap tentang Divestiture

Apa itu Divestiture?

Dalam dunia keuangan dan investasi, divestiture merujuk pada tindakan strategis sebuah perusahaan untuk menjual sebagian atau seluruh aset, saham, atau unit bisnis yang dimilikinya. Keputusan ini biasanya diambil dengan tujuan utama untuk merampingkan operasi perusahaan, memfokuskan sumber daya pada lini bisnis yang lebih strategis dan menguntungkan, atau untuk mengatasi tantangan finansial yang dihadapi.

Mengapa Perusahaan Melakukan Divestiture?

Ada beberapa alasan utama mengapa sebuah perusahaan memutuskan untuk melakukan divestiture:

  • Fokus pada Bisnis Inti: Perusahaan mungkin memiliki berbagai macam bisnis, namun beberapa di antaranya mungkin tidak lagi sejalan dengan visi jangka panjang atau tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap keuntungan. Divestiture memungkinkan perusahaan untuk mengkonsolidasikan upaya dan investasi pada area yang paling kuat dan berpotensi tumbuh.
  • Peningkatan Profitabilitas: Aset atau unit bisnis yang kurang menguntungkan dapat menjadi beban bagi perusahaan. Dengan menjualnya, perusahaan dapat mengurangi biaya operasional dan kerugian yang terkait, sehingga meningkatkan profitabilitas secara keseluruhan.
  • Mengatasi Masalah Finansial: Ketika perusahaan menghadapi kesulitan keuangan, divestiture dapat menjadi cara untuk menghasilkan likuiditas. Dana yang diperoleh dari penjualan dapat digunakan untuk melunasi hutang, menutupi kerugian, atau memenuhi kewajiban finansial lainnya.
  • Restrukturisasi Strategis: Divestiture bisa menjadi bagian dari strategi restrukturisasi yang lebih luas, misalnya untuk menyederhanakan struktur perusahaan, memisahkan divisi yang berkinerja buruk, atau untuk merespons perubahan kondisi pasar.
  • Meningkatkan Nilai Pemegang Saham: Dengan mengoptimalkan portofolio bisnis dan meningkatkan efisiensi operasional, perusahaan yang melakukan divestiture dengan baik berpotensi meningkatkan kinerja finansialnya. Dana yang diperoleh juga dapat digunakan untuk program pembelian kembali saham (buyback) atau dibagikan sebagai dividen, yang dapat memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.

Metode Divestiture

Divestiture dapat dilakukan melalui berbagai cara, antara lain:

  • Penjualan Langsung (Sale): Menjual aset atau unit bisnis kepada pihak ketiga, baik perusahaan lain maupun investor.
  • Spin-off: Memisahkan sebagian dari bisnis menjadi entitas independen yang baru, di mana saham perusahaan baru tersebut didistribusikan kepada pemegang saham perusahaan induk.
  • Split-off: Mirip dengan spin-off, namun pemegang saham perusahaan induk dapat menukarkan saham mereka di perusahaan induk dengan saham di perusahaan baru yang dipisahkan.
  • Likuidasi: Menjual aset satu per satu dan membubarkan perusahaan atau unit bisnis tersebut.

Dampak Divestiture

Dalam jangka pendek, divestiture dapat menimbulkan volatilitas pada harga saham perusahaan karena pasar mencerna implikasi dari penjualan tersebut. Namun, dalam jangka panjang, jika strategi divestiture dieksekusi dengan baik dan dana yang diperoleh dikelola secara efektif, tindakan ini berpotensi meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat posisi keuangan, dan pada akhirnya memberikan nilai tambah yang berkelanjutan bagi pemegang saham.

Cara Menggunakan Divestiture

Investor dapat memantau pengumuman divestiture perusahaan sebagai sinyal potensi perubahan strategis dan kinerja finansial di masa depan.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi perusahaan yang mengumumkan rencana divestiture.
  2. 2Langkah 2: Analisis unit bisnis atau aset yang akan dijual dan alasan perusahaan melakukan divestiture.
  3. 3Langkah 3: Evaluasi bagaimana penggunaan dana hasil divestiture (misalnya untuk mengurangi hutang, investasi baru, atau buyback saham).
  4. 4Langkah 4: Perkirakan dampak jangka pendek dan jangka panjang divestiture terhadap kinerja finansial dan harga saham perusahaan.
  5. 5Langkah 5: Pertimbangkan apakah divestiture tersebut menciptakan peluang investasi baru atau risiko bagi portofolio Anda.

Contoh Penggunaan Divestiture dalam Trading

Misalnya, sebuah perusahaan teknologi besar mengumumkan divestiture divisi perangkat kerasnya yang kurang menghasilkan keuntungan. Dana dari penjualan ini kemudian digunakan untuk memperkuat divisi layanan cloud mereka yang sedang berkembang pesat. Investor akan memantau bagaimana langkah ini memengaruhi profitabilitas dan pertumbuhan perusahaan ke depannya, serta potensi keuntungan dari divestiture itu sendiri.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Merger, Akuisisi, Spin-off, Likuidasi, Restrukturisasi, Bisnis Inti, Pemegang Saham

Pertanyaan Umum tentang Divestiture

Apa perbedaan antara divestiture dan akuisisi?

Divestiture adalah tindakan menjual aset atau bisnis, sedangkan akuisisi adalah tindakan membeli aset atau bisnis perusahaan lain.

Apakah divestiture selalu berdampak negatif bagi perusahaan?

Tidak selalu. Divestiture adalah alat strategis yang jika dilakukan dengan benar dapat meningkatkan efisiensi, fokus, dan profitabilitas perusahaan, serta memberikan nilai bagi pemegang saham.

Bagaimana investor dapat memanfaatkan informasi divestiture?

Investor dapat menganalisis alasan divestiture, penggunaan dana hasil penjualan, dan potensi dampaknya terhadap kinerja masa depan perusahaan untuk membuat keputusan investasi yang lebih baik.