5 menit baca 931 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)

  • EV/Sales mengukur nilai total perusahaan (termasuk hutang dan ekuitas) terhadap total penjualannya.
  • Rasio yang lebih rendah umumnya menunjukkan perusahaan dinilai lebih murah dibandingkan pendapatannya.
  • Rasio yang lebih tinggi mengindikasikan perusahaan dinilai lebih mahal relatif terhadap penjualannya.
  • Sangat berguna untuk membandingkan perusahaan dalam industri yang sama, terutama yang belum profitabel.
  • Harus digunakan bersama rasio keuangan lain untuk analisis yang komprehensif.

📑 Daftar Isi

Apa itu Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)?

Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales) adalah EV/Sales adalah rasio valuasi perusahaan yang membandingkan nilai total perusahaan (EV) dengan total pendapatannya. Rasio ini mengukur seberapa 'murah' atau 'mahal' sebuah perusahaan relatif terhadap penjualannya.

Penjelasan Lengkap tentang Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)

Apa itu Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)?

Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales) adalah sebuah rasio valuasi keuangan yang krusial dalam analisis fundamental perusahaan. Rasio ini memberikan gambaran mengenai seberapa besar nilai pasar suatu perusahaan jika dibandingkan dengan total pendapatan penjualan yang berhasil dihasilkannya dalam periode waktu tertentu (biasanya satu tahun). Berbeda dengan rasio Price-to-Sales (P/S) yang hanya menggunakan kapitalisasi pasar, EV/Sales menggunakan Enterprise Value (EV) sebagai pembilang. Enterprise Value sendiri mencakup nilai pasar total perusahaan, termasuk kapitalisasi pasar (nilai saham), hutang bersih (total hutang dikurangi kas dan setara kas), serta kepentingan non-pengendali (minority interest).

Rumus Perhitungan EV/Sales

Perhitungan EV/Sales cukup lugas:

EV/Sales = Enterprise Value / Total Pendapatan Penjualan

Di mana:

  • Enterprise Value (EV) = Kapitalisasi Pasar + Total Hutang - Kas & Setara Kas
  • Total Pendapatan Penjualan = Total omzet perusahaan dalam periode tertentu.

Mengapa EV/Sales Penting?

Rasio EV/Sales memiliki beberapa kegunaan signifikan:

  • Membandingkan Perusahaan dalam Industri yang Sama: Rasio ini sangat efektif untuk membandingkan valuasi antar perusahaan, terutama dalam industri yang memiliki model bisnis serupa. Ini memungkinkan investor untuk mengidentifikasi perusahaan mana yang mungkin undervalued atau overvalued relatif terhadap pesaingnya.
  • Analisis Perusahaan yang Belum Profitabel: EV/Sales menjadi alat yang sangat berharga ketika menganalisis perusahaan yang mungkin belum menghasilkan keuntungan (profit) atau bahkan masih merugi. Dalam kasus seperti ini, rasio P/S mungkin kurang relevan karena fokusnya pada pendapatan, bukan laba.
  • Mengukur Efisiensi Pendapatan: Rasio ini secara implisit mengukur seberapa efisien perusahaan dalam menghasilkan pendapatan dari seluruh struktur modalnya.

Interpretasi Rasio EV/Sales

Interpretasi rasio EV/Sales adalah sebagai berikut:

  • EV/Sales Rendah: Umumnya mengindikasikan bahwa perusahaan dinilai relatif murah oleh pasar jika dibandingkan dengan jumlah pendapatan yang dihasilkannya. Ini bisa menjadi sinyal positif bagi investor yang mencari peluang beli.
  • EV/Sales Tinggi: Menunjukkan bahwa pasar menilai perusahaan lebih mahal dalam kaitannya dengan total penjualannya. Ini bisa berarti saham perusahaan tersebut sudah 'mahal' atau pasar memiliki ekspektasi pertumbuhan yang sangat tinggi di masa depan.

Keterbatasan EV/Sales

Meskipun bermanfaat, EV/Sales memiliki keterbatasan:

  • Hanya Berfokus pada Pendapatan: Rasio ini mengabaikan faktor profitabilitas, arus kas, dan efisiensi operasional perusahaan. Oleh karena itu, sangat penting untuk tidak membuat keputusan investasi hanya berdasarkan rasio EV/Sales saja.
  • Perbedaan Industri: Angka EV/Sales yang dianggap 'wajar' dapat sangat bervariasi antar industri.

Untuk analisis yang lebih mendalam, EV/Sales sebaiknya dikombinasikan dengan rasio keuangan lainnya seperti P/E Ratio, Debt-to-Equity Ratio, dan Gross Profit Margin.

Cara Menggunakan Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)

Investor dan analis menggunakan EV/Sales untuk membandingkan valuasi perusahaan dalam industri yang sama, terutama perusahaan yang belum profitabel, guna mengidentifikasi potensi investasi yang menarik.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi perusahaan-perusahaan dalam industri yang sama yang ingin Anda analisis.
  2. 2Langkah 2: Hitung Enterprise Value (EV) untuk setiap perusahaan (Kapitalisasi Pasar + Hutang Bersih).
  3. 3Langkah 3: Dapatkan data total pendapatan penjualan untuk setiap perusahaan dari laporan keuangan mereka.
  4. 4Langkah 4: Hitung rasio EV/Sales untuk setiap perusahaan dengan membagi EV dengan total pendapatan penjualan.
  5. 5Langkah 5: Bandingkan rasio EV/Sales antar perusahaan. Rasio yang lebih rendah dapat mengindikasikan valuasi yang lebih menarik.
  6. 6Langkah 6: Gunakan hasil perbandingan ini sebagai salah satu faktor dalam keputusan investasi Anda, dikombinasikan dengan analisis rasio lainnya.

Contoh Penggunaan Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales) dalam Trading

Misalkan ada dua perusahaan teknologi, AlphaTech dan BetaSoft, yang bergerak di bidang yang sama. Keduanya belum mencetak laba bersih, namun memiliki pendapatan yang solid.

  • AlphaTech: Kapitalisasi Pasar = $5 miliar, Hutang Bersih = $1 miliar. Total Pendapatan Penjualan = $2 miliar.
  • BetaSoft: Kapitalisasi Pasar = $8 miliar, Hutang Bersih = $2 miliar. Total Pendapatan Penjualan = $3 miliar.

Perhitungan EV:

  • EV AlphaTech = $5 miliar + $1 miliar = $6 miliar
  • EV BetaSoft = $8 miliar + $2 miliar = $10 miliar

Perhitungan EV/Sales:

  • EV/Sales AlphaTech = $6 miliar / $2 miliar = 3x
  • EV/Sales BetaSoft = $10 miliar / $3 miliar = 3.33x

Berdasarkan rasio EV/Sales, AlphaTech (3x) tampak sedikit lebih murah dibandingkan BetaSoft (3.33x) dalam hal pendapatan penjualannya. Investor mungkin akan meneliti lebih lanjut AlphaTech untuk melihat apakah valuasi yang lebih rendah ini mencerminkan nilai intrinsik yang lebih baik atau ada faktor risiko lain yang belum terlihat.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Enterprise Value (EV), Price-to-Sales Ratio (P/S), Kapitalisasi Pasar, Hutang Bersih, Analisis Fundamental, Valuasi Perusahaan, Laporan Keuangan

Pertanyaan Umum tentang Enterprise Value-to-Sales (EV/Sales)

Apa perbedaan utama antara EV/Sales dan P/S Ratio?

Perbedaan utamanya terletak pada pembilang. P/S Ratio menggunakan Kapitalisasi Pasar, sedangkan EV/Sales menggunakan Enterprise Value yang mencakup kapitalisasi pasar, hutang bersih, dan kepentingan non-pengendali, sehingga memberikan gambaran valuasi yang lebih komprehensif.

Kapan EV/Sales paling berguna digunakan?

EV/Sales sangat berguna saat menganalisis perusahaan yang belum profitabel atau perusahaan dalam industri yang sedang berkembang pesat di mana pendapatan menjadi metrik utama pertumbuhan.

Apakah rasio EV/Sales yang tinggi selalu buruk?

Tidak selalu. Rasio EV/Sales yang tinggi bisa jadi wajar jika pasar memiliki ekspektasi pertumbuhan pendapatan yang sangat tinggi di masa depan atau jika perusahaan memiliki keunggulan kompetitif yang kuat. Namun, ini tetap perlu dianalisis lebih lanjut.