4 menit baca 773 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Documentary Collection
- Documentary Collection adalah mekanisme pembayaran internasional yang melibatkan bank sebagai perantara.
- Proses ini memfasilitasi pertukaran dokumen pengiriman barang dengan pembayaran.
- Bank bertindak sebagai fasilitator, bukan pemberi kredit atau jaminan.
- Metode ini relatif mudah dan aman untuk perdagangan internasional.
- Penting bagi eksportir dan importir untuk memahami risiko dan persyaratan yang terlibat.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Documentary Collection
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Documentary Collection?
Documentary Collection adalah Metode pembayaran internasional di mana bank memfasilitasi pertukaran dokumen pengiriman barang dengan pembayaran antara eksportir dan importir.
Penjelasan Lengkap tentang Documentary Collection
Documentary Collection adalah sebuah metode pembayaran internasional yang umum digunakan dalam transaksi perdagangan global, termasuk dalam konteks trading atau investasi yang melibatkan pengiriman barang lintas negara. Mekanisme ini dirancang untuk memberikan jaminan pembayaran kepada eksportir sekaligus memastikan importir menerima dokumen yang diperlukan untuk mengklaim barang setelah pembayaran dilakukan.
Bagaimana Documentary Collection Bekerja?
Proses Documentary Collection melibatkan beberapa pihak, utamanya eksportir, importir, dan bank-bank yang ditunjuk. Alur kerjanya dapat diuraikan sebagai berikut:
- Kesepakatan Awal: Eksportir dan importir mencapai kesepakatan mengenai syarat-syarat perdagangan, termasuk metode pembayaran menggunakan Documentary Collection.
- Pengiriman Dokumen oleh Eksportir: Setelah barang dikirim, eksportir menyiapkan dokumen-dokumen yang relevan. Dokumen ini biasanya mencakup surat pengapalan (bill of lading), faktur komersial, daftar kemasan (packing list), dan dokumen lain yang disyaratkan oleh kesepakatan atau negara tujuan. Eksportir kemudian menyerahkan dokumen-dokumen ini kepada banknya (bank penerus atau remitting bank).
- Pengiriman Dokumen ke Bank Importir: Bank penerus akan mengirimkan dokumen-dokumen tersebut kepada bank importir (bank penagih atau collecting bank).
- Pemberitahuan dan Pembayaran oleh Importir: Bank penagih akan memberitahukan importir mengenai kedatangan dokumen. Importir kemudian diinstruksikan untuk melakukan pembayaran sesuai dengan syarat yang telah disepakati.
- Pelepasan Dokumen: Setelah importir melakukan pembayaran (atau memberikan jaminan pembayaran jika disepakati), bank penagih akan merilis dokumen-dokumen tersebut kepada importir.
- Pengambilan Barang: Dengan dokumen-dokumen yang telah diterima, importir dapat mengurus bea cukai dan mengambil barang yang telah dipesan.
Peran Bank dalam Documentary Collection
Dalam skema ini, bank berperan sebagai perantara kepercayaan yang memfasilitasi pertukaran dokumen dengan pembayaran. Namun, penting untuk dicatat bahwa dalam kebanyakan kasus, bank hanya bertindak sebagai perantara pembayaran. Bank tidak mengeluarkan kredit atau jaminan pembayaran atas transaksi tersebut. Tanggung jawab utama bank adalah memastikan dokumen diserahkan sesuai instruksi dan pembayaran diterima sebelum dokumen dilepaskan.
Keunggulan dan Pertimbangan
Documentary Collection seringkali dipilih dalam perdagangan internasional karena dianggap relatif lebih mudah diimplementasikan dan lebih aman dibandingkan beberapa metode pembayaran lain, seperti pembayaran di muka. Namun, seperti halnya metode pembayaran internasional lainnya, eksportir dan importir harus memahami sepenuhnya persyaratan, prosedur, serta risiko yang melekat pada proses ini sebelum menerapkannya untuk memastikan kelancaran transaksi.
Cara Menggunakan Documentary Collection
Documentary Collection digunakan untuk memfasilitasi pembayaran dalam perdagangan internasional dengan mengandalkan bank sebagai perantara untuk menukar dokumen pengiriman dengan pembayaran.
- 1Eksportir dan importir sepakati penggunaan Documentary Collection dan syarat-syaratnya.
- 2Eksportir kirim barang dan dokumen terkait ke bank penerus.
- 3Bank penerus kirim dokumen ke bank penagih (bank importir).
- 4Importir bayar ke bank penagih, lalu terima dokumen untuk ambil barang.
Contoh Penggunaan Documentary Collection dalam Trading
Seorang pengusaha mebel di Indonesia (eksportir) menjual barang senilai USD 10.000 kepada pembeli di Australia (importir). Kedua belah pihak sepakat menggunakan metode Documentary Collection. Eksportir mengirimkan mebel tersebut dan menyerahkan dokumen pengiriman (seperti bill of lading, faktur) ke banknya di Indonesia. Bank Indonesia meneruskan dokumen ini ke bank importir di Australia. Bank Australia memberitahukan importir bahwa dokumen sudah diterima dan meminta pembayaran sebesar USD 10.000. Setelah importir melakukan pembayaran, bank Australia merilis dokumen kepada importir, yang kemudian digunakan untuk mengurus bea cukai dan mengambil mebel di pelabuhan Australia.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Letter of Credit (LC), Bill of Lading, Faktur Komersial, Pembayaran Internasional, Perdagangan Internasional, Bank Penerus, Bank Penagih
Pertanyaan Umum tentang Documentary Collection
Apa perbedaan utama antara Documentary Collection dan Letter of Credit (LC)?
Perbedaan utamanya terletak pada tingkat jaminan. Letter of Credit memberikan jaminan pembayaran yang lebih kuat dari bank penerbit LC kepada eksportir, sedangkan Documentary Collection lebih mengandalkan kesepakatan antara pembeli dan penjual, dengan bank hanya bertindak sebagai fasilitator pertukaran dokumen.
Apakah bank bertanggung jawab jika importir tidak membayar dalam skema Documentary Collection?
Umumnya tidak. Bank dalam Documentary Collection bertindak sebagai perantara. Jika importir menolak membayar, bank penagih tidak memiliki kewajiban untuk membeli dokumen atau membayar eksportir, kecuali ada instruksi khusus atau perjanjian lain yang menyertainya.
Kapan metode Documentary Collection paling cocok digunakan?
Metode ini cocok untuk transaksi antara pihak-pihak yang sudah memiliki hubungan dagang yang baik dan saling percaya, atau ketika nilai transaksi tidak terlalu besar, sehingga kompleksitas dan biaya LC dirasa berlebihan.