4 menit baca 777 kata Diperbarui: 14 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Engel's Law
- Hukum Engel mengamati perubahan pola pengeluaran konsumen berdasarkan tingkat pendapatan.
- Pendapatan meningkat berarti persentase belanja kebutuhan pokok (makanan, sandang) menurun.
- Pendapatan meningkat juga berarti persentase belanja barang non-esensial (mewah, hiburan) cenderung meningkat.
- Dalam investasi, hukum ini membantu menganalisis stabilitas permintaan produk perusahaan.
- Perusahaan kebutuhan pokok lebih stabil saat ekonomi bergejolak dibandingkan perusahaan barang mewah.
📑 Daftar Isi
Apa itu Engel's Law?
Engel's Law adalah Hukum Engel menyatakan bahwa seiring kenaikan pendapatan, proporsi belanja untuk kebutuhan pokok menurun, sementara belanja untuk barang mewah meningkat.
Penjelasan Lengkap tentang Engel's Law
Hukum Engel (Engel's Law) dalam Ekonomi dan Investasi
Hukum Engel, yang dicetuskan oleh ahli statistik Prusia Ernst Engel pada abad ke-19, adalah sebuah teori ekonomi fundamental yang mengamati hubungan antara pendapatan dan pola pengeluaran konsumen. Inti dari hukum ini adalah bahwa ketika pendapatan rumah tangga meningkat, persentase dari total pendapatan yang dialokasikan untuk kebutuhan pokok seperti makanan, minuman, dan sandang cenderung menurun. Sebaliknya, seiring dengan peningkatan pendapatan, masyarakat cenderung mengalokasikan persentase yang lebih besar dari anggaran mereka untuk barang dan jasa yang bersifat non-esensial atau mewah, seperti hiburan, rekreasi, pendidikan lanjutan, dan barang-barang tahan lama yang lebih mahal.
Dalam konteks dunia trading dan investasi, pemahaman terhadap Hukum Engel menjadi alat analisis yang berharga, terutama dalam melakukan analisis fundamental terhadap perusahaan. Teori ini memungkinkan para trader dan investor untuk memprediksi pola permintaan konsumen terhadap produk-produk yang ditawarkan oleh suatu perusahaan, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kinerja keuangan perusahaan tersebut.
Aplikasi Hukum Engel dalam Analisis Investasi
- Perusahaan Kebutuhan Pokok (Esensial): Perusahaan yang bergerak di sektor barang-barang kebutuhan mendasar seperti makanan, minuman, dan produk sanitasi cenderung memiliki permintaan yang relatif stabil, terlepas dari fluktuasi kondisi ekonomi. Hal ini karena kebutuhan pokok tetap harus dipenuhi oleh konsumen, bahkan ketika pendapatan mereka menurun atau ekonomi sedang lesu. Oleh karena itu, investasi pada perusahaan semacam ini sering dianggap lebih defensif.
- Perusahaan Barang Non-Esensial (Mewah/Diskresioner): Sebaliknya, perusahaan yang menjual produk atau jasa yang tidak termasuk kebutuhan pokok, seperti gadget terbaru, kendaraan mewah, liburan, atau pakaian desainer, memiliki permintaan yang lebih rentan terhadap perubahan ekonomi. Ketika pendapatan konsumen menurun atau ketidakpastian ekonomi meningkat, konsumen cenderung menunda atau mengurangi pengeluaran untuk barang-barang diskresioner ini demi memprioritaskan kebutuhan yang lebih mendesak.
Dengan memahami Hukum Engel, seorang trader atau investor dapat melakukan proyeksi yang lebih akurat mengenai pendapatan dan profitabilitas suatu perusahaan. Analisis ini membantu dalam mengidentifikasi perusahaan yang memiliki potensi pertumbuhan yang stabil dalam berbagai siklus ekonomi, serta perusahaan yang mungkin lebih berisiko selama periode perlambatan ekonomi. Hal ini merupakan bagian krusial dari strategi investasi yang bijak dan terinformasi.
Cara Menggunakan Engel's Law
Gunakan Hukum Engel untuk menganalisis stabilitas permintaan produk perusahaan dan memprediksi dampaknya terhadap kinerja keuangan, terutama saat melakukan analisis fundamental.
- 1Identifikasi jenis produk utama yang dijual oleh perusahaan yang akan Anda analisis (kebutuhan pokok vs. non-esensial).
- 2Perkirakan bagaimana perubahan tingkat pendapatan konsumen secara umum akan memengaruhi permintaan produk perusahaan tersebut.
- 3Evaluasi stabilitas permintaan dalam berbagai skenario ekonomi (pertumbuhan, resesi, inflasi).
- 4Gunakan wawasan ini untuk menilai risiko dan potensi pengembalian investasi pada perusahaan tersebut.
Contoh Penggunaan Engel's Law dalam Trading
Seorang investor sedang mempertimbangkan untuk membeli saham dua perusahaan: PT Makanan Sehat Tbk (produsen bahan makanan pokok) dan PT Gadget Canggih Tbk (produsen smartphone terbaru). Dengan menerapkan Hukum Engel, investor tersebut menyadari bahwa meskipun pendapatan masyarakat secara umum menurun akibat resesi, permintaan untuk produk PT Makanan Sehat Tbk kemungkinan akan tetap kuat karena makanan adalah kebutuhan primer. Di sisi lain, permintaan untuk smartphone terbaru dari PT Gadget Canggih Tbk kemungkinan akan menurun secara signifikan karena konsumen akan menunda pembelian barang mewah atau diskresioner tersebut. Oleh karena itu, investor memutuskan bahwa saham PT Makanan Sehat Tbk menawarkan investasi yang lebih aman dalam kondisi ekonomi yang tidak pasti.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Fundamental, Permintaan Konsumen, Elastisitas Harga, Siklus Ekonomi, Barang Esensial, Barang Mewah, Pendapatan Disposabel
Pertanyaan Umum tentang Engel's Law
Apakah Hukum Engel hanya berlaku untuk negara maju?
Hukum Engel umumnya berlaku universal, namun intensitas dan kecepatan perubahannya dapat bervariasi tergantung pada tingkat pembangunan ekonomi, budaya, dan struktur sosial suatu negara.
Bagaimana Hukum Engel berhubungan dengan inflasi?
Inflasi dapat memengaruhi daya beli konsumen. Jika inflasi menyebabkan harga kebutuhan pokok naik tajam, persentase pengeluaran untuk makanan bisa tetap tinggi atau bahkan naik, meskipun pendapatan riil menurun. Namun, secara teori, Hukum Engel lebih fokus pada perubahan proporsional pengeluaran seiring kenaikan pendapatan nominal.
Selain pendapatan, faktor apa lagi yang memengaruhi pola pengeluaran konsumen?
Faktor lain yang signifikan meliputi usia, ukuran keluarga, tingkat pendidikan, preferensi pribadi, ketersediaan kredit, ekspektasi masa depan, dan kebijakan pemerintah (misalnya, pajak atau subsidi).