3 menit baca 697 kata Diperbarui: 14 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Excess Return

  • Excess Return mengukur kinerja investasi yang melampaui ekspektasi pada tingkat risiko yang setara.
  • Ini adalah perbedaan antara pengembalian aktual investasi dan pengembalian benchmark.
  • Merupakan indikator keberhasilan investasi dalam menghasilkan nilai tambah.
  • Faktor pasar, risiko, dan ekonomi makro memengaruhi besaran Excess Return.
  • Perlu pemantauan berkala karena sifatnya yang fluktuatif.

📑 Daftar Isi

Apa itu Excess Return?

Excess Return adalah Keuntungan investasi di atas tingkat yang diharapkan untuk tingkat risiko yang sama, seringkali diukur terhadap benchmark.

Penjelasan Lengkap tentang Excess Return

Apa itu Excess Return?

Dalam dunia trading dan investasi, Excess Return (Pengembalian Berlebih) merujuk pada keuntungan yang dihasilkan oleh sebuah investasi atau portofolio yang secara signifikan melampaui tingkat pengembalian yang seharusnya diharapkan pada tingkat risiko yang sama. Konsep ini sangat erat kaitannya dengan penggunaan benchmark, yaitu tolok ukur atau standar pengembalian yang dijadikan acuan.

Peran Benchmark dalam Menentukan Excess Return

Benchmark berfungsi sebagai patokan untuk mengukur kinerja investasi. Idealnya, sebuah investasi dengan tingkat risiko tertentu diharapkan memberikan pengembalian sesuai dengan benchmark yang relevan. Excess Return kemudian dihitung sebagai selisih antara pengembalian aktual yang dicapai oleh investasi atau portofolio dengan pengembalian yang ditawarkan oleh benchmark tersebut.

Secara matematis, rumus sederhananya adalah:

Excess Return = Pengembalian Aktual Investasi - Pengembalian Benchmark

Mengapa Excess Return Penting?

Excess Return seringkali dianggap sebagai metrik kunci untuk mengevaluasi keberhasilan manajer investasi atau strategi trading. Pengembalian yang positif dan konsisten dari Excess Return menunjukkan bahwa investasi tersebut tidak hanya mengimbangi risiko yang diambil, tetapi juga mampu menciptakan nilai tambah di atas ekspektasi pasar. Ini menjadi indikator bahwa strategi yang diterapkan efektif dalam menghasilkan keuntungan superior.

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Excess Return

Besaran Excess Return dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain:

  • Kinerja Pasar Secara Keseluruhan: Kondisi pasar yang bullish atau bearish dapat berdampak pada pengembalian aktual.
  • Tingkat Risiko: Investasi dengan risiko lebih tinggi mungkin diharapkan memberikan pengembalian yang lebih tinggi, namun Excess Return mengukur kinerja di luar kompensasi risiko tersebut.
  • Faktor Ekonomi Makro: Perubahan suku bunga, inflasi, kebijakan moneter, dan stabilitas politik dapat memengaruhi pergerakan pasar dan, akibatnya, Excess Return.
  • Kemampuan Manajer Investasi/Trader: Keahlian dalam analisis, pemilihan aset, dan manajemen risiko dapat menghasilkan Excess Return yang positif.

Fluktuasi dan Pemantauan

Penting untuk dicatat bahwa Excess Return bukanlah angka yang statis. Ia dapat berfluktuasi seiring waktu karena perubahan kondisi pasar dan faktor-faktor ekonomi lainnya. Oleh karena itu, investor dan trader profesional perlu secara teratur memantau dan mengevaluasi Excess Return untuk menilai konsistensi kinerja investasi mereka dan memastikan kesesuaiannya dengan tujuan investasi jangka panjang.

Cara Menggunakan Excess Return

Trader menggunakan Excess Return untuk mengukur seberapa baik kinerja strategi trading mereka dibandingkan dengan ekspektasi dan benchmark yang ditetapkan.

  1. 1Tentukan benchmark yang relevan (misalnya, indeks pasar atau tingkat pengembalian bebas risiko).
  2. 2Hitung pengembalian aktual dari strategi trading Anda selama periode waktu tertentu.
  3. 3Hitung selisih antara pengembalian aktual dan pengembalian benchmark untuk mendapatkan Excess Return.
  4. 4Analisis apakah Excess Return positif atau negatif dan cari tahu penyebabnya untuk menyempurnakan strategi.

Contoh Penggunaan Excess Return dalam Trading

Seorang trader forex menerapkan strategi scalping pada pasangan mata uang EUR/USD. Selama satu bulan, strategi tersebut menghasilkan keuntungan 2.5%. Jika benchmark yang digunakan (misalnya, rata-rata pergerakan pasangan mata uang tersebut atau tingkat pengembalian bebas risiko) hanya menghasilkan 1% dalam periode yang sama, maka Excess Return dari strategi trader tersebut adalah 1.5% (2.5% - 1%). Ini menunjukkan bahwa strategi tersebut berhasil memberikan kinerja superior di atas ekspektasi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Benchmark, Risk-Adjusted Return, Alpha, Portofolio, Manajemen Risiko, Kinerja Investasi

Pertanyaan Umum tentang Excess Return

Apakah Excess Return selalu positif?

Tidak, Excess Return bisa positif, nol, atau negatif. Excess Return positif menunjukkan kinerja yang melampaui ekspektasi, sementara negatif menunjukkan kinerja di bawah ekspektasi.

Bagaimana cara menghitung Excess Return?

Excess Return dihitung dengan mengurangkan pengembalian benchmark dari pengembalian aktual investasi Anda.

Apa perbedaan antara Excess Return dan Alpha?

Dalam konteks keuangan, Excess Return dan Alpha seringkali digunakan secara bergantian untuk menggambarkan pengembalian di atas benchmark yang disesuaikan dengan risiko. Namun, Alpha secara teknis lebih spesifik mengacu pada kelebihan pengembalian yang dihasilkan oleh manajer investasi yang tidak dapat dijelaskan oleh pergerakan pasar secara keseluruhan (beta).