4 menit baca 754 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Double Bottom

  • Double Bottom adalah pola pembalikan tren dari bearish ke bullish.
  • Terbentuk dari dua lembah harga yang berdekatan dan memiliki level yang sama atau mirip.
  • Konfirmasi terjadi saat harga menembus garis resistance di antara kedua lembah.
  • Dianggap sebagai sinyal beli yang kuat, namun perlu manajemen risiko.
  • Umumnya mengindikasikan perubahan tren jangka pendek hingga menengah.

📑 Daftar Isi

Apa itu Double Bottom?

Double Bottom adalah Pola grafik Double Bottom adalah formasi dua titik terendah yang identik, menandakan potensi pembalikan tren dari bearish ke bullish di pasar keuangan.

Penjelasan Lengkap tentang Double Bottom

Apa Itu Pola Double Bottom?

Pola Double Bottom adalah salah satu formasi grafik yang paling dikenal dan sering digunakan oleh para trader serta investor di pasar keuangan, termasuk forex, saham, dan komoditas. Pola ini secara visual menyerupai huruf 'W' dan dianggap sebagai indikator kuat adanya potensi pembalikan tren dari kondisi bearish (menurun) menjadi bullish (naik).

Bagaimana Pola Double Bottom Terbentuk?

Pembentukan pola Double Bottom melalui beberapa tahapan:

  • Penurunan Awal: Harga aset mengalami tren penurunan yang signifikan (tren bearish).
  • Titik Terendah Pertama (Lembah Pertama): Harga mencapai level terendah, kemudian terjadi pantulan singkat.
  • Koreksi/Konsolidasi: Setelah pantulan, harga kembali turun untuk menguji level support yang baru saja terbentuk.
  • Titik Terendah Kedua (Lembah Kedua): Harga mencapai level terendah kedua yang posisinya berdekatan dan memiliki nilai yang sama atau sangat mirip dengan titik terendah pertama.
  • Garis Resistance (Neckline): Titik tertinggi yang terbentuk di antara kedua lembah tersebut menjadi level resistance kunci.
  • Penembusan (Breakout): Pola dianggap selesai dan terkonfirmasi ketika harga berhasil menembus (breakout) garis resistance tersebut dengan volume perdagangan yang meningkat.

Makna dan Interpretasi Pola Double Bottom

Pola Double Bottom menunjukkan bahwa tekanan jual mulai melemah dan permintaan mulai meningkat. Terbentuknya dua titik terendah yang sama atau berdekatan mengindikasikan bahwa level support tersebut cukup kuat dan pasar kesulitan untuk menembusnya lebih jauh ke bawah. Ketika harga kemudian menembus garis resistance, ini mengkonfirmasi bahwa pembeli telah mengambil alih kendali dan tren bearish kemungkinan besar telah berakhir, digantikan oleh tren bullish.

Implikasi Trading

Pola Double Bottom seringkali dianggap sebagai sinyal beli (buy signal). Trader yang mengidentifikasi pola ini dapat mempertimbangkan untuk membuka posisi beli setelah konfirmasi penembusan garis resistance. Namun, seperti semua pola grafik, pola Double Bottom tidak 100% akurat. Penting bagi trader untuk selalu menerapkan strategi manajemen risiko yang tepat, seperti menempatkan stop-loss di bawah level support terakhir atau di bawah lembah kedua untuk membatasi potensi kerugian jika pola gagal terbentuk.

Jangka Waktu Pola

Pola Double Bottom umumnya mengindikasikan perubahan tren jangka pendek hingga menengah, yang bisa berlangsung selama beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada kerangka waktu grafik yang digunakan.

Cara Menggunakan Double Bottom

Pola Double Bottom digunakan untuk mengidentifikasi potensi pembalikan tren dari turun menjadi naik dan sebagai dasar untuk membuka posisi beli.

  1. 1Identifikasi tren <em>bearish</em> yang sedang berlangsung pada grafik harga.
  2. 2Cari formasi dua titik terendah yang berdekatan dengan level yang sama atau sangat mirip.
  3. 3Tandai garis <em>resistance</em> (<em>neckline</em>) yang menghubungkan puncak di antara kedua lembah tersebut.
  4. 4Tunggu hingga harga menembus garis <em>resistance</em> dengan volume yang signifikan untuk konfirmasi pola.
  5. 5Pertimbangkan untuk membuka posisi beli setelah konfirmasi, dengan menempatkan <em>stop-loss</em> di bawah lembah kedua atau level support terdekat.

Contoh Penggunaan Double Bottom dalam Trading

Misalkan pada grafik EUR/USD, Anda melihat harga telah turun dalam beberapa waktu. Kemudian, harga membentuk lembah di 1.0800, naik sedikit, lalu turun lagi dan membentuk lembah kedua di 1.0800. Puncak di antara kedua lembah ini berada di 1.0850 (garis resistance). Jika harga EUR/USD kemudian menembus 1.0850 ke atas dengan volume yang kuat, ini adalah konfirmasi pola Double Bottom. Trader dapat membuka posisi beli dengan target kenaikan lebih lanjut, dan menempatkan stop-loss di bawah 1.0800.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pola Grafik, Pembalikan Tren, Support, Resistance, Bearish, Bullish, Breakout, Volume, Manajemen Risiko, Stop-Loss

Pertanyaan Umum tentang Double Bottom

Apakah pola Double Bottom selalu menandakan kenaikan harga?

Pola Double Bottom adalah indikator kuat potensi kenaikan harga, namun tidak menjamin 100%. Selalu gunakan konfirmasi tambahan dan manajemen risiko.

Bagaimana membedakan Double Bottom dengan pola lain?

Double Bottom memiliki ciri khas dua lembah yang hampir sejajar dan penembusan garis resistance di puncaknya. Pola lain seperti Double Top memiliki bentuk terbalik dan menandakan penurunan.

Seberapa penting volume dalam konfirmasi Double Bottom?

Volume yang meningkat saat terjadi penembusan garis resistance sangat penting. Ini menunjukkan minat beli yang kuat dan meningkatkan probabilitas keberhasilan pola.