4 menit baca 824 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used
- Aturan Empiris (68-95-99.7) menjelaskan sebaran data dalam distribusi normal.
- 68% data berada dalam 1 standar deviasi dari rata-rata (mean).
- 95% data berada dalam 2 standar deviasi dari rata-rata (mean).
- 99.7% data berada dalam 3 standar deviasi dari rata-rata (mean).
- Dapat digunakan dalam trading untuk mengukur volatilitas dan potensi risiko aset.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used?
Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used adalah Aturan Empiris (68-95-99.7) adalah prinsip statistik yang memprediksi persentase data dalam distribusi normal berada dalam 1, 2, dan 3 standar deviasi dari rata-rata.
Penjelasan Lengkap tentang Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used
Aturan Empiris, yang juga dikenal sebagai Aturan 68-95-99.7, adalah prinsip fundamental dalam statistik yang memberikan perkiraan tentang bagaimana data terdistribusi dalam kurva lonceng (distribusi normal). Aturan ini sangat berguna karena mengasumsikan bahwa sebagian besar data dalam suatu populasi akan mengelompok di sekitar nilai rata-rata (mean), dan penyimpangannya dapat diukur menggunakan standar deviasi.
Prinsip Dasar Aturan Empiris
Aturan Empiris menyatakan bahwa untuk distribusi data yang mendekati normal:
- Sekitar 68% dari seluruh titik data akan jatuh dalam rentang satu standar deviasi dari nilai rata-rata (mean).
- Sekitar 95% dari seluruh titik data akan jatuh dalam rentang dua standar deviasi dari nilai rata-rata (mean).
- Sekitar 99.7% dari seluruh titik data akan jatuh dalam rentang tiga standar deviasi dari nilai rata-rata (mean).
Rumus Aturan Empiris
Secara matematis, jika 'μ' adalah rata-rata (mean) dan 'σ' adalah standar deviasi, maka:
- 68% data berada dalam rentang: μ ± 1σ
- 95% data berada dalam rentang: μ ± 2σ
- 99.7% data berada dalam rentang: μ ± 3σ
Aplikasi dalam Trading dan Investasi
Dalam dunia trading dan investasi, Aturan Empiris menjadi alat yang berharga untuk memahami dan mengelola risiko. Volatilitas harga aset sering kali diasumsikan mengikuti distribusi normal, memungkinkan trader untuk:
- Mengukur Potensi Pergerakan Harga: Dengan mengetahui rata-rata pergerakan harga dan standar deviasinya, trader dapat memperkirakan rentang harga yang paling mungkin dicapai oleh aset dalam periode tertentu.
- Menilai Tingkat Risiko: Standar deviasi yang lebih besar menunjukkan volatilitas yang lebih tinggi dan potensi risiko yang lebih besar pula. Aturan Empiris membantu menguantifikasi risiko ini.
- Menentukan Level Stop Loss dan Take Profit: Trader dapat menggunakan rentang yang ditentukan oleh Aturan Empiris untuk menetapkan level stop loss yang wajar untuk membatasi kerugian, serta level take profit untuk mengunci keuntungan.
- Membandingkan Aset: Aturan Empiris memungkinkan perbandingan risiko antar aset yang berbeda berdasarkan volatilitas historis mereka.
Penting untuk dicatat bahwa Aturan Empiris paling akurat ketika data benar-benar terdistribusi secara normal. Dalam praktiknya, pasar keuangan mungkin menunjukkan penyimpangan dari distribusi normal, terutama selama periode volatilitas ekstrem.
Cara Menggunakan Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used
Memanfaatkan Aturan Empiris dalam trading melibatkan perhitungan rata-rata dan standar deviasi dari pergerakan harga aset, lalu menginterpretasikan rentang tersebut untuk pengambilan keputusan.
- 1Langkah 1: Kumpulkan data historis pergerakan harga aset (misalnya, harga penutupan harian selama periode tertentu).
- 2Langkah 2: Hitung rata-rata (mean) dari data harga tersebut.
- 3Langkah 3: Hitung standar deviasi dari data harga tersebut.
- 4Langkah 4: Terapkan Aturan Empiris untuk menentukan rentang harga yang paling mungkin terjadi (μ ± 1σ, μ ± 2σ, μ ± 3σ). Gunakan rentang ini untuk menginformasikan strategi trading, seperti penetapan level stop loss dan take profit, serta penilaian risiko.
Contoh Penggunaan Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used dalam Trading
Misalkan sebuah saham XYZ memiliki rata-rata pergerakan harga harian sebesar $50 dengan standar deviasi $5. Menggunakan Aturan Empiris:
- Dalam 68% kasus, harga saham akan berada di antara $45 ($50 - $5) dan $55 ($50 + $5).
- Dalam 95% kasus, harga saham akan berada di antara $40 ($50 - 2*$5) dan $60 ($50 + 2*$5).
- Dalam 99.7% kasus, harga saham akan berada di antara $35 ($50 - 3*$5) dan $65 ($50 + 3*$5).
Seorang trader dapat menggunakan informasi ini untuk menetapkan stop loss di bawah $45 (misalnya, $44) dan target profit di atas $55 (misalnya, $56), dengan keyakinan bahwa pergerakan di luar rentang 2 atau 3 standar deviasi lebih jarang terjadi.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Distribusi Normal, Mean (Rata-rata), Standar Deviasi, Volatilitas, Manajemen Risiko, Analisis Statistik, Kurva Lonceng
Pertanyaan Umum tentang Empirical Rule: Definition, Formula, Example, How It's Used
Apakah Aturan Empiris hanya berlaku untuk data keuangan?
Tidak, Aturan Empiris adalah prinsip statistik umum yang dapat diterapkan pada distribusi data apa pun yang mendekati normal di berbagai bidang, tidak hanya keuangan.
Bagaimana jika data tidak terdistribusi normal?
Jika data tidak terdistribusi normal, Aturan Empiris mungkin tidak memberikan perkiraan yang akurat. Dalam kasus seperti itu, metode statistik lain mungkin lebih sesuai.
Seberapa penting standar deviasi dalam trading?
Standar deviasi sangat penting dalam trading karena mengukur volatilitas aset. Standar deviasi yang lebih tinggi menunjukkan risiko yang lebih besar tetapi juga potensi keuntungan yang lebih besar, dan sebaliknya.