4 menit baca 889 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fama and French Three Factor Model
- Model Fama-French 3 Faktor digunakan untuk mengevaluasi dan memprediksi kinerja portofolio saham.
- Faktor utama yang diukur adalah risiko pasar, ukuran perusahaan (market capitalization), dan nilai pasar terhadap nilai buku (value).
- Perusahaan kecil dan perusahaan dengan rasio nilai pasar terhadap buku rendah umumnya dianggap memiliki risiko lebih tinggi.
- Model ini membantu investor membuat keputusan alokasi aset yang lebih terinformasi dengan mempertimbangkan faktor risiko.
- Meskipun prediktif, hasil model dapat bervariasi tergantung kondisi pasar dan toleransi risiko investor.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Fama and French Three Factor Model
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Fama and French Three Factor Model?
Fama and French Three Factor Model adalah Model Fama-French 3 Faktor adalah teori investasi yang mengukur risiko portofolio saham berdasarkan risiko pasar, ukuran perusahaan, dan nilai pasar terhadap buku.
Penjelasan Lengkap tentang Fama and French Three Factor Model
Apa itu Fama and French Three Factor Model?
Fama and French Three Factor Model, yang dikembangkan oleh Eugene Fama dan Kenneth French pada tahun 1992, adalah sebuah kerangka kerja teoritis penting dalam dunia keuangan dan investasi. Model ini dirancang untuk menjelaskan dan memprediksi pengembalian (returns) dari portofolio saham, melampaui sekadar mengandalkan risiko pasar secara keseluruhan.
Berbeda dengan model penetapan harga aset modal (Capital Asset Pricing Model - CAPM) yang hanya menggunakan satu faktor (risiko pasar), model Fama-French menambahkan dua faktor penting lainnya untuk memberikan gambaran risiko yang lebih komprehensif. Ketiga faktor tersebut adalah:
- Risiko Pasar (Market Risk): Faktor ini mencerminkan sensitivitas pengembalian saham terhadap pergerakan pasar secara keseluruhan. Ini adalah faktor yang juga digunakan dalam CAPM, mengukur risiko sistematis yang tidak dapat didiversifikasi.
- Ukuran Perusahaan (Size - SMB: Small Minus Big): Faktor ini mengukur perbedaan pengembalian antara perusahaan kecil (small-cap) dan perusahaan besar (big-cap). Secara historis, perusahaan yang lebih kecil cenderung memberikan pengembalian yang lebih tinggi daripada perusahaan yang lebih besar, meskipun dengan risiko yang lebih besar pula.
- Nilai Pasar terhadap Buku (Value - HML: High Minus Low): Faktor ini mengukur perbedaan pengembalian antara saham value (perusahaan dengan rasio nilai pasar terhadap nilai buku yang tinggi) dan saham growth (perusahaan dengan rasio nilai pasar terhadap nilai buku yang rendah). Dalam konteks model Fama-French, saham value (yang seringkali dianggap undervalued atau memiliki fundamental kuat namun pasar belum sepenuhnya menghargai) cenderung memberikan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan saham growth.
Dengan mempertimbangkan ketiga faktor ini, investor dan manajer portofolio dapat lebih baik memahami sumber-sumber risiko yang dihadapi dan memprediksi potensi pengembalian investasi mereka. Model ini membantu mengidentifikasi saham atau portofolio yang mungkin undervalued atau overvalued berdasarkan karakteristik fundamentalnya.
Implikasi dalam Trading dan Investasi
Bagi para trader dan investor, Fama and French Three Factor Model menawarkan wawasan berharga dalam:
- Pemilihan Saham: Mengidentifikasi perusahaan yang berpotensi memberikan imbal hasil menarik dengan profil risiko yang dapat diterima.
- Alokasi Aset: Membangun portofolio yang terdiversifikasi dengan mempertimbangkan eksposur terhadap faktor ukuran dan nilai.
- Evaluasi Kinerja: Menilai apakah pengembalian portofolio yang dihasilkan memang karena keahlian manajer investasi atau hanya karena eksposur terhadap faktor-faktor pasar yang menguntungkan.
Namun, penting untuk diingat bahwa seperti semua model keuangan, Fama and French Three Factor Model memiliki keterbatasan. Kinerja aktual dapat dipengaruhi oleh banyak faktor lain yang tidak termasuk dalam model, dan kondisi pasar yang dinamis dapat mengubah signifikansi relatif dari setiap faktor dari waktu ke waktu.
Cara Menggunakan Fama and French Three Factor Model
Investor menggunakan model ini untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pengembalian saham dan membangun portofolio yang optimal.
- 1Identifikasi data historis untuk faktor risiko pasar, ukuran perusahaan (market cap), dan rasio nilai pasar terhadap buku (Price-to-Book) untuk saham yang diminati.
- 2Hitung beta (koefisien regresi) untuk setiap faktor guna menentukan sensitivitas pengembalian saham terhadap perubahan masing-masing faktor.
- 3Gunakan koefisien yang diperoleh untuk memprediksi pengembalian saham di masa depan atau untuk mengevaluasi kinerja portofolio yang ada.
- 4Sesuaikan alokasi aset portofolio berdasarkan analisis faktor untuk mencapai keseimbangan antara risiko dan potensi pengembalian yang diinginkan.
Contoh Penggunaan Fama and French Three Factor Model dalam Trading
Seorang investor yang ingin membangun portofolio saham berfokus pada saham-saham value dengan kapitalisasi pasar menengah. Investor tersebut menggunakan Fama-French Three Factor Model untuk menganalisis bahwa saham-saham dalam kategori ini secara historis menunjukkan pengembalian yang lebih tinggi dibandingkan pasar secara keseluruhan, meskipun memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi. Dengan demikian, investor tersebut mengalokasikan sebagian besar modalnya pada saham-saham yang sesuai dengan kriteria ini, sambil tetap memantau risiko pasar secara keseluruhan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: CAPM, Saham Value, Saham Growth, Kapitalisasi Pasar, Risiko Sistematis, Diversifikasi Portofolio
Pertanyaan Umum tentang Fama and French Three Factor Model
Apa perbedaan utama antara Fama-French Three Factor Model dengan CAPM?
CAPM hanya menggunakan satu faktor risiko (risiko pasar), sementara Fama-French Three Factor Model menambahkan dua faktor lain: ukuran perusahaan (size) dan nilai pasar terhadap buku (value), untuk penjelasan pengembalian saham yang lebih komprehensif.
Apakah Fama-French Three Factor Model hanya berlaku untuk pasar saham?
Model ini secara primer dikembangkan dan digunakan untuk menganalisis pasar saham. Namun, prinsip-prinsipnya dapat diadaptasi atau menjadi dasar untuk analisis di kelas aset lain dengan modifikasi yang sesuai.
Bagaimana cara mengukur faktor 'ukuran perusahaan' dan 'nilai pasar terhadap buku'?
Faktor ukuran perusahaan biasanya diukur dengan membandingkan saham-saham dari perusahaan dengan kapitalisasi pasar kecil (small-cap) terhadap perusahaan besar (big-cap). Faktor nilai pasar terhadap buku diukur dengan membandingkan saham-saham 'value' (rasio P/B rendah) dengan saham-saham 'growth' (rasio P/B tinggi).