3 menit baca 696 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Face Value

  • Face value adalah nilai awal yang tercantum pada instrumen keuangan seperti saham atau obligasi.
  • Nilai nominal berfungsi sebagai basis perhitungan dividen (saham) atau kupon bunga (obligasi).
  • Harga pasar instrumen keuangan dapat berbeda signifikan dari face value-nya.
  • Faktor seperti kinerja perusahaan, kondisi pasar, dan suku bunga sangat memengaruhi harga pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Face Value?

Face Value adalah Face value (nilai nominal) adalah nilai tercatat awal instrumen keuangan, menjadi dasar perhitungan dividen/bunga, namun bukan penentu harga pasar.

Penjelasan Lengkap tentang Face Value

Dalam dunia trading dan investasi, Face Value, yang juga dikenal sebagai Nilai Nominal, merujuk pada nilai tertulis atau nilai awal yang ditetapkan untuk sebuah instrumen keuangan pada saat diterbitkan. Nilai ini seringkali menjadi acuan utama dalam perhitungan pembayaran periodik yang diterima investor.

Face Value pada Saham

Untuk saham, nilai nominal adalah nilai yang tertera pada sertifikat saham saat pertama kali diterbitkan. Meskipun nilai nominal ini jarang sekali mencerminkan harga pasar saham saat ini, ia memiliki peran penting dalam perhitungan dividen. Misalnya, jika sebuah perusahaan menetapkan dividen sebesar 5% dari nilai nominal sahamnya, dan nilai nominal saham adalah Rp 1.000, maka setiap pemegang saham akan menerima dividen sebesar Rp 50 per saham, terlepas dari berapa harga saham tersebut diperdagangkan di bursa.

Face Value pada Obligasi

Pada obligasi, nilai nominal (sering disebut juga par value atau principal amount) adalah jumlah pokok yang akan dibayarkan oleh penerbit obligasi kepada pemegang obligasi pada saat jatuh tempo. Selain itu, nilai nominal ini juga digunakan sebagai dasar perhitungan pembayaran kupon bunga. Jika sebuah obligasi memiliki kupon bunga 10% per tahun dan nilai nominal Rp 1.000.000, maka pemegang obligasi akan menerima bunga tahunan sebesar Rp 100.000.

Perbedaan dengan Harga Pasar

Penting untuk dipahami bahwa face value sangat berbeda dengan harga pasar. Harga pasar sebuah instrumen keuangan ditentukan oleh berbagai faktor dinamis, antara lain:

  • Kinerja Perusahaan: Profitabilitas, prospek pertumbuhan, dan manajemen perusahaan memengaruhi persepsi investor.
  • Kondisi Pasar: Sentimen pasar secara umum, permintaan dan penawaran, serta peristiwa ekonomi global dapat menggerakkan harga.
  • Suku Bunga: Perubahan suku bunga acuan bank sentral dapat memengaruhi daya tarik instrumen pendapatan tetap seperti obligasi.
  • Faktor Makroekonomi: Inflasi, pertumbuhan PDB, dan stabilitas politik juga berperan.

Oleh karena itu, seorang trader atau investor profesional tidak hanya melihat nilai nominal, tetapi harus menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi harga pasar untuk membuat keputusan investasi yang tepat.

Cara Menggunakan Face Value

Memahami face value membantu dalam menghitung potensi pendapatan pasif (dividen/bunga) dan sebagai titik referensi awal, namun keputusan trading harus didasarkan pada analisis harga pasar.

  1. 1Identifikasi instrumen keuangan yang Anda minati (saham atau obligasi).
  2. 2Cari informasi mengenai face value atau nilai nominal instrumen tersebut.
  3. 3Gunakan face value sebagai dasar perhitungan dividen atau kupon bunga yang mungkin Anda terima.
  4. 4Bandingkan face value dengan harga pasar saat ini dan analisis faktor-faktor yang memengaruhinya sebelum membuat keputusan trading.

Contoh Penggunaan Face Value dalam Trading

Seorang investor membeli 100 lembar saham PT Maju Mundur dengan nilai nominal Rp 500 per lembar. Perusahaan mengumumkan akan membagikan dividen sebesar 10% dari nilai nominal. Maka, total dividen yang diterima investor adalah: (100 lembar * Rp 500/lembar) * 10% = Rp 50.000. Meskipun face value-nya Rp 500, harga pasar saham PT Maju Mundur saat ini mungkin sudah Rp 2.500 per lembar karena kinerja perusahaan yang baik.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Nilai Nominal, Saham, Obligasi, Dividen, Kupon Bunga, Harga Pasar, Par Value

Pertanyaan Umum tentang Face Value

Apakah face value sama dengan harga beli saham?

Tidak. Face value adalah nilai tercatat awal instrumen, sedangkan harga beli adalah harga yang Anda bayarkan di pasar pada saat transaksi.

Apakah semua saham memiliki face value?

Secara teori, ya. Namun, di banyak pasar modal modern, saham seringkali diterbitkan tanpa nilai nominal (no-par value stock) atau face value-nya sangat kecil dan tidak relevan secara praktis.

Bagaimana face value obligasi memengaruhi harga pasarnya?

Face value obligasi adalah jumlah pokok yang akan dibayar saat jatuh tempo. Jika suku bunga pasar naik di atas kupon bunga obligasi, harga pasar obligasi akan turun di bawah face value-nya, dan sebaliknya.