4 menit baca 840 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Drag-Along Rights

  • Memungkinkan pemegang saham mayoritas memaksa minoritas menjual sahamnya.
  • Digunakan untuk memfasilitasi penjualan seluruh perusahaan atau saham mayoritas.
  • Memastikan semua pemegang saham menjual pada harga yang sama.
  • Memberikan kontrol lebih besar kepada investor mayoritas.
  • Potensi merugikan pemegang saham minoritas jika harga jual dipaksa.

📑 Daftar Isi

Apa itu Drag-Along Rights?

Drag-Along Rights adalah Hak drag-along adalah klausul kontrak yang memaksa pemegang saham minoritas menjual sahamnya jika mayoritas menjual, sering terjadi pada M&A.

Penjelasan Lengkap tentang Drag-Along Rights

Drag-Along Rights: Memahami Hak Pemegang Saham Mayoritas

Dalam dunia investasi, khususnya dalam transaksi perusahaan dan pasar modal, Drag-Along Rights (Hak Seret) merupakan sebuah ketentuan kontraktual yang krusial. Hak ini memberikan kekuatan kepada pemegang saham mayoritas untuk memaksa pemegang saham minoritas ikut serta dalam penjualan saham mereka kepada pihak ketiga. Dengan kata lain, jika investor mayoritas memutuskan untuk menjual kepemilikan sahamnya, mereka memiliki hak untuk 'menyeret' atau mengharuskan pemegang saham minoritas untuk menjual saham mereka pada kondisi dan harga yang sama.

Mekanisme Kerja Drag-Along Rights

Mekanisme ini biasanya tertuang dalam perjanjian pemegang saham (shareholders' agreement) atau anggaran dasar perusahaan. Ketika investor mayoritas menemukan pembeli potensial yang ingin mengakuisisi seluruh atau sebagian besar saham perusahaan, mereka dapat mengaktifkan hak drag-along. Hal ini memungkinkan mereka untuk menyelesaikan transaksi penjualan tanpa perlu mendapatkan persetujuan individual dari setiap pemegang saham minoritas. Pembeli seringkali menginginkan kendali penuh atas perusahaan, sehingga mereka lebih memilih untuk membeli 100% saham, dan hak drag-along memfasilitasi hal tersebut.

Penerapan dalam Transaksi Bisnis

Drag-Along Rights sangat umum dijumpai dalam skenario berikut:

  • Merger dan Akuisisi (M&A): Ini adalah konteks paling umum. Ketika investor mayoritas ingin menjual perusahaannya kepada entitas yang lebih besar atau melakukan merger, hak ini memastikan bahwa seluruh saham dapat dialihkan secara efisien.
  • Pendanaan Ekuitas: Dalam startup atau perusahaan tahap awal yang menerima pendanaan dari investor ventura atau ekuitas swasta, hak drag-along seringkali menjadi bagian dari kesepakatan untuk memberikan jalan keluar (exit strategy) yang jelas di masa depan.
  • Penjualan Strategis: Investor mayoritas dapat menggunakan hak ini untuk keluar dari investasi mereka jika mereka melihat peluang penjualan yang menguntungkan.

Keuntungan dan Kerugian

Keuntungan bagi Investor Mayoritas:

  • Fleksibilitas dan Kontrol: Memberikan kendali penuh atas keputusan penjualan perusahaan.
  • Efisiensi Transaksi: Mempercepat proses penjualan karena tidak perlu negosiasi individual dengan banyak pemegang saham minoritas.
  • Memastikan Kesepakatan: Mencegah pemegang saham minoritas menghalangi atau menunda penjualan yang menguntungkan bagi mayoritas.

Potensi Kerugian bagi Investor Minoritas:

  • Kehilangan Kepemilikan: Pemegang saham minoritas dipaksa menjual saham mereka, meskipun mereka mungkin ingin mempertahankannya untuk potensi pertumbuhan jangka panjang.
  • Harga Terpaksa: Ada risiko harga jual yang ditentukan oleh mayoritas mungkin tidak sepenuhnya mencerminkan nilai intrinsik saham minoritas, terutama jika mayoritas terburu-buru untuk menjual.
  • Kurangnya Otonomi: Keputusan investasi mereka dapat secara drastis diubah oleh keputusan pemegang saham mayoritas.

Oleh karena itu, sangat penting bagi investor minoritas untuk memahami implikasi dari Drag-Along Rights sebelum berinvestasi dan berupaya menegosiasikan ketentuan yang adil jika memungkinkan.

Cara Menggunakan Drag-Along Rights

Hak drag-along digunakan oleh pemegang saham mayoritas untuk memfasilitasi penjualan seluruh perusahaan atau saham mayoritas kepada pihak ketiga, dengan cara memaksa pemegang saham minoritas untuk ikut menjual saham mereka pada kondisi yang sama.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi klausul Drag-Along Rights dalam perjanjian pemegang saham atau dokumen legal lainnya.
  2. 2Langkah 2: Pemegang saham mayoritas yang ingin menjual sahamnya harus menginformasikan pemegang saham minoritas tentang niat penjualan dan syarat-syaratnya.
  3. 3Langkah 3: Pemegang saham mayoritas menggunakan hak drag-along untuk mewajibkan pemegang saham minoritas menjual saham mereka pada harga dan kondisi yang sama dengan mayoritas.
  4. 4Langkah 4: Semua saham (mayoritas dan minoritas) kemudian dijual kepada pihak ketiga pembeli sesuai kesepakatan.

Contoh Penggunaan Drag-Along Rights dalam Trading

Misalkan PT Maju Jaya memiliki struktur kepemilikan saham sebagai berikut: Bapak Budi (pemegang saham mayoritas) memiliki 70%, dan Ibu Ani (pemegang saham minoritas) memiliki 30%. Dalam perjanjian pemegang saham PT Maju Jaya, terdapat klausul Drag-Along Rights yang diaktifkan jika pemegang saham mayoritas ingin menjual sahamnya. Suatu hari, sebuah perusahaan multinasional besar tertarik untuk mengakuisisi PT Maju Jaya sepenuhnya. Bapak Budi melihat ini sebagai peluang besar dan setuju untuk menjual seluruh 70% sahamnya dengan harga Rp 100 miliar. Dengan mengaktifkan hak drag-along, Bapak Budi dapat memaksa Ibu Ani untuk menjual 30% sahamnya dengan harga yang proporsional, yaitu Rp 42.8 miliar (sesuai rasio kepemilikan dan harga per saham). Ibu Ani tidak dapat menolak penjualan ini, meskipun ia mungkin memiliki rencana lain untuk sahamnya di PT Maju Jaya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Shareholders' Agreement, Saham Mayoritas, Saham Minoritas, Akuisisi, Merger, Exit Strategy, Put Option

Pertanyaan Umum tentang Drag-Along Rights

Apa perbedaan utama antara Drag-Along Rights dan Tag-Along Rights?

Drag-Along Rights memungkinkan mayoritas memaksa minoritas menjual, sedangkan Tag-Along Rights memungkinkan minoritas ikut menjual jika mayoritas menjual.

Siapa yang biasanya memiliki Drag-Along Rights?

Biasanya pemegang saham mayoritas atau investor institusional yang memiliki porsi kepemilikan saham signifikan.

Apakah Drag-Along Rights selalu merugikan pemegang saham minoritas?

Tidak selalu, namun pemegang saham minoritas harus berhati-hati karena mereka kehilangan kendali atas keputusan penjualan dan berisiko mendapatkan harga yang kurang optimal jika tidak dinegosiasikan dengan baik.