4 menit baca 816 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Dividend Per Share (DPS)
- DPS adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham per lembar saham.
- Perusahaan mengumumkan DPS secara berkala, seperti semesteran atau tahunan.
- DPS dihitung dengan membagi total dividen dengan jumlah saham beredar.
- DPS menjadi sumber keuntungan pasif bagi investor selain kenaikan harga saham.
- DPS dapat menjadi indikator kesehatan dan stabilitas kinerja perusahaan.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Dividend Per Share (DPS)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Dividend Per Share (DPS)?
Dividend Per Share (DPS) adalah Dividend Per Share (DPS) adalah jumlah keuntungan perusahaan yang dibagikan kepada setiap pemegang saham per lembar saham, menjadi indikator kinerja dan sumber pendapatan pasif.
Penjelasan Lengkap tentang Dividend Per Share (DPS)
Dividend Per Share (DPS), atau sering disebut juga dividen per lembar saham atau dividen per unit, merupakan metrik penting dalam dunia trading dan investasi saham. Secara fundamental, DPS merepresentasikan porsi keuntungan bersih perusahaan yang diputuskan untuk dibagikan kepada setiap pemegang sahamnya, dihitung berdasarkan jumlah lembar saham yang mereka miliki. Pembagian dividen ini biasanya dilakukan secara berkala, baik itu setiap kuartal, semesteran, maupun tahunan, tergantung pada kebijakan dan keputusan manajemen perusahaan.
Perhitungan Dividend Per Share (DPS)
Menghitung DPS relatif sederhana. Rumus dasarnya adalah:
DPS = Total Dividen yang Dibagikan / Jumlah Saham Beredar
Sebagai contoh ilustratif, jika sebuah perusahaan memutuskan untuk membagikan total dividen sebesar Rp 1 miliar kepada para pemegang sahamnya, dan diketahui bahwa jumlah total saham yang beredar di pasar adalah 100 juta lembar, maka:
DPS = Rp 1.000.000.000 / 100.000.000 lembar = Rp 10 per lembar saham
Ini berarti setiap pemegang satu lembar saham akan menerima dividen sebesar Rp 10 dari perusahaan tersebut.
Signifikansi DPS bagi Investor
Bagi para investor, DPS memiliki beberapa signifikansi krusial:
- Sumber Keuntungan Pasif: Selain potensi keuntungan dari apresiasi harga saham (capital gain), dividen yang dibayarkan melalui DPS menawarkan aliran pendapatan pasif yang stabil. Ini sangat menarik bagi investor yang mencari penghasilan reguler dari portofolio investasi mereka.
- Indikator Kinerja Perusahaan: Pembayaran dividen yang konsisten dan meningkat seringkali mencerminkan kesehatan finansial dan stabilitas kinerja perusahaan. Perusahaan yang mampu secara berkelanjutan membagikan dividen cenderung memiliki arus kas yang kuat dan profitabilitas yang baik.
- Dasar Pengambilan Keputusan Investasi: Investor menggunakan DPS sebagai salah satu faktor kunci dalam mengevaluasi saham. Perusahaan dengan DPS yang menarik dan berkelanjutan bisa menjadi pilihan utama untuk dibeli atau dipertahankan dalam jangka panjang.
Faktor yang Mempengaruhi DPS
Perlu dipahami bahwa tidak semua perusahaan membayar dividen, dan jumlah dividen yang dibagikan dapat bervariasi. Beberapa faktor utama yang mempengaruhi keputusan dan besaran DPS meliputi:
- Kinerja Keuangan Perusahaan: Profitabilitas dan arus kas yang kuat adalah prasyarat utama bagi perusahaan untuk dapat membagikan dividen.
- Tingkat Utang: Perusahaan dengan beban utang yang tinggi mungkin memprioritaskan pembayaran utang daripada membagikan dividen.
- Kebijakan Dividen Perusahaan: Setiap perusahaan memiliki kebijakan dividen yang berbeda, yang dipengaruhi oleh strategi pertumbuhan, kebutuhan reinvestasi, dan preferensi manajemen serta pemegang saham.
- Kondisi Ekonomi Makro: Lingkungan ekonomi yang tidak stabil atau resesi dapat mempengaruhi kemampuan dan keputusan perusahaan terkait pembagian dividen.
Oleh karena itu, investor disarankan untuk tidak hanya melihat besaran DPS saat ini, tetapi juga tren historisnya dan faktor-faktor fundamental perusahaan yang mendasarinya.
Cara Menggunakan Dividend Per Share (DPS)
Investor menggunakan Dividend Per Share (DPS) untuk menilai potensi pendapatan pasif dari sebuah saham dan mengukur kesehatan finansial serta stabilitas kinerja perusahaan.
- 1Identifikasi saham perusahaan yang berpotensi memberikan dividen.
- 2Cari informasi mengenai Dividend Per Share (DPS) historis dan pengumuman dividen terbaru.
- 3Hitung yield dividen (dividen per saham dibagi harga saham) untuk membandingkan potensi imbal hasil.
- 4Analisis tren DPS dan faktor fundamental perusahaan untuk memastikan keberlanjutan pembayaran dividen di masa depan.
Contoh Penggunaan Dividend Per Share (DPS) dalam Trading
Seorang investor portofolio yang berfokus pada pendapatan pasif melirik saham PT. Maju Terus yang baru saja mengumumkan DPS sebesar Rp 50 per lembar saham untuk tahun ini. Dengan harga saham saat ini Rp 1.000 per lembar, investor tersebut menghitung yield dividen sebesar 5% (Rp 50 / Rp 1.000). Ia membandingkan ini dengan saham lain di sektor yang sama dan memutuskan untuk membeli saham PT. Maju Terus karena menawarkan yield yang kompetitif dan rekam jejak pembayaran dividen yang konsisten selama lima tahun terakhir, menandakan stabilitas perusahaan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Dividen, Yield Dividen, Saham, Investor, Pendapatan Pasif, Capital Gain, Arus Kas, Profitabilitas
Pertanyaan Umum tentang Dividend Per Share (DPS)
Apakah semua perusahaan membagikan dividen?
Tidak, tidak semua perusahaan membagikan dividen. Keputusan untuk membagikan dividen bergantung pada kebijakan perusahaan, profitabilitas, dan kebutuhan reinvestasi dana.
Bagaimana cara mengetahui DPS suatu saham?
Informasi DPS biasanya dapat ditemukan di laporan keuangan perusahaan, situs web resmi perusahaan, atau melalui platform penyedia data pasar modal dan sekuritas.
Apakah DPS yang tinggi selalu berarti saham tersebut bagus untuk dibeli?
DPS yang tinggi bisa menarik, namun investor perlu menganalisis lebih lanjut. Perhatikan juga stabilitas pembayaran dividen, kesehatan finansial perusahaan, dan potensi pertumbuhan saham secara keseluruhan sebelum membuat keputusan investasi.