4 menit baca 738 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Equity Accounting

  • Equity Accounting digunakan saat investor punya pengaruh signifikan pada perusahaan penerbit saham.
  • Investasi dilaporkan sebagai aset dan nilainya disesuaikan dengan laba/rugi perusahaan.
  • Metode ini memberikan gambaran nilai investasi yang lebih akurat dibandingkan metode tradisional.
  • Memperhitungkan pembagian dividen laba dan dampak kerugian terhadap nilai saham.
  • Perhitungan bisa lebih kompleks namun memberikan wawasan mendalam tentang kesehatan investasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Equity Accounting?

Equity Accounting adalah Metode akuntansi untuk melaporkan investasi saham di mana investor memiliki pengaruh signifikan, mencerminkan laba/rugi perusahaan penerbit.

Penjelasan Lengkap tentang Equity Accounting

Apa itu Equity Accounting?

Equity Accounting, atau akuntansi ekuitas, adalah sebuah metode pelaporan keuangan yang esensial dalam dunia investasi, khususnya untuk saham. Metode ini diterapkan ketika seorang investor memiliki kepemilikan saham yang cukup signifikan dalam sebuah perusahaan, sehingga memberikan mereka pengaruh signifikan terhadap operasional dan keputusan bisnis perusahaan penerbit saham tersebut. Dalam praktiknya, investasi yang dilakukan di bawah metode akuntansi ekuitas akan dilaporkan sebagai bagian dari aset investor pada laporan keuangan mereka.

Prinsip Dasar Equity Accounting

Prinsip utama dari Equity Accounting adalah pengakuan atas laba atau rugi yang dihasilkan oleh perusahaan tempat investor menanamkan modalnya. Berbeda dengan metode pelaporan investasi tradisional yang mungkin hanya mencatat nilai investasi awal atau nilai pasar saat ini, akuntansi ekuitas secara dinamis menyesuaikan nilai investasi berdasarkan kinerja perusahaan penerbit. Ketika perusahaan penerbit saham membukukan laba, nilai investasi investor akan bertambah, dan sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian, nilai investasi tersebut akan berkurang.

Bagaimana Equity Accounting Bekerja?

  • Pengaruh Signifikan: Kunci utama penggunaan metode ini adalah adanya 'pengaruh signifikan'. Meskipun tidak mendominasi kepemilikan, investor dianggap memiliki pengaruh jika mereka dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan penting, seperti kebijakan dividen atau anggaran operasional.
  • Pelaporan Investasi: Investasi dilaporkan pada neraca investor sebagai aset. Nilai aset ini akan diperbarui secara berkala untuk mencerminkan bagian investor atas laba atau rugi yang dialami perusahaan penerbit.
  • Pembagian Laba dan Rugi: Jika perusahaan penerbit membukukan laba, investor akan menerima bagian dari laba tersebut, yang dapat direalisasikan melalui dividen atau peningkatan nilai ekuitas investasi. Sebaliknya, jika perusahaan mengalami kerugian, nilai investasi investor akan menurun sesuai proporsi kerugian tersebut.
  • Kompleksitas: Dibandingkan metode pelaporan investasi yang lebih sederhana, Equity Accounting melibatkan perhitungan yang lebih rumit dan penilaian yang cermat, termasuk penyesuaian untuk dividen dan perubahan ekuitas lainnya.

Keunggulan Equity Accounting

Meskipun lebih kompleks, Equity Accounting memberikan gambaran yang jauh lebih akurat mengenai nilai investasi yang sebenarnya dan kesehatan finansial dari perusahaan tempat investor menanamkan modalnya. Ini memungkinkan investor untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi berdasarkan kinerja aktual dari aset investasi mereka.

Cara Menggunakan Equity Accounting

Investor atau perusahaan yang menggunakan Equity Accounting perlu secara cermat memantau kinerja keuangan perusahaan penerbit saham dan menyesuaikan nilai investasinya sesuai dengan laba atau rugi yang dilaporkan.

  1. 1Identifikasi tingkat pengaruh kepemilikan saham pada perusahaan penerbit.
  2. 2Jika pengaruh signifikan teridentifikasi, gunakan metode Equity Accounting untuk pencatatan investasi.
  3. 3Pantau laporan keuangan perusahaan penerbit saham secara berkala (laporan laba rugi dan neraca).
  4. 4Sesuaikan nilai investasi pada laporan keuangan Anda dengan mengakui bagian proporsional dari laba atau rugi perusahaan penerbit.
  5. 5Perhitungkan dividen yang diterima atau perubahan ekuitas lainnya yang relevan.

Contoh Penggunaan Equity Accounting dalam Trading

Misalkan PT. Maju Jaya memiliki 25% saham di PT. Berkembang Pesat. PT. Berkembang Pesat melaporkan laba bersih sebesar Rp1.000.000.000 pada tahun buku ini. Menggunakan Equity Accounting, PT. Maju Jaya akan mengakui 25% dari laba tersebut, yaitu Rp250.000.000, sebagai peningkatan nilai investasinya di PT. Berkembang Pesat. Nilai investasi ini akan dicatat lebih tinggi pada neraca PT. Maju Jaya, mencerminkan performa positif perusahaan investee.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pengaruh Signifikan, Laporan Keuangan, Neraca, Laba Bersih, Dividen, Ekuitas, Investasi Saham

Pertanyaan Umum tentang Equity Accounting

Kapan metode Equity Accounting harus digunakan?

Metode ini digunakan ketika investor memiliki kepemilikan saham yang memberikan pengaruh signifikan pada perusahaan penerbit, bukan hanya sekadar kepemilikan pasif.

Apa perbedaan utama Equity Accounting dengan metode investasi tradisional?

Equity Accounting menyesuaikan nilai investasi dengan laba/rugi perusahaan penerbit, sementara metode tradisional mungkin hanya mencatat nilai awal atau nilai pasar.

Apakah Equity Accounting berlaku untuk semua jenis investasi?

Tidak, Equity Accounting secara spesifik dirancang untuk investasi saham di mana investor memiliki pengaruh signifikan. Untuk investasi lain, metode yang berbeda mungkin berlaku.

Bagaimana jika perusahaan penerbit saham membagikan dividen?

Dividen yang diterima dari perusahaan penerbit akan mengurangi nilai tercatat investasi dalam Equity Accounting, karena dividen tersebut dianggap sebagai pengembalian sebagian dari investasi awal.