4 menit baca 832 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fixed Asset Turnover Ratio
- Mengukur efisiensi penggunaan aset tetap perusahaan dalam menghasilkan penjualan.
- Dihitung dengan membagi penjualan bersih dengan rata-rata aset tetap.
- Angka rasio menunjukkan berapa kali aset tetap 'berputar' dalam menghasilkan pendapatan.
- Rasio yang lebih tinggi umumnya menandakan efisiensi yang lebih baik.
- Penting untuk membandingkan rasio dengan standar industri atau perusahaan sejenis.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Fixed Asset Turnover Ratio
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Fixed Asset Turnover Ratio?
Fixed Asset Turnover Ratio adalah Rasio Perputaran Aset Tetap (FATR) mengukur efisiensi perusahaan dalam menggunakan aset tetap untuk menghasilkan pendapatan. Semakin tinggi rasio, semakin efisien penggunaan aset.
Penjelasan Lengkap tentang Fixed Asset Turnover Ratio
Fixed Asset Turnover Ratio (FATR), atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Rasio Perputaran Aset Tetap, adalah sebuah indikator keuangan krusial yang digunakan untuk mengevaluasi seberapa efektif sebuah perusahaan dalam memanfaatkan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan atau penjualan. Aset tetap ini mencakup properti, pabrik, peralatan, dan aset fisik lainnya yang memiliki masa manfaat lebih dari satu tahun.
Mengapa FATR Penting?
Bagi investor, analis saham, dan manajemen perusahaan, FATR memberikan wawasan berharga mengenai:
- Efisiensi Operasional: Menunjukkan sejauh mana perusahaan mampu mengkonversi investasinya pada aset tetap menjadi pendapatan.
- Penggunaan Sumber Daya: Menggambarkan tingkat produktivitas dari aset-aset fisik yang dimiliki.
- Potensi Pertumbuhan: Rasio yang tinggi dapat mengindikasikan bahwa perusahaan beroperasi pada kapasitas yang optimal dan siap untuk ekspansi.
Cara Menghitung FATR
Rumus dasar untuk menghitung Fixed Asset Turnover Ratio adalah:
FATR = Penjualan Bersih / Rata-rata Aset Tetap
- Penjualan Bersih: Total pendapatan dari penjualan setelah dikurangi retur penjualan, potongan, dan tunjangan.
- Rata-rata Aset Tetap: Dihitung dengan menjumlahkan nilai aset tetap pada awal periode dan akhir periode, kemudian dibagi dua. Ini memberikan gambaran yang lebih akurat jika ada perubahan signifikan pada aset tetap selama periode tersebut.
Interpretasi FATR
Angka yang dihasilkan dari perhitungan FATR menunjukkan berapa kali aset tetap perusahaan 'berputar' atau digunakan secara efektif untuk menghasilkan penjualan dalam satu periode akuntansi (biasanya satu tahun). Semakin tinggi angka FATR, semakin efisien perusahaan dalam menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan.
Contoh: Jika Perusahaan ABC memiliki Penjualan Bersih sebesar Rp 1.000.000.000 dan Rata-rata Aset Tetap senilai Rp 500.000.000, maka FATR-nya adalah:
FATR = Rp 1.000.000.000 / Rp 500.000.000 = 2
Ini berarti Perusahaan ABC mampu memutar aset tetapnya sebanyak 2 kali dalam setahun untuk menghasilkan penjualan. Angka ini mengindikasikan bahwa perusahaan cukup efektif dalam memanfaatkan aset fisiknya.
Konteks dan Perbandingan
Penting untuk dicatat bahwa FATR tidak dapat dianalisis secara terisolasi. Analisis yang paling bermakna diperoleh ketika:
- Dibandingkan dengan Standar Industri: Setiap industri memiliki karakteristik aset tetap yang berbeda. Perusahaan manufaktur mungkin memiliki FATR yang berbeda secara signifikan dibandingkan perusahaan jasa.
- Dibandingkan dengan Periode Sebelumnya: Tren FATR dari waktu ke waktu dapat menunjukkan peningkatan atau penurunan efisiensi.
- Dibandingkan dengan Pesaing: Membandingkan FATR dengan perusahaan sejenis di industri yang sama memberikan tolok ukur yang lebih relevan.
Jika FATR perusahaan secara konsisten lebih rendah dari rata-rata industri atau pesaing utama, hal ini dapat menjadi sinyal adanya potensi masalah dalam pengelolaan aset tetap, seperti aset yang tidak terpakai, usang, atau kurang optimal dalam penggunaannya, yang memerlukan tinjauan dan perbaikan.
Cara Menggunakan Fixed Asset Turnover Ratio
FATR digunakan oleh investor dan analis untuk menilai efisiensi operasional perusahaan dalam memanfaatkan aset fisik untuk menghasilkan pendapatan.
- 1Langkah 1: Dapatkan data Penjualan Bersih dan nilai Aset Tetap (awal dan akhir periode) dari laporan keuangan perusahaan.
- 2Langkah 2: Hitung Rata-rata Aset Tetap dengan (Aset Tetap Awal + Aset Tetap Akhir) / 2.
- 3Langkah 3: Hitung FATR menggunakan rumus: Penjualan Bersih / Rata-rata Aset Tetap.
- 4Langkah 4: Bandingkan hasil FATR dengan rata-rata industri, pesaing, atau kinerja perusahaan di periode sebelumnya untuk menarik kesimpulan tentang efisiensi.
Contoh Penggunaan Fixed Asset Turnover Ratio dalam Trading
Seorang trader yang menganalisis saham sektor manufaktur mungkin membandingkan FATR dari beberapa perusahaan. Jika Perusahaan A memiliki FATR 3.5 dan Perusahaan B memiliki FATR 2.1, dan keduanya beroperasi di industri yang sama, trader tersebut mungkin menyimpulkan bahwa Perusahaan A lebih efisien dalam menggunakan aset pabrik dan mesinnya untuk menghasilkan penjualan, yang bisa menjadi faktor positif dalam keputusan investasi.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Aset Tetap, Penjualan Bersih, Efisiensi Operasional, Analisis Keuangan, Laporan Laba Rugi, Neraca
Pertanyaan Umum tentang Fixed Asset Turnover Ratio
Apa arti rasio perputaran aset tetap yang tinggi?
Rasio perputaran aset tetap yang tinggi umumnya menunjukkan bahwa perusahaan sangat efisien dalam menggunakan aset tetapnya untuk menghasilkan pendapatan. Ini berarti aset fisik perusahaan bekerja keras untuk menghasilkan penjualan.
Apakah rasio perputaran aset tetap yang rendah selalu buruk?
Rasio yang rendah tidak selalu buruk, tetapi perlu dianalisis dalam konteks. Industri padat modal mungkin secara alami memiliki rasio yang lebih rendah. Namun, rasio yang menurun dari waktu ke waktu atau lebih rendah dari rata-rata industri bisa menjadi indikasi masalah efisiensi.
Bagaimana FATR berbeda dengan Rasio Perputaran Aset Total?
Rasio Perputaran Aset Tetap (FATR) hanya berfokus pada efisiensi penggunaan aset tetap, sementara Rasio Perputaran Aset Total mengukur efisiensi penggunaan seluruh aset perusahaan (termasuk aset lancar) untuk menghasilkan penjualan.