5 menit baca 940 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Economic Value Added (EVA)
- EVA adalah metrik untuk mengukur profitabilitas ekonomi riil perusahaan.
- Perhitungan EVA melibatkan pengurangan biaya modal dari laba operasi bersih (NOPAT).
- EVA positif menandakan perusahaan menciptakan nilai ekonomi di atas biaya modalnya.
- EVA negatif mengindikasikan perusahaan tidak mampu menutupi biaya modalnya.
- Investor menggunakan EVA sebagai alat evaluasi kinerja dan pengambilan keputusan investasi.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Economic Value Added (EVA)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Economic Value Added (EVA)?
Economic Value Added (EVA) adalah EVA mengukur nilai tambah ekonomi perusahaan dengan mengurangi biaya modal dari laba operasi. Hasil positif menunjukkan penciptaan nilai tambah, negatif sebaliknya.
Penjelasan Lengkap tentang Economic Value Added (EVA)
Economic Value Added (EVA), atau Nilai Tambah Ekonomi, adalah sebuah konsep fundamental dalam dunia keuangan dan manajemen yang dirancang untuk mengukur kinerja finansial riil suatu perusahaan. Berbeda dengan laba akuntansi tradisional, EVA berfokus pada penciptaan nilai ekonomi yang sebenarnya bagi para pemegang saham.
Apa itu Economic Value Added (EVA)?
Secara sederhana, EVA mengukur surplus ekonomi yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan setelah semua biaya modal (baik utang maupun ekuitas) diperhitungkan. Konsep ini menekankan bahwa perusahaan hanya benar-benar menciptakan nilai jika imbal hasil operasionalnya melebihi biaya yang dikeluarkan untuk mendanai aset-asetnya.
Formula Perhitungan EVA
Terdapat beberapa pendekatan untuk menghitung EVA, namun inti perhitungannya adalah sebagai berikut:
- EVA = Laba Operasi Bersih Setelah Pajak (NOPAT) - Biaya Modal Investasi (Capital Charge)
Dimana:
- NOPAT (Net Operating Profit After Tax): Ini adalah laba operasional perusahaan setelah dikurangi pajak, namun sebelum memperhitungkan biaya bunga utang. NOPAT mencerminkan profitabilitas operasional inti perusahaan.
- Biaya Modal Investasi (Capital Charge): Ini adalah total modal yang diinvestasikan dalam perusahaan dikalikan dengan biaya modal rata-rata tertimbang (WACC - Weighted Average Cost of Capital). WACC merepresentasikan biaya rata-rata yang harus dikeluarkan perusahaan untuk mendanai asetnya, baik melalui utang maupun ekuitas.
Interpretasi Hasil EVA
- EVA Positif: Menunjukkan bahwa perusahaan telah menghasilkan laba di atas biaya modalnya. Ini berarti perusahaan berhasil menciptakan nilai ekonomi bagi para pemegang sahamnya.
- EVA Negatif: Mengindikasikan bahwa perusahaan tidak mampu menutupi biaya modalnya. Dalam kondisi ini, perusahaan sebenarnya menghancurkan nilai bagi pemegang saham.
- EVA Nol: Berarti perusahaan hanya mampu menutupi biaya modalnya, tanpa menciptakan nilai tambah ekonomi yang signifikan.
Pentingnya EVA dalam Trading dan Investasi
Dalam konteks trading dan investasi, EVA adalah alat yang sangat berharga untuk mengevaluasi kesehatan finansial dan potensi pertumbuhan suatu perusahaan. Dengan menganalisis EVA, investor dapat:
- Mengevaluasi Kinerja Manajerial: EVA memberikan gambaran yang lebih akurat tentang seberapa efektif manajemen dalam mengelola modal perusahaan untuk menghasilkan keuntungan.
- Membandingkan Perusahaan: EVA memungkinkan perbandingan kinerja antar perusahaan dalam industri yang sama, bahkan jika struktur modalnya berbeda.
- Mengidentifikasi Peluang Investasi: Perusahaan dengan tren EVA positif yang konsisten seringkali dianggap sebagai investasi yang menarik karena menunjukkan kemampuan mereka untuk menciptakan nilai secara berkelanjutan.
- Memprediksi Pertumbuhan Jangka Panjang: Kemampuan perusahaan untuk terus menghasilkan EVA positif dapat menjadi indikator kuat dari potensi pertumbuhan jangka panjangnya.
Oleh karena itu, investor yang cerdas seringkali memasukkan analisis EVA sebagai salah satu pertimbangan utama dalam portofolio investasi mereka, selain metrik keuangan lainnya.
Cara Menggunakan Economic Value Added (EVA)
Investor menggunakan EVA untuk menilai profitabilitas ekonomi riil suatu perusahaan dan membandingkannya dengan biaya modalnya, sebagai dasar pengambilan keputusan investasi.
- 1Langkah 1: Identifikasi laporan keuangan perusahaan yang relevan (laporan laba rugi dan neraca).
- 2Langkah 2: Hitung NOPAT (Net Operating Profit After Tax) perusahaan.
- 3Langkah 3: Tentukan total modal yang diinvestasikan dan hitung biaya modal rata-rata tertimbang (WACC).
- 4Langkah 4: Hitung Biaya Modal Investasi (Capital Charge = Total Modal x WACC).
- 5Langkah 5: Hitung EVA (EVA = NOPAT - Biaya Modal Investasi).
- 6Langkah 6: Analisis hasil EVA (positif, negatif, atau nol) dan bandingkan trennya dari waktu ke waktu atau dengan pesaing.
- 7Langkah 7: Gunakan informasi EVA sebagai salah satu faktor pendukung dalam keputusan investasi.
Contoh Penggunaan Economic Value Added (EVA) dalam Trading
Seorang investor menganalisis dua perusahaan teknologi, Perusahaan A dan Perusahaan B.
Perusahaan A:
NOPAT = Rp 100 Miliar
Total Modal Investasi = Rp 500 Miliar
WACC = 12%
Biaya Modal Investasi = Rp 500 Miliar * 12% = Rp 60 Miliar
EVA Perusahaan A = Rp 100 Miliar - Rp 60 Miliar = Rp 40 Miliar
Perusahaan B:
NOPAT = Rp 80 Miliar
Total Modal Investasi = Rp 700 Miliar
WACC = 10%
Biaya Modal Investasi = Rp 700 Miliar * 10% = Rp 70 Miliar
EVA Perusahaan B = Rp 80 Miliar - Rp 70 Miliar = Rp 10 Miliar
Meskipun Perusahaan B memiliki NOPAT yang lebih rendah, investor melihat bahwa Perusahaan A menghasilkan EVA yang jauh lebih tinggi (Rp 40 Miliar vs Rp 10 Miliar). Ini menunjukkan bahwa Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan modalnya untuk menciptakan nilai ekonomi di atas biaya modalnya. Investor mungkin akan lebih cenderung berinvestasi di Perusahaan A karena kinerjanya yang lebih baik dalam menciptakan nilai tambah.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: NOPAT, WACC, Laba Bersih, Biaya Modal, Analisis Keuangan, Valuasi Perusahaan
Pertanyaan Umum tentang Economic Value Added (EVA)
Apa perbedaan utama antara EVA dan laba bersih akuntansi?
Laba bersih akuntansi hanya memperhitungkan biaya operasional dan bunga, sementara EVA juga memperhitungkan biaya modal ekuitas, memberikan gambaran yang lebih akurat tentang penciptaan nilai ekonomi riil.
Apakah EVA hanya relevan untuk perusahaan besar?
Tidak, EVA adalah metrik yang dapat diterapkan pada perusahaan dari berbagai ukuran, mulai dari startup hingga korporasi multinasional, untuk mengevaluasi efisiensi penggunaan modal.
Bagaimana cara meningkatkan nilai EVA suatu perusahaan?
Nilai EVA dapat ditingkatkan dengan dua cara utama: meningkatkan NOPAT (misalnya melalui peningkatan penjualan atau efisiensi operasional) atau mengurangi biaya modal (misalnya dengan restrukturisasi utang atau meningkatkan efisiensi operasional).