4 menit baca 895 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fixed Exchange Rate
- Nilai tukar mata uang ditetapkan secara resmi oleh otoritas moneter.
- Tidak ada fluktuasi nilai tukar yang bebas seperti pada floating exchange rate.
- Pemerintah/bank sentral menggunakan cadangan devisa untuk mempertahankan nilai tukar.
- Bertujuan untuk stabilitas ekonomi, pengendalian inflasi, dan perlindungan dari volatilitas pasar.
- Dapat terpaksa diubah jika tekanan pasar terlalu kuat.
📑 Daftar Isi
Apa itu Fixed Exchange Rate?
Fixed Exchange Rate adalah Sistem nilai tukar mata uang yang ditetapkan pemerintah/bank sentral dan dijaga stabil, berbeda dari kurs mengambang yang berfluktuasi bebas.
Penjelasan Lengkap tentang Fixed Exchange Rate
Fixed Exchange Rate, atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Kurs Tetap, adalah sebuah rezim nilai tukar mata uang di mana pemerintah atau bank sentral suatu negara secara resmi menetapkan dan mempertahankan nilai tukar mata uangnya terhadap mata uang negara lain atau sekeranjang mata uang lainnya pada tingkat yang telah ditentukan.
Berbeda dengan Floating Exchange Rate (Kurs Mengambang) yang membiarkan nilai tukar berfluktuasi secara bebas berdasarkan kekuatan penawaran dan permintaan di pasar valuta asing, sistem kurs tetap memberikan kepastian dan stabilitas pada nilai tukar. Otoritas moneter akan secara aktif melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk memastikan bahwa nilai tukar mata uang tetap berada pada level yang telah ditetapkan.
Bagaimana Kurs Tetap Bekerja?
Dalam praktiknya, bank sentral akan menggunakan cadangan devisa mereka untuk menjaga kestabilan nilai tukar. Mekanismenya adalah sebagai berikut:
- Jika mata uang domestik cenderung melemah (jatuh di bawah target kurs tetap): Bank sentral akan menjual cadangan devisa (misalnya Dolar AS) dan membeli mata uang domestik. Tindakan ini meningkatkan permintaan terhadap mata uang domestik, sehingga menaikkan nilainya kembali ke target yang ditetapkan.
- Jika mata uang domestik cenderung menguat (naik di atas target kurs tetap): Bank sentral akan membeli cadangan devisa (misalnya Dolar AS) dengan menjual mata uang domestik. Tindakan ini meningkatkan penawaran mata uang domestik, sehingga menurunkan nilainya kembali ke target yang ditetapkan.
Alasan Penerapan Kurs Tetap
Penerapan sistem kurs tetap biasanya didorong oleh beberapa tujuan strategis, antara lain:
- Mengendalikan Inflasi: Dengan mengaitkan nilai mata uang dengan mata uang negara dengan inflasi rendah, negara dapat mengimpor stabilitas harga.
- Menjaga Stabilitas Ekonomi: Kepastian nilai tukar dapat mendorong investasi asing dan perdagangan internasional karena mengurangi risiko nilai tukar bagi pelaku ekonomi.
- Melindungi dari Fluktuasi Pasar yang Tidak Diinginkan: Menghindari volatilitas nilai tukar yang tajam dan tidak terduga yang dapat merusak kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi.
- Memfasilitasi Perdagangan dan Investasi: Memberikan prediktabilitas bagi para pebisnis yang melakukan transaksi lintas batas.
Kelemahan Kurs Tetap
Meskipun menawarkan stabilitas, sistem kurs tetap memiliki beberapa kelemahan signifikan:
- Membutuhkan Cadangan Devisa yang Besar: Untuk mempertahankan nilai tukar, bank sentral harus memiliki cadangan devisa yang cukup.
- Kehilangan Otonomi Kebijakan Moneter: Suku bunga domestik seringkali harus disesuaikan untuk mempertahankan kurs tetap, yang dapat membatasi kemampuan bank sentral untuk merespons kondisi ekonomi domestik.
- Kerentanan terhadap Spekulasi: Jika pasar merasa bahwa nilai tukar yang ditetapkan tidak berkelanjutan, mata uang tersebut dapat menjadi sasaran serangan spekulatif yang masif.
- Tekanan Penyesuaian yang Keras: Jika tekanan dari pasar terlalu besar dan cadangan devisa tidak mencukupi, negara mungkin terpaksa melakukan devaluasi (menurunkan nilai mata uang) atau bahkan beralih ke sistem kurs mengambang, yang seringkali dilakukan secara mendadak dan menimbulkan gejolak.
Secara ringkas, fixed exchange rate adalah alat kebijakan yang dapat memberikan stabilitas jangka pendek, namun memerlukan manajemen yang hati-hati dan cadangan yang kuat untuk keberlangsungannya.
Cara Menggunakan Fixed Exchange Rate
Bagi trader atau investor, memahami fixed exchange rate penting untuk menganalisis potensi intervensi bank sentral, stabilitas ekonomi suatu negara, dan risiko devaluasi atau revaluasi yang dapat mempengaruhi nilai aset.
- 1Identifikasi negara-negara yang menerapkan sistem kurs tetap.
- 2Pantau pengumuman resmi dari bank sentral atau pemerintah terkait target kurs tetap.
- 3Analisis cadangan devisa negara tersebut untuk menilai kemampuannya mempertahankan kurs.
- 4Perhatikan indikator ekonomi domestik dan internasional yang dapat memberikan tekanan pada kurs tetap.
- 5Pertimbangkan potensi risiko perubahan kurs (devaluasi/revaluasi) saat membuat keputusan investasi atau trading.
Contoh Penggunaan Fixed Exchange Rate dalam Trading
Contoh klasik adalah Hong Kong yang mengaitkan Dolar Hong Kong (HKD) dengan Dolar Amerika Serikat (USD) pada kisaran tertentu (HK$7.75 - HK$7.85 per USD). Bank Sentral Hong Kong (HKMA) secara aktif membeli atau menjual USD untuk menjaga nilai tukar tetap berada dalam rentang tersebut. Jika ada aliran modal keluar yang besar, HKMA akan menjual USD dari cadangannya untuk membeli HKD, menstabilkan nilai tukar. Sebaliknya, jika ada aliran modal masuk yang besar, HKMA akan membeli USD dengan menjual HKD.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Floating Exchange Rate, Managed Float, Intervensi Pasar Valas, Cadangan Devisa, Devaluasi, Revaluasi, Bank Sentral, Otoritas Moneter
Pertanyaan Umum tentang Fixed Exchange Rate
Apa perbedaan utama antara Fixed Exchange Rate dan Floating Exchange Rate?
Perbedaan utamanya adalah Fixed Exchange Rate ditetapkan dan dijaga oleh pemerintah/bank sentral, sementara Floating Exchange Rate ditentukan oleh kekuatan pasar (penawaran dan permintaan) secara bebas.
Apakah semua negara menggunakan sistem Fixed Exchange Rate?
Tidak. Banyak negara menggunakan sistem Floating Exchange Rate atau sistem hibrida seperti Managed Float. Sistem Fixed Exchange Rate lebih umum di negara-negara kecil atau negara yang ingin mengaitkan stabilitas ekonominya dengan mata uang negara besar.
Bagaimana trader forex dapat memanfaatkan informasi Fixed Exchange Rate?
Trader dapat menganalisis potensi intervensi bank sentral, memprediksi volatilitas yang lebih rendah di sekitar kurs yang ditetapkan, atau mengantisipasi pergerakan besar jika ada indikasi bahwa kurs tetap tidak berkelanjutan dan akan berubah.