5 menit baca 911 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Fixed-Charge Coverage Ratio

  • FCR mengevaluasi kecukupan pendapatan untuk melunasi biaya tetap perusahaan.
  • Rumusnya adalah (Pendapatan Operasional Bersih + Bunga) / (Bunga + Biaya Tetap).
  • FCR tinggi mengindikasikan kesehatan finansial yang baik dan stabilitas pembayaran kewajiban.
  • FCR rendah atau negatif menunjukkan potensi kesulitan keuangan dan risiko pembayaran.
  • Investor menggunakan FCR untuk menilai risiko investasi, terutama pada instrumen utang.

📑 Daftar Isi

Apa itu Fixed-Charge Coverage Ratio?

Fixed-Charge Coverage Ratio adalah Rasio Fixed-Charge Coverage (FCR) mengukur kemampuan perusahaan membayar biaya tetap seperti bunga dan sewa dari pendapatan operasionalnya.

Penjelasan Lengkap tentang Fixed-Charge Coverage Ratio

Apa Itu Fixed-Charge Coverage Ratio (FCR)?

Fixed-Charge Coverage Ratio (FCR) adalah sebuah metrik keuangan krusial yang dirancang untuk menganalisis seberapa efektif suatu entitas atau perusahaan mampu memenuhi kewajiban finansial tetapnya. Rasio ini menjadi indikator penting mengenai kecukupan pendapatan operasional yang tersedia untuk menutupi pengeluaran-pengeluaran yang bersifat tetap dan tidak dapat dihindari, seperti pembayaran bunga pinjaman, biaya sewa, cicilan utang pokok, dan biaya tetap lainnya yang telah ditetapkan.

Rumus Perhitungan FCR

Perhitungan FCR didasarkan pada formula berikut:

FCR = (Pendapatan Operasional Bersih + Bunga dan Biaya Bunga) / (Bunga dan Biaya Bunga + Biaya Tetap)

  • Pendapatan Operasional Bersih: Ini adalah laba yang tersisa setelah semua biaya operasional, termasuk biaya pokok penjualan, biaya operasional lainnya, dan pajak, dikurangi dari total pendapatan. Angka ini mencerminkan profitabilitas inti dari operasional bisnis.
  • Bunga dan Biaya Bunga: Meliputi seluruh beban bunga yang timbul dari pinjaman, obligasi, atau instrumen utang lainnya.
  • Biaya Tetap: Kategori ini mencakup semua pengeluaran yang sifatnya konstan dan harus dibayar secara periodik, terlepas dari volume penjualan atau tingkat aktivitas operasional. Contohnya meliputi bunga pinjaman, biaya sewa gedung, pembayaran cicilan utang pokok, dan biaya operasional tetap lainnya.

Interpretasi FCR

  • FCR Tinggi: Menunjukkan bahwa perusahaan memiliki arus kas yang kuat dan lebih dari cukup untuk menutupi seluruh biaya tetapnya. Hal ini menandakan stabilitas finansial yang baik, risiko gagal bayar yang rendah, dan kemampuan yang solid untuk memenuhi kewajiban finansialnya.
  • FCR Rendah atau Negatif: Mengindikasikan bahwa pendapatan operasional perusahaan mungkin tidak mencukupi untuk menutupi biaya tetapnya. Ini bisa menjadi sinyal peringatan dini mengenai potensi kesulitan keuangan, tekanan arus kas, dan risiko yang lebih tinggi untuk gagal memenuhi kewajiban pembayaran.

Pentingnya FCR bagi Investor dan Analis

FCR merupakan alat analisis yang sangat berharga bagi investor dan analis, terutama ketika mengevaluasi kesehatan finansial suatu perusahaan dan risiko yang terkait dengan investasi. Rasio ini memberikan wawasan mendalam tentang kemampuan perusahaan untuk menghasilkan pendapatan yang stabil dan cukup untuk membayar kembali utang dan biaya finansial lainnya. Bagi investor obligasi, FCR yang tinggi sangat penting karena menunjukkan bahwa perusahaan penerbit obligasi memiliki kapasitas yang memadai untuk membayar kupon bunga dan pokok utang tepat waktu. Demikian pula, bagi investor saham, FCR yang solid dapat menjadi indikator manajemen keuangan yang baik dan potensi pertumbuhan yang berkelanjutan.

