4 menit baca 871 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Earnings Yield
- Earnings Yield adalah rasio keuangan yang membandingkan laba per saham dengan harga pasar saham.
- Indikator ini membantu menilai apakah suatu saham undervalued (murah) atau overvalued (mahal).
- Perhitungan dasarnya adalah Laba Bersih per Saham dibagi Harga Saham per Saham.
- Earnings Yield yang lebih tinggi umumnya menunjukkan peluang investasi yang lebih menarik.
- Penting untuk menganalisis Earnings Yield bersama indikator keuangan lainnya seperti P/E Ratio.
📑 Daftar Isi
Apa itu Earnings Yield?
Earnings Yield adalah Earnings Yield mengukur laba bersih per saham relatif terhadap harga saham, menunjukkan potensi pengembalian investasi saham.
Penjelasan Lengkap tentang Earnings Yield
Earnings Yield adalah sebuah metrik fundamental yang krusial dalam analisis saham, khususnya bagi para investor dan trader di pasar modal, termasuk dalam konteks trading forex ketika menganalisis instrumen yang terkait dengan saham atau perusahaan publik.
Apa itu Earnings Yield?
Secara mendasar, Earnings Yield mengukur tingkat pengembalian laba yang dihasilkan oleh suatu perusahaan relatif terhadap harga pasar sahamnya. Indikator ini memberikan gambaran seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan laba dari setiap unit harga saham yang diperdagangkan di bursa.
Bagaimana Menghitung Earnings Yield?
Perhitungan Earnings Yield sangatlah sederhana:
- Rumus: Earnings Yield = (Laba Bersih per Saham / Harga Saham per Saham) x 100%
Misalnya, jika sebuah perusahaan melaporkan laba bersih sebesar Rp 5.000 per lembar saham dan harga sahamnya saat ini diperdagangkan di Rp 100.000 per lembar, maka Earnings Yield-nya adalah:
(Rp 5.000 / Rp 100.000) x 100% = 5%
Ini berarti, setiap Rp 100 yang diinvestasikan dalam saham perusahaan tersebut, secara teoritis, dapat menghasilkan pengembalian laba sebesar Rp 5.
Mengapa Earnings Yield Penting dalam Trading dan Investasi?
Earnings Yield berperan penting dalam pengambilan keputusan investasi karena:
- Penilaian Valuasi Saham: Indikator ini membantu investor dan trader untuk menentukan apakah suatu saham diperdagangkan pada harga yang wajar, terlalu mahal (overvalued), atau terlalu murah (undervalued) dibandingkan dengan potensi laba yang dihasilkannya. Saham dengan Earnings Yield yang lebih tinggi seringkali dianggap lebih menarik karena menawarkan potensi pengembalian yang lebih besar.
- Perbandingan Antar Saham: Memungkinkan perbandingan langsung antara potensi profitabilitas berbagai perusahaan, bahkan di sektor yang berbeda. Investor dapat membandingkan Earnings Yield dari beberapa saham untuk mengidentifikasi mana yang menawarkan nilai terbaik.
- Alternatif P/E Ratio: Earnings Yield seringkali dilihat sebagai kebalikan dari Price-to-Earnings (P/E) Ratio. P/E Ratio menunjukkan berapa banyak investor bersedia membayar untuk setiap dolar laba, sementara Earnings Yield menunjukkan berapa banyak laba yang didapat dari setiap dolar investasi.
Keterbatasan dan Pertimbangan Lain
Meskipun Earnings Yield adalah indikator yang berharga, penting untuk diingat bahwa ini bukanlah satu-satunya faktor yang harus dipertimbangkan. Analisis yang komprehensif juga harus mencakup:
- Rasio Keuangan Lainnya: Seperti Price-to-Earnings (P/E) Ratio, Debt-to-Equity Ratio (rasio hutang terhadap ekuitas), Current Ratio, dan lain-lain.
- Pertumbuhan Laba: Tren pertumbuhan laba per saham dari waktu ke waktu sangat krusial. Perusahaan dengan laba yang terus meningkat cenderung lebih menarik.
- Kondisi Industri dan Ekonomi: Faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, tren industri, dan persaingan pasar juga mempengaruhi kinerja perusahaan.
- Dividen: Meskipun Earnings Yield berfokus pada laba, investor juga sering mempertimbangkan kebijakan dividen perusahaan.
Dengan memahami dan mengintegrasikan Earnings Yield ke dalam analisis Anda, Anda dapat membuat keputusan trading dan investasi yang lebih terinformasi.
Cara Menggunakan Earnings Yield
Earnings Yield digunakan untuk menilai potensi pengembalian laba dari sebuah saham dan membandingkan daya tarik investasi antar perusahaan.
- 1Identifikasi Laba Bersih per Saham (EPS) perusahaan yang ingin dianalisis.
- 2Dapatkan Harga Saham per Saham saat ini dari bursa atau platform trading Anda.
- 3Hitung Earnings Yield menggunakan rumus: (EPS / Harga Saham) x 100%.
- 4Bandingkan Earnings Yield saham tersebut dengan saham lain atau rata-rata industri untuk menentukan valuasi relatifnya.
Contoh Penggunaan Earnings Yield dalam Trading
Seorang trader forex yang juga tertarik pada saham melihat dua perusahaan:
Perusahaan A: Laba Bersih per Saham = Rp 10.000, Harga Saham = Rp 200.000. Earnings Yield = (10.000 / 200.000) x 100% = 5%
Perusahaan B: Laba Bersih per Saham = Rp 15.000, Harga Saham = Rp 250.000. Earnings Yield = (15.000 / 250.000) x 100% = 6%
Dengan Earnings Yield yang lebih tinggi (6%), Perusahaan B secara teoritis menawarkan potensi pengembalian laba yang lebih baik per unit investasi dibandingkan Perusahaan A (5%). Trader dapat mempertimbangkan ini sebagai salah satu faktor dalam keputusan investasinya, sambil tetap menganalisis faktor lain.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Laba Bersih per Saham (EPS), Price-to-Earnings Ratio (P/E Ratio), Valuasi Saham, Analisis Fundamental, Pasar Modal
Pertanyaan Umum tentang Earnings Yield
Apakah Earnings Yield bisa negatif?
Earnings Yield tidak bisa negatif karena laba bersih per saham dan harga saham umumnya bernilai positif. Jika perusahaan mengalami kerugian, laba bersih per saham akan negatif, namun rasio ini biasanya tidak dihitung atau diinterpretasikan dalam konteks Earnings Yield positif.
Bagaimana cara mendapatkan data Laba Bersih per Saham?
Data Laba Bersih per Saham (EPS) dapat diperoleh dari laporan keuangan kuartalan atau tahunan perusahaan yang dipublikasikan di situs web perusahaan, otoritas bursa efek, atau platform penyedia data finansial.
Kapan Earnings Yield dianggap baik?
Angka 'baik' untuk Earnings Yield bersifat relatif dan bergantung pada industri, kondisi ekonomi, dan tingkat suku bunga. Secara umum, Earnings Yield yang lebih tinggi dari rata-rata industri atau tingkat pengembalian aset bebas risiko (seperti obligasi pemerintah) sering dianggap menarik, namun tetap perlu dianalisis bersama faktor lain.