4 menit baca 728 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Double Exponential Moving Average (DEMA)

  • DEMA mengurangi lag (keterlambatan) pada sinyal dibandingkan Moving Average biasa.
  • Menggunakan dua penyaringan data untuk analisis pergerakan harga yang lebih akurat.
  • Lebih responsif terhadap perubahan harga, cocok untuk pasar volatil.
  • Membutuhkan pengaturan parameter yang cermat sesuai time frame dan volatilitas pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Double Exponential Moving Average (DEMA)?

Double Exponential Moving Average (DEMA) adalah DEMA adalah indikator moving average yang dirancang untuk mengurangi lag dan memberikan sinyal yang lebih cepat dibandingkan MA tradisional.

Penjelasan Lengkap tentang Double Exponential Moving Average (DEMA)

Apa itu Double Exponential Moving Average (DEMA)?

Double Exponential Moving Average (DEMA) adalah sebuah indikator teknikal yang dikembangkan oleh Patrick Mulloy. Indikator ini merupakan salah satu jenis Moving Average (MA) yang dirancang khusus untuk mengatasi masalah lag atau keterlambatan sinyal yang sering terjadi pada Moving Average tradisional seperti Simple Moving Average (SMA) dan Exponential Moving Average (EMA).

Bagaimana DEMA Bekerja?

Prinsip dasar DEMA adalah mengaplikasikan formula EMA dua kali pada data harga. Tujuannya adalah untuk 'menghilangkan' sebagian besar dari lag yang melekat pada MA standar. Secara matematis, DEMA dihitung dengan menggunakan formula berikut:

  • Hitung EMA1 = EMA(Harga, Periode)
  • Hitung EMA2 = EMA(EMA1, Periode)
  • Hitung DEMA = EMA1 + (EMA1 - EMA2)

Dengan rumus ini, DEMA mampu memberikan respons yang lebih cepat terhadap pergerakan harga yang signifikan, menjadikannya alat yang berharga bagi trader yang mencari entri dan keluar posisi yang lebih presisi.

Keunggulan DEMA

  • Mengurangi Lag: Keunggulan utama DEMA adalah kemampuannya mengurangi lag, sehingga sinyal tren atau pembalikan dapat terdeteksi lebih dini dibandingkan MA konvensional.
  • Responsif terhadap Volatilitas: Karena lebih cepat merespons perubahan harga, DEMA sangat cocok digunakan pada pasar yang sangat volatil (naik turun dengan cepat).
  • Analisis Lebih Akurat: Dengan dua kali penyaringan data, DEMA cenderung memberikan gambaran yang lebih halus dan akurat mengenai arah tren, mengurangi gangguan dari noise pasar.

Keterbatasan DEMA

Meskipun memiliki keunggulan, DEMA juga memiliki keterbatasan:

  • Membutuhkan Pengaturan yang Tepat: Penggunaan DEMA yang optimal sangat bergantung pada pengaturan parameter (periode) yang sesuai dengan aset yang diperdagangkan, time frame grafik, dan kondisi pasar saat itu.
  • Potensi Sinyal Palsu: Di pasar yang bergerak sideways (mendatar) atau sangat berisik, DEMA yang terlalu sensitif bisa saja menghasilkan sinyal palsu (false signals).

Cara Menggunakan Double Exponential Moving Average (DEMA)

DEMA dapat digunakan sebagai indikator tren, filter untuk mengkonfirmasi sinyal dari indikator lain, atau dalam strategi persilangan (crossover).

  1. 1Identifikasi tren utama pasar menggunakan DEMA. Tren naik ditunjukkan oleh DEMA yang bergerak naik, dan tren turun oleh DEMA yang bergerak turun.
  2. 2Gunakan persilangan DEMA dengan harga atau persilangan dua DEMA dengan periode berbeda sebagai sinyal beli atau jual.
  3. 3Konfirmasikan sinyal DEMA dengan indikator lain (misalnya RSI, MACD) untuk meningkatkan akurasi.
  4. 4Sesuaikan periode DEMA berdasarkan volatilitas pasar dan time frame trading Anda. Periode lebih pendek untuk pasar volatil dan time frame rendah, periode lebih panjang untuk tren jangka panjang.

Contoh Penggunaan Double Exponential Moving Average (DEMA) dalam Trading

Seorang trader forex menggunakan DEMA periode 14 pada grafik EUR/USD 1-jam. Ketika harga bergerak di atas DEMA yang sedang menanjak, ini dianggap sebagai sinyal potensi tren naik dan trader dapat mencari peluang buy. Sebaliknya, jika harga menembus ke bawah DEMA yang menurun, ini bisa menjadi sinyal potensi tren turun dan trader dapat mempertimbangkan posisi sell. Trader juga dapat menggunakan persilangan antara DEMA periode 14 dan DEMA periode 28 sebagai sinyal masuk yang lebih agresif.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Moving Average (MA), Exponential Moving Average (EMA), Simple Moving Average (SMA), Lag (Keterlambatan Sinyal), Volatilitas Pasar, Indikator Teknis, Analisis Teknikal, Time Frame Trading

Pertanyaan Umum tentang Double Exponential Moving Average (DEMA)

Apa perbedaan utama antara DEMA dan EMA?

Perbedaan utama terletak pada cara perhitungan untuk mengurangi lag. DEMA menggunakan dua kali aplikasi formula EMA dan penyesuaian tambahan untuk menghasilkan sinyal yang lebih cepat daripada EMA.

Periode DEMA berapa yang terbaik untuk digunakan?

Tidak ada satu periode 'terbaik' yang universal. Periode yang optimal sangat bergantung pada aset yang diperdagangkan, time frame grafik, dan kondisi pasar. Trader perlu melakukan pengujian untuk menemukan pengaturan yang paling sesuai.

Kapan sebaiknya DEMA tidak digunakan?

DEMA mungkin kurang efektif di pasar yang bergerak mendatar (sideways) atau sangat berisik karena sensitivitasnya yang tinggi dapat menyebabkan sinyal palsu. Sebaiknya gunakan DEMA bersama dengan indikator lain untuk konfirmasi.