Secara umum, semakin tinggi nilai FCR, semakin baik posisi keuangan perusahaan. Namun, penting untuk dicatat bahwa nilai FCR yang dianggap 'optimal' dapat bervariasi secara signifikan antar industri. Oleh karena itu, analisis FCR yang komprehensif sering kali melibatkan perbandingan dengan rasio serupa dari perusahaan-perusahaan pesaing di industri yang sama atau dengan rata-rata industri untuk mendapatkan perspektif yang lebih akurat mengenai kinerja perusahaan.

Cara Menggunakan Fixed-Charge Coverage Ratio

Investor dan analis menggunakan Fixed-Charge Coverage Ratio (FCR) untuk menilai kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban finansial tetapnya dan mengukur risiko investasi.

  1. 1Langkah 1: Kumpulkan data keuangan perusahaan yang relevan, termasuk pendapatan operasional bersih, total bunga dan biaya bunga, serta total biaya tetap.
  2. 2Langkah 2: Hitung FCR menggunakan rumus yang telah ditentukan: FCR = (Pendapatan Operasional Bersih + Bunga dan Biaya Bunga) / (Bunga dan Biaya Bunga + Biaya Tetap).
  3. 3Langkah 3: Interpretasikan hasil FCR. Nilai yang tinggi menunjukkan kesehatan finansial yang baik, sementara nilai yang rendah atau negatif mengindikasikan potensi risiko.
  4. 4Langkah 4: Bandingkan FCR perusahaan dengan rata-rata industri atau perusahaan sejenis untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam mengenai posisinya dalam pasar.

Contoh Penggunaan Fixed-Charge Coverage Ratio dalam Trading

Misalkan Perusahaan A memiliki Pendapatan Operasional Bersih sebesar Rp 100 Miliar, Bunga dan Biaya Bunga sebesar Rp 20 Miliar, dan Biaya Tetap lainnya sebesar Rp 30 Miliar. Maka, FCR Perusahaan A adalah:

FCR = (100 M + 20 M) / (20 M + 30 M)
FCR = 120 M / 50 M
FCR = 2.4

Nilai FCR 2.4 menunjukkan bahwa Perusahaan A memiliki pendapatan operasional yang 2.4 kali lebih besar dari total beban bunga dan biaya tetapnya. Ini adalah indikator yang kuat bahwa perusahaan memiliki kapasitas yang memadai untuk memenuhi kewajiban finansial tetapnya, sehingga dinilai lebih stabil dan aman bagi investor.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Rasio Keuangan, Pendapatan Operasional Bersih, Biaya Tetap, Arus Kas, Kesehatan Finansial, Analisis Investasi, Beban Bunga

Pertanyaan Umum tentang Fixed-Charge Coverage Ratio

Apa perbedaan FCR dengan Debt Service Coverage Ratio (DSCR)?

Meskipun keduanya mengukur kemampuan pembayaran kewajiban, DSCR lebih fokus pada kemampuan pembayaran total utang (pokok dan bunga) dari arus kas operasional, sedangkan FCR lebih spesifik pada kemampuan menutupi biaya tetap yang mencakup bunga dan kewajiban tetap lainnya.

Apakah FCR hanya relevan untuk perusahaan publik?

Tidak, FCR relevan untuk semua jenis perusahaan yang memiliki kewajiban finansial tetap, baik perusahaan publik maupun swasta, untuk menilai stabilitas keuangan mereka.

Berapa nilai FCR yang dianggap 'baik'?

Secara umum, FCR di atas 1.5 atau 2 dianggap baik, namun nilai optimal sangat bergantung pada industri spesifik, model bisnis perusahaan, dan kondisi ekonomi makro. Perbandingan dengan rata-rata industri sangat disarankan.