5 menit baca 907 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Earnings Per Share (EPS)
- EPS adalah metrik profitabilitas perusahaan yang krusial bagi investor dan trader.
- Menghitung EPS: Laba Bersih / Jumlah Saham Beredar.
- EPS tinggi umumnya menandakan kinerja finansial yang kuat dan potensi keuntungan pemegang saham.
- Penting untuk menganalisis EPS bersama faktor lain seperti pertumbuhan, risiko, dan kondisi pasar.
- EPS dapat ditemukan dalam laporan laba rugi dan neraca perusahaan.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Earnings Per Share (EPS)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Earnings Per Share (EPS)?
Earnings Per Share (EPS) adalah Earnings Per Share (EPS) adalah laba bersih perusahaan dibagi jumlah saham beredar, mengukur profitabilitas per saham. Investor menggunakannya untuk menilai kinerja finansial.
Penjelasan Lengkap tentang Earnings Per Share (EPS)
Earnings Per Share (EPS), atau Laba Per Saham, merupakan salah satu indikator keuangan fundamental yang sangat penting dalam dunia trading dan investasi. Metrik ini berfungsi untuk mengukur profitabilitas suatu perusahaan dari sudut pandang pemegang saham individual.
Apa Itu Earnings Per Share (EPS)?
Secara sederhana, EPS adalah pendapatan bersih perusahaan yang dibagi dengan jumlah total saham biasa yang beredar di pasar. Angka ini memberikan gambaran tentang berapa banyak keuntungan yang dihasilkan perusahaan untuk setiap lembar saham yang dimiliki oleh investor.
Mengapa EPS Penting dalam Trading dan Investasi?
- Ukuran Kinerja Finansial: EPS merupakan indikator langsung dari kemampuan perusahaan menghasilkan laba. Investor seringkali mencari perusahaan dengan EPS yang tinggi karena ini diasumsikan mencerminkan kinerja operasional yang efisien dan potensi pengembalian investasi yang menarik.
- Perbandingan Antar Perusahaan: EPS memungkinkan investor untuk membandingkan profitabilitas perusahaan dalam industri yang sama, meskipun ukuran perusahaan tersebut berbeda.
- Dasar Valuasi Saham: EPS menjadi dasar perhitungan rasio valuasi saham populer seperti Price-to-Earnings (P/E) Ratio, yang membantu investor menilai apakah suatu saham dihargai secara wajar.
Cara Menghitung EPS
Rumus dasar untuk menghitung EPS adalah sebagai berikut:
EPS = (Pendapatan Bersih - Dividen Saham Preferen) / Jumlah Saham Biasa yang Beredar
Perlu dicatat bahwa jika perusahaan tidak memiliki saham preferen, maka komponen dividen saham preferen dapat diabaikan.
Faktor yang Mempengaruhi EPS
Jumlah saham beredar, yang merupakan pembagi dalam perhitungan EPS, dapat berubah seiring waktu karena berbagai faktor, antara lain:
- Aksi Korporasi: Seperti stock split (pemecahan saham) yang meningkatkan jumlah saham beredar dan menurunkan EPS per saham, atau reverse stock split (pembalikan pemecahan saham) yang melakukan sebaliknya.
- Merger dan Akuisisi: Transaksi ini dapat mengubah struktur permodalan dan jumlah saham beredar.
- Pembelian Kembali Saham (Share Buyback): Ketika perusahaan membeli kembali sahamnya sendiri, jumlah saham beredar berkurang, yang berpotensi meningkatkan EPS.
- Penerbitan Saham Baru: Penjualan saham baru akan menambah jumlah saham beredar dan dapat menurunkan EPS.
Batasan dan Pertimbangan Tambahan
Meskipun EPS adalah metrik yang sangat berguna, investor tidak boleh hanya mengandalkannya. Penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti:
- Tingkat Pertumbuhan: EPS yang stagnan atau menurun dari waktu ke waktu mungkin menjadi perhatian, bahkan jika nilainya saat ini tinggi. Pertumbuhan EPS yang konsisten lebih disukai.
- Risiko Perusahaan: Analisis mendalam terhadap model bisnis, manajemen, utang, dan keunggulan kompetitif perusahaan sangat krusial.
- Kondisi Pasar dan Ekonomi: Faktor eksternal seperti suku bunga, inflasi, dan tren industri dapat memengaruhi kinerja perusahaan dan EPS-nya.
- Kualitas Laba: Investor harus memastikan bahwa laba yang dilaporkan berasal dari operasional inti perusahaan yang berkelanjutan, bukan dari keuntungan satu kali atau praktik akuntansi yang agresif.
Dengan memahami EPS secara komprehensif dan menganalisisnya bersama indikator keuangan lainnya, trader dan investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi.
Cara Menggunakan Earnings Per Share (EPS)
Trader dan investor menggunakan EPS untuk mengevaluasi profitabilitas perusahaan, membandingkan kinerja antar perusahaan, dan sebagai dasar untuk analisis valuasi saham.
- 1Langkah 1: Dapatkan data EPS terbaru dari laporan keuangan kuartalan atau tahunan perusahaan.
- 2Langkah 2: Periksa tren EPS dari waktu ke waktu (misalnya, bandingkan EPS kuartal ini dengan kuartal sebelumnya dan tahun sebelumnya).
- 3Langkah 3: Bandingkan EPS perusahaan dengan rata-rata industri atau pesaing utamanya.
- 4Langkah 4: Gunakan EPS sebagai salah satu input dalam perhitungan rasio valuasi seperti P/E Ratio.
- 5Langkah 5: Analisis EPS bersama dengan indikator keuangan dan fundamental lainnya sebelum membuat keputusan investasi.
Contoh Penggunaan Earnings Per Share (EPS) dalam Trading
Misalkan Perusahaan 'ABC' melaporkan laba bersih sebesar Rp 100 Miliar dan memiliki 50 Juta lembar saham biasa yang beredar. Maka, EPS Perusahaan 'ABC' adalah:EPS = Rp 100 Miliar / 50 Juta lembar = Rp 2.000 per lembar saham
Seorang investor dapat membandingkan EPS ini dengan EPS perusahaan sejenis di industri yang sama. Jika Perusahaan 'XYZ' memiliki EPS Rp 1.500, ini bisa mengindikasikan bahwa Perusahaan 'ABC' lebih menguntungkan per lembar sahamnya. Namun, investor juga perlu melihat faktor lain seperti pertumbuhan EPS, utang, dan prospek masa depan kedua perusahaan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Laba Bersih, Saham Beredar, Rasio P/E, Laporan Laba Rugi, Dividen Saham Preferen, Stock Split, Perusahaan Publik
Pertanyaan Umum tentang Earnings Per Share (EPS)
Apakah EPS yang tinggi selalu berarti saham tersebut bagus untuk dibeli?
Tidak selalu. EPS yang tinggi adalah indikator positif, namun investor harus tetap mempertimbangkan faktor lain seperti tingkat pertumbuhan EPS, risiko perusahaan, kondisi pasar, dan valuasi saham secara keseluruhan.
Bagaimana cara mengetahui jumlah saham beredar?
Jumlah saham beredar dapat ditemukan dalam laporan keuangan perusahaan, biasanya di bagian neraca atau catatan atas laporan keuangan. Bursa efek juga sering menyediakan informasi ini.
Apakah ada jenis EPS selain EPS dasar?
Ya, ada juga 'Diluted EPS' (EPS Dilusian) yang memperhitungkan potensi pengenceran saham dari instrumen yang dapat dikonversi menjadi saham biasa (seperti opsi saham atau obligasi konversi). Diluted EPS seringkali lebih rendah dari EPS Dasar dan memberikan gambaran yang lebih konservatif.