4 menit baca 769 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fibonacci Retracement
- Menggunakan rasio deret Fibonacci (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, 100%) untuk menentukan level support dan resistance.
- Membantu trader mengidentifikasi area potensi pembalikan atau kelanjutan tren harga.
- Dapat diterapkan pada pergerakan harga naik maupun turun untuk memprediksi level retracement.
- Merupakan alat bantu analisis teknikal yang populer namun perlu dikombinasikan dengan analisis lain.
📑 Daftar Isi
Apa itu Fibonacci Retracement?
Fibonacci Retracement adalah Fibonacci Retracement adalah indikator teknikal yang menggunakan rasio deret Fibonacci untuk mengidentifikasi level support dan resistance potensial dalam pergerakan harga.
Penjelasan Lengkap tentang Fibonacci Retracement
Fibonacci Retracement adalah salah satu alat analisis teknikal yang paling banyak digunakan oleh para trader dan investor di pasar finansial, termasuk forex. Alat ini dirancang untuk membantu mengidentifikasi area kunci di mana harga berpotensi mengalami pembalikan arah (reversal) atau melanjutkan tren yang sudah ada. Konsep dasarnya berakar pada deret angka Fibonacci, sebuah urutan matematis di mana setiap angka adalah jumlah dari dua angka sebelumnya (misalnya: 0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, ...).
Dalam konteks trading, rasio-rasio yang diturunkan dari deret Fibonacci ini menjadi sangat penting. Rasio-rasio utama yang digunakan dalam Fibonacci Retracement meliputi:
- 23.6%
- 38.2%
- 50% (meskipun bukan rasio Fibonacci murni, seringkali dianggap penting karena menunjukkan keseimbangan pasar)
- 61.8% (dikenal sebagai 'Golden Ratio' atau Rasio Emas)
- 78.6% (akar kuadrat dari 61.8%)
Trader menggunakan level-level retracement ini untuk menandai potensi area support (tingkat harga di mana tekanan beli diperkirakan akan cukup kuat untuk menghentikan penurunan harga) dan resistance (tingkat harga di mana tekanan jual diperkirakan akan cukup kuat untuk menghentikan kenaikan harga).
Bagaimana Fibonacci Retracement Bekerja?
Prinsip di balik Fibonacci Retracement adalah bahwa setelah pergerakan harga yang signifikan (baik naik maupun turun), harga cenderung akan 'mundur' atau melakukan retracement sebelum melanjutkan tren aslinya. Level-level Fibonacci berfungsi sebagai target potensial di mana retracement ini mungkin berakhir.
Misalnya, jika sebuah pasangan mata uang mengalami kenaikan tajam dari level 1.2000 ke 1.2500, seorang trader dapat menarik garis Fibonacci Retracement dari titik terendah (1.2000) ke titik tertinggi (1.2500). Level-level retracement seperti 38.2% (sekitar 1.2309) atau 61.8% (sekitar 1.2189) kemudian akan diidentifikasi. Jika harga turun dan mendekati salah satu level ini, trader akan mengamatinya sebagai area potensial di mana tren naik bisa dilanjutkan, menjadikannya sebagai titik masuk potensial untuk posisi beli.
Sebaliknya, jika sebuah pasangan mata uang mengalami penurunan tajam, trader akan menarik garis Fibonacci dari titik tertinggi ke titik terendah. Level-level retracement kemudian akan berfungsi sebagai potensi area resistance di mana tren turun bisa dilanjutkan, menjadi titik masuk potensial untuk posisi jual.
Penting untuk dicatat bahwa Fibonacci Retracement adalah alat bantu analisis. Keberhasilan dalam trading tidak hanya bergantung pada penggunaan alat ini, tetapi juga harus dikombinasikan dengan analisis lain seperti analisis fundamental, pola candlestick, indikator teknikal lainnya, serta manajemen risiko yang baik.
Cara Menggunakan Fibonacci Retracement
Fibonacci Retracement digunakan dengan menggambar garis dari titik terendah ke titik tertinggi (untuk mengidentifikasi support saat tren naik) atau dari titik tertinggi ke titik terendah (untuk mengidentifikasi resistance saat tren turun) pada grafik harga.
- 1Identifikasi pergerakan harga yang signifikan (uptrend atau downtrend) pada grafik Anda.
- 2Pilih alat Fibonacci Retracement pada platform trading Anda.
- 3Klik pada titik terendah pergerakan harga dan tarik garis hingga titik tertinggi pergerakan harga (untuk uptrend). Atau, klik pada titik tertinggi dan tarik hingga titik terendah (untuk downtrend).
- 4Amati level-level retracement yang muncul (23.6%, 38.2%, 50%, 61.8%, dll.) sebagai area support atau resistance potensial untuk keputusan trading Anda.
Contoh Penggunaan Fibonacci Retracement dalam Trading
Misalkan pasangan EUR/USD mengalami kenaikan dari 1.0800 ke 1.1000. Trader menggunakan Fibonacci Retracement dan menemukan level 38.2% berada di sekitar 1.0924. Jika harga EUR/USD kemudian turun dan mendekati 1.0924, trader dapat menganggap level ini sebagai support potensial dan mempertimbangkan untuk membuka posisi beli, dengan harapan harga akan memantul naik melanjutkan tren sebelumnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Analisis Teknikal, Support dan Resistance, Deret Fibonacci, Golden Ratio, Trading Forex, Indikator Teknis
Pertanyaan Umum tentang Fibonacci Retracement
Apakah Fibonacci Retracement hanya berlaku untuk pasar forex?
Tidak, Fibonacci Retracement adalah alat analisis teknikal yang dapat diterapkan pada berbagai pasar finansial, termasuk saham, komoditas, dan cryptocurrency, selama ada pergerakan harga yang signifikan.
Level Fibonacci mana yang paling penting?
Level 38.2% dan 61.8% sering dianggap sebagai level yang paling signifikan karena dekat dengan 'Golden Ratio'. Namun, semua level retracement dapat memberikan sinyal penting tergantung pada kondisi pasar.
Apakah Fibonacci Retracement menjamin keberhasilan trading?
Tidak ada alat analisis teknikal yang menjamin keberhasilan 100%. Fibonacci Retracement adalah alat bantu untuk mengidentifikasi potensi area, namun keputusan trading harus didukung oleh analisis lain dan manajemen risiko yang baik.