4 menit baca 726 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fixed Income
- Fixed income menawarkan pendapatan yang stabil dan terprediksi bagi investor.
- Instrumen utama fixed income meliputi obligasi pemerintah dan korporasi.
- Investor pada dasarnya meminjamkan dana kepada penerbit surat utang.
- Pembayaran bunga bersifat tetap dan dijadwalkan secara berkala.
- Cocok untuk investor yang mencari stabilitas dan pengurangan risiko.
📑 Daftar Isi
Apa itu Fixed Income?
Fixed Income adalah Investasi yang memberikan pendapatan tetap dan terprediksi, seperti bunga dari obligasi, dalam periode waktu tertentu.
Penjelasan Lengkap tentang Fixed Income
Apa Itu Fixed Income?
Dalam dunia trading dan investasi, Fixed Income merujuk pada kelas aset yang dirancang untuk memberikan pengembalian (pendapatan) yang tetap dan dapat diprediksi kepada investor dalam jangka waktu yang telah ditentukan. Berbeda dengan aset yang sangat fluktuatif seperti saham, instrumen fixed income cenderung menawarkan tingkat stabilitas yang lebih tinggi.
Bagaimana Cara Kerja Fixed Income?
Pada intinya, ketika Anda berinvestasi dalam fixed income, Anda secara efektif memberikan pinjaman kepada penerbit instrumen tersebut. Penerbit ini bisa berupa entitas pemerintah (misalnya, surat utang negara) atau perusahaan swasta (obligasi korporasi). Sebagai imbalan atas pinjaman dana tersebut, penerbit berkomitmen untuk membayar bunga secara berkala dengan tingkat yang telah disepakati sebelumnya. Pembayaran bunga ini biasanya dijadwalkan dalam interval tertentu, seperti bulanan, triwulanan, atau tahunan.
Instrumen Fixed Income yang Umum
Beberapa instrumen fixed income yang paling umum meliputi:
- Obligasi Pemerintah: Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah suatu negara. Dianggap memiliki risiko gagal bayar yang relatif rendah.
- Obligasi Perusahaan (Korporasi): Surat utang yang diterbitkan oleh perusahaan untuk membiayai operasional atau ekspansi. Tingkat bunga dan risikonya bervariasi tergantung pada kesehatan finansial perusahaan.
- Pinjaman Obligasi (Bond Loans): Mirip dengan obligasi, namun mungkin memiliki struktur atau ketentuan yang sedikit berbeda.
- Instrumen Keuangan Lainnya: Bisa mencakup sertifikat deposito (CDs), nota utang, dan produk terstruktur lainnya yang menjanjikan pengembalian tetap.
Keunggulan dan Risiko Fixed Income
Keunggulan:
- Pendapatan Stabil: Menghasilkan arus kas yang konsisten melalui pembayaran bunga.
- Prediktabilitas: Pengembalian yang diharapkan sudah diketahui sejak awal.
- Mengurangi Risiko Portofolio: Dapat menyeimbangkan volatilitas aset lain seperti saham, sehingga mengurangi risiko keseluruhan portofolio.
Risiko:
- Risiko Suku Bunga: Jika suku bunga pasar naik, nilai obligasi yang beredar dengan kupon lebih rendah bisa turun.
- Risiko Likuiditas: Beberapa instrumen fixed income mungkin sulit dijual dengan cepat tanpa kehilangan nilai signifikan.
- Risiko Kredit (Default Risk): Kemungkinan penerbit gagal membayar kembali pokok pinjaman atau bunga.
Bagi investor yang mencari stabilitas dan ingin melindungi modal mereka dari fluktuasi pasar yang tajam, fixed income seringkali menjadi pilihan investasi yang menarik. Namun, penting untuk melakukan riset mendalam dan memahami profil risiko dari setiap instrumen sebelum berinvestasi.
Cara Menggunakan Fixed Income
Investor menggunakan instrumen fixed income untuk mendapatkan pendapatan pasif yang terprediksi dan mengurangi volatilitas portofolio.
- 11. Identifikasi tujuan keuangan dan toleransi risiko Anda.
- 22. Pelajari berbagai jenis instrumen fixed income yang tersedia (obligasi pemerintah, obligasi korporasi, dll.).
- 33. Analisis profil risiko dan potensi pengembalian dari instrumen yang dipilih.
- 44. Alokasikan sebagian portofolio Anda ke instrumen fixed income yang sesuai untuk diversifikasi dan stabilitas.
- 55. Pantau kinerja investasi dan kondisi pasar secara berkala.
Contoh Penggunaan Fixed Income dalam Trading
Seorang investor yang memiliki dana cadangan dan ingin mendapatkan imbal hasