4 menit baca 819 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)

  • ERTA 1981 bertujuan merangsang ekonomi AS dan mengurangi pengangguran.
  • Melakukan pemotongan tarif pajak penghasilan dan penyesuaian jadwal tarif.
  • Memberikan insentif pajak bagi pengusaha kecil dan menengah.
  • Meningkatkan keuntungan investasi melalui kredit pajak dan keuntungan aset.
  • Dianggap sebagai pemicu pasar saham bullish di era 1980-an.

📑 Daftar Isi

Apa itu Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)?

Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA) adalah Undang-undang pajak AS 1981 yang diprakarsai Reagan untuk stimulus ekonomi melalui pemotongan tarif pajak dan insentif investasi.

Penjelasan Lengkap tentang Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)

Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA) merupakan sebuah undang-undang legislatif penting yang disahkan di Amerika Serikat pada tahun 1981, di bawah kepemimpinan Presiden Ronald Reagan. Undang-undang ini dirancang sebagai bagian dari kebijakan 'Reaganomics' yang berfokus pada teori ekonomi pasokan (supply-side economics), dengan tujuan utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat, mengurangi tingkat pengangguran, dan meningkatkan investasi.

Perubahan Kunci dalam ERTA 1981:

  • Pemotongan Tarif Pajak Penghasilan: Salah satu perubahan paling signifikan adalah pemotongan tarif pajak penghasilan individu secara bertahap. Tujuannya adalah agar individu memiliki lebih banyak pendapatan bersih untuk dibelanjakan atau diinvestasikan, yang diharapkan akan merangsang permintaan agregat dan aktivitas ekonomi.
  • Penyesuaian Jadwal Tarif Pajak: Selain pemotongan tarif, ERTA juga memperkenalkan penyesuaian terhadap jadwal tarif pajak, yang berarti struktur tarif pajak menjadi lebih sederhana dan progresifitasnya berkurang, terutama untuk lapisan pendapatan yang lebih tinggi.
  • Insentif Pajak untuk Bisnis: Undang-undang ini memberikan berbagai insentif pajak bagi pengusaha, khususnya usaha kecil dan menengah (UKM). Ini termasuk pemberian kredit pajak untuk investasi dalam aset produktif seperti peralatan dan mesin, serta penyederhanaan aturan depresiasi aset. Tujuannya adalah untuk mendorong ekspansi bisnis dan penciptaan lapangan kerja.
  • Keuntungan Investasi: ERTA membuat investasi dalam aset tertentu, seperti properti dan peralatan modal, menjadi lebih menarik dari sudut pandang pajak. Hal ini didorong oleh perubahan dalam aturan depresiasi dan insentif lainnya yang mengurangi beban pajak bagi investor.

Banyak analis ekonomi dan pelaku pasar keuangan pada masa itu melihat ERTA sebagai salah satu faktor utama yang mendorong terjadinya gelombang bullish (kenaikan harga) yang signifikan di pasar saham Amerika Serikat sepanjang dekade 1980-an. Perubahan kebijakan fiskal ini menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi perusahaan untuk berkembang dan bagi investor untuk mencari keuntungan yang lebih besar.

Namun, penting untuk dicatat bahwa ERTA juga menuai kritik. Beberapa pihak berpendapat bahwa undang-undang ini lebih menguntungkan kelompok masyarakat berpenghasilan tinggi dan perusahaan besar, sehingga berpotensi memperlebar kesenjangan sosial dan ekonomi. Dampak jangka panjangnya terhadap defisit anggaran federal juga menjadi subjek perdebatan.

Cara Menggunakan Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)

Memahami ERTA membantu trader dan investor mengaitkan kebijakan fiskal AS dengan pergerakan pasar finansial, terutama pasar saham dan mata uang.

  1. 1Analisis Dampak Makroekonomi: Pelajari bagaimana pemotongan pajak dan insentif investasi yang diperkenalkan oleh ERTA dapat mempengaruhi pertumbuhan PDB, inflasi, dan tingkat pengangguran di AS.
  2. 2Kaitkan dengan Pasar Saham: Perhatikan bagaimana perubahan kebijakan fiskal ini secara historis berkorelasi dengan tren pasar saham AS, khususnya pada era 1980-an.
  3. 3Pertimbangkan Kebijakan Fiskal Saat Ini: Gunakan pemahaman ERTA sebagai dasar untuk menganalisis kebijakan fiskal AS yang berlaku saat ini dan potensi dampaknya terhadap pasar.
  4. 4Evaluasi Sentimen Investor: Pahami bagaimana perubahan pajak dapat mempengaruhi sentimen investor dan aliran modal ke pasar AS.

Contoh Penggunaan Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA) dalam Trading

Meskipun ERTA disahkan pada tahun 1981, pemahaman tentang bagaimana kebijakan fiskal besar seperti ini dapat memicu pasar bullish sangat relevan. Misalnya, jika pemerintah AS di masa depan mengumumkan paket stimulus fiskal serupa yang mencakup pemotongan pajak besar-besaran dan insentif investasi, seorang trader valas dapat memperkirakan potensi penguatan Dolar AS (USD) karena aliran modal masuk yang diharapkan ke pasar AS. Trader kemudian dapat mempertimbangkan posisi beli (long) pada pasangan mata uang yang melibatkan USD, seperti EUR/USD atau USD/JPY, dengan asumsi kebijakan tersebut akan berhasil merangsang ekonomi dan menarik investor.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Reaganomics, Supply-Side Economics, Kebijakan Fiskal, Pasar Bullish, Stimulus Ekonomi, Pajak Penghasilan, Kredit Pajak, Pasar Saham AS

Pertanyaan Umum tentang Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)

Apa tujuan utama dari Economic Recovery Tax Act of 1981 (ERTA)?

Tujuan utama ERTA adalah untuk merangsang pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat, mengurangi tingkat pengangguran, dan mendorong investasi melalui pemotongan tarif pajak dan pemberian insentif pajak.

Bagaimana ERTA mempengaruhi pasar saham AS?

ERTA secara luas dianggap sebagai salah satu faktor utama yang mendorong pasar saham Amerika Serikat ke dalam tren <em>bullish</em> yang kuat pada era 1980-an, karena menciptakan lingkungan yang lebih menguntungkan bagi perusahaan dan investor.

Apakah ERTA memberikan keuntungan yang sama untuk semua lapisan masyarakat?

Ada perdebatan mengenai hal ini. Sementara ERTA bertujuan untuk merangsang ekonomi secara keseluruhan, beberapa pihak berpendapat bahwa undang-undang ini memberikan manfaat yang lebih besar bagi kelompok berpenghasilan tinggi dan perusahaan besar, yang berpotensi memperlebar kesenjangan sosial.