4 menit baca 887 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example

  • Efficiency Ratio (ER) adalah metrik untuk mengevaluasi seberapa efisien pergerakan harga suatu aset.
  • ER dihitung dengan membandingkan total keuntungan harga (Price Gain) dengan total kerugian harga (Price Loss) dalam periode waktu yang ditentukan.
  • Nilai ER di atas 1 menunjukkan potensi keuntungan lebih besar dari kerugian, sementara nilai di bawah 1 mengindikasikan sebaliknya.
  • Ini membantu trader dan investor memahami rasio risiko-imbalan dari sebuah instrumen investasi.
  • ER dapat dihitung untuk berbagai instrumen seperti saham, forex, atau aset kripto.

📑 Daftar Isi

Apa itu Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example?

Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example adalah Efficiency Ratio (ER) mengukur efektivitas trading/investasi dengan membandingkan total kenaikan harga terhadap total penurunan harga dalam periode tertentu.

Penjelasan Lengkap tentang Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example

Apa itu Efficiency Ratio?

Efficiency Ratio (ER) adalah sebuah indikator teknis yang digunakan dalam dunia trading dan investasi untuk mengukur efektivitas pergerakan harga suatu aset dalam periode waktu tertentu. Indikator ini berfokus pada perbandingan antara total keuntungan harga (price gain) yang berhasil dicapai dengan total kerugian harga (price loss) yang dialami.

Ide dasar di balik penggunaan Efficiency Ratio adalah untuk memberikan gambaran kuantitatif mengenai seberapa efisien sebuah instrumen investasi dalam menghasilkan pergerakan harga yang menguntungkan dibandingkan dengan pergerakan harga yang merugikan. Dengan kata lain, ER membantu trader dan investor memahami apakah sebuah aset cenderung bergerak naik lebih kuat atau turun lebih dalam dalam rentang waktu yang diamati.

Rumus Efficiency Ratio

Perhitungan Efficiency Ratio cukup sederhana dan didasarkan pada dua komponen utama:

  • Total Price Gain (PG): Ini adalah jumlah total dari semua pergerakan harga positif (kenaikan) dalam periode yang ditentukan.
  • Total Price Loss (PL): Ini adalah jumlah total dari semua pergerakan harga negatif (penurunan) dalam periode yang ditentukan.

Rumus dasarnya adalah:

ER = PG / PL

Bagaimana Menghitung PG dan PL?

Untuk menghitung PG dan PL, Anda perlu menentukan periode waktu yang ingin Anda analisis. Periode ini bisa harian, mingguan, bulanan, atau bahkan periode trading spesifik. Kemudian, Anda akan menjumlahkan semua kenaikan harga pada periode tersebut untuk mendapatkan PG, dan menjumlahkan semua penurunan harga pada periode yang sama untuk mendapatkan PL.

Contohnya, jika Anda ingin menghitung ER untuk 14 periode (misalnya, 14 hari trading), Anda akan menjumlahkan semua kenaikan harga harian selama 14 hari tersebut untuk PG, dan menjumlahkan semua penurunan harga harian selama 14 hari tersebut untuk PL.

Interpretasi Efficiency Ratio

  • ER > 1: Menunjukkan bahwa total kenaikan harga (PG) lebih besar daripada total penurunan harga (PL). Ini mengindikasikan bahwa aset tersebut cenderung bergerak lebih kuat ke arah atas dan berpotensi memberikan keuntungan yang lebih besar.
  • ER < 1: Menunjukkan bahwa total penurunan harga (PL) lebih besar daripada total kenaikan harga (PG). Ini mengindikasikan bahwa aset tersebut cenderung mengalami kerugian yang lebih besar atau pergerakan positifnya kurang signifikan.
  • ER = 1: Menunjukkan bahwa total kenaikan harga sama dengan total penurunan harga.

Semakin tinggi nilai ER, semakin efisien pergerakan harga aset tersebut dalam menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, semakin rendah nilai ER, semakin kurang efisien aset tersebut dan berpotensi lebih berisiko.

Cara Menggunakan Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example

Efficiency Ratio dapat digunakan sebagai alat bantu untuk menilai potensi pergerakan harga suatu aset dan mengelola risiko trading.

  1. 1Tentukan periode waktu analisis (misalnya, 14 hari, 30 hari).
  2. 2Hitung total Price Gain (PG) dari semua pergerakan harga positif dalam periode tersebut.
  3. 3Hitung total Price Loss (PL) dari semua pergerakan harga negatif dalam periode tersebut.
  4. 4Bagi PG dengan PL untuk mendapatkan nilai Efficiency Ratio (ER).
  5. 5Interpretasikan nilai ER: ER > 1 menunjukkan efisiensi positif, ER < 1 menunjukkan efisiensi negatif.
  6. 6Gunakan ER sebagai salah satu faktor dalam keputusan trading Anda, dikombinasikan dengan indikator lain.

Contoh Penggunaan Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example dalam Trading

Misalkan Anda menganalisis saham XYZ selama 30 hari terakhir. Setelah menghitung, Anda menemukan bahwa total Price Gain (PG) adalah Rp 15.000 dan total Price Loss (PL) adalah Rp 10.000.

Maka, Efficiency Ratio (ER) saham XYZ adalah:
ER = PG / PL = Rp 15.000 / Rp 10.000 = 1.5

Dengan ER sebesar 1.5, ini menunjukkan bahwa saham XYZ lebih efisien dalam menghasilkan kenaikan harga dibandingkan penurunan harga selama periode 30 hari tersebut. Trader mungkin menganggap ini sebagai sinyal positif untuk potensi investasi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Price Gain, Price Loss, Indikator Teknis, Analisis Teknikal, Manajemen Risiko, Trading Forex, Investasi Saham

Pertanyaan Umum tentang Efficiency Ratio: Definition, Formula, and Example

Apakah Efficiency Ratio hanya digunakan untuk saham?

Tidak, Efficiency Ratio dapat digunakan untuk berbagai instrumen keuangan seperti pasangan mata uang di forex, komoditas, atau aset kripto, selama ada data pergerakan harga yang dapat dianalisis.

Berapa periode waktu yang ideal untuk menghitung Efficiency Ratio?

Tidak ada periode waktu yang 'ideal' secara universal. Pilihan periode tergantung pada strategi trading Anda. Trader jangka pendek mungkin menggunakan periode yang lebih singkat (misalnya, 5-14 hari), sementara trader jangka panjang bisa menggunakan periode yang lebih panjang (misalnya, 30-60 hari).

Apakah Efficiency Ratio bisa memberikan sinyal beli atau jual secara langsung?

Efficiency Ratio lebih berfungsi sebagai alat ukur efisiensi pergerakan harga. Ia tidak memberikan sinyal beli atau jual secara langsung seperti beberapa indikator lain. Namun, nilai ER yang tinggi atau rendah dapat menjadi konfirmasi atau pertimbangan dalam strategi trading Anda.