4 menit baca 802 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Escrow Agreement

  • Escrow Agreement adalah kontrak yang mengikat antara pihak pembeli, penjual, dan agen escrow.
  • Escrow account berfungsi sebagai rekening penampungan dana atau aset yang aman.
  • Perjanjian ini memastikan dana/aset hanya dilepaskan setelah semua syarat transaksi terpenuhi.
  • Melindungi kedua belah pihak dari risiko penipuan, wanprestasi, atau perselisihan.
  • Meningkatkan kepercayaan dan kelancaran dalam transaksi bernilai tinggi atau kompleks.

📑 Daftar Isi

Apa itu Escrow Agreement?

Escrow Agreement adalah Perjanjian yang mengatur penggunaan rekening terpisah (escrow account) oleh pihak ketiga netral untuk mengamankan dana/aset dalam transaksi trading atau investasi.

Penjelasan Lengkap tentang Escrow Agreement

Escrow Agreement adalah sebuah kontrak hukum yang secara formal mengatur penggunaan escrow account dalam sebuah transaksi. Perjanjian ini melibatkan tiga pihak utama: pihak pembeli (atau investor), pihak penjual (atau penerima dana), dan pihak ketiga yang netral yang bertindak sebagai agen escrow. Agen escrow inilah yang akan mengelola rekening terpisah (escrow account) untuk menampung dana atau aset yang menjadi objek transaksi.

Tujuan Utama Escrow Agreement

Tujuan fundamental dari escrow agreement adalah untuk menciptakan lingkungan transaksi yang aman dan terpercaya. Dalam konteks trading forex, investasi properti, merger dan akuisisi, atau investasi startup, escrow agreement memastikan bahwa:

  • Keamanan Dana/Aset: Dana atau aset yang ditransaksikan tidak langsung diterima oleh salah satu pihak, melainkan disimpan sementara di rekening escrow.
  • Pemenuhan Syarat: Dana atau aset hanya akan dilepaskan oleh agen escrow ketika semua kondisi dan persyaratan yang tertuang dalam perjanjian escrow telah dipenuhi oleh kedua belah pihak.
  • Perlindungan dari Risiko: Perjanjian ini melindungi kedua belah pihak dari potensi risiko seperti penipuan, kegagalan salah satu pihak untuk memenuhi kewajibannya (wanprestasi), atau perselisihan yang mungkin timbul selama proses transaksi.

Mekanisme Kerja Escrow Account

Escrow account dioperasikan oleh pihak ketiga yang independen dan terpercaya, seperti bank, firma hukum, atau perusahaan escrow khusus. Pihak ketiga ini bertindak sebagai perantara yang tidak memihak, memastikan bahwa seluruh proses berjalan sesuai dengan ketentuan yang disepakati. Ketika transaksi selesai dan semua persyaratan terpenuhi, agen escrow akan melepaskan dana atau aset kepada pihak yang berhak. Sebaliknya, jika persyaratan tidak terpenuhi, dana atau aset dapat dikembalikan kepada pembeli atau dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Manfaat dalam Trading dan Investasi

Dalam dunia trading dan investasi, penggunaan escrow agreement sangat krusial, terutama untuk transaksi yang melibatkan jumlah besar atau memiliki kompleksitas tinggi. Hal ini tidak hanya mempercepat proses transaksi yang seharusnya rumit, tetapi juga meminimalkan potensi kesalahan teknis atau administratif yang bisa berujung pada kerugian.

Cara Menggunakan Escrow Agreement

Escrow Agreement digunakan untuk mengamankan dana atau aset dalam transaksi yang memerlukan jaminan pemenuhan syarat sebelum pelepasan dana.

  1. 11. Identifikasi Kebutuhan: Tentukan apakah transaksi Anda memerlukan jaminan keamanan dan pemenuhan syarat sebelum dana dilepaskan.
  2. 22. Pilih Agen Escrow: Cari dan pilih pihak ketiga yang netral dan terpercaya (bank, firma hukum, perusahaan escrow).
  3. 33. Susun Perjanjian: Buat atau tinjau Escrow Agreement yang merinci semua syarat, ketentuan, kewajiban masing-masing pihak, dan instruksi pelepasan dana.
  4. 44. Setor Dana/Aset: Pihak pembeli menyetorkan dana atau aset ke dalam escrow account yang dikelola oleh agen escrow.
  5. 55. Pemenuhan Syarat: Kedua belah pihak bekerja untuk memenuhi semua persyaratan yang telah disepakati.
  6. 66. Pelepasan Dana/Aset: Setelah semua syarat terpenuhi, agen escrow akan melepaskan dana atau aset sesuai instruksi dalam perjanjian.

Contoh Penggunaan Escrow Agreement dalam Trading

Dalam sebuah transaksi pembelian properti bernilai miliaran rupiah, pembeli dan penjual sepakat menggunakan layanan escrow. Pembeli menyetorkan uang muka ke dalam escrow account yang dikelola oleh sebuah bank. Bank akan menahan dana tersebut sampai semua dokumen legalitas properti selesai diurus, sertifikat hak milik diperbarui atas nama pembeli, dan semua tunggakan pajak dan biaya terkait dilunasi oleh penjual. Setelah semua syarat ini diverifikasi dan dipenuhi, bank sebagai agen escrow akan melepaskan dana ke rekening penjual. Jika salah satu pihak gagal memenuhi kewajibannya, dana dapat dikembalikan ke pembeli atau dialokasikan sesuai dengan kesepakatan dalam Escrow Agreement.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Escrow Account, Agen Escrow, Trading Forex, Investasi Properti, Perjanjian Kontrak, Wanprestasi, Due Diligence

Pertanyaan Umum tentang Escrow Agreement

Siapa saja pihak yang terlibat dalam Escrow Agreement?

Pihak yang terlibat adalah pembeli (atau investor), penjual (atau penerima dana), dan agen escrow (pihak ketiga yang netral).

Kapan Escrow Agreement biasanya digunakan?

Biasanya digunakan dalam transaksi bernilai tinggi atau kompleks seperti pembelian properti, merger dan akuisisi, investasi startup, atau transaksi online besar untuk memastikan keamanan dana.

Apa yang terjadi jika salah satu pihak tidak memenuhi syarat dalam Escrow Agreement?

Jika salah satu pihak tidak memenuhi syarat, agen escrow akan bertindak sesuai instruksi dalam perjanjian. Dana bisa dikembalikan kepada pembeli, ditahan, atau dialokasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku untuk menyelesaikan sengketa atau kerugian.

Apakah Escrow Agreement wajib dalam setiap transaksi?

Tidak wajib, namun sangat direkomendasikan untuk transaksi yang memerlukan tingkat keamanan dan kepastian tinggi guna melindungi kepentingan semua pihak yang terlibat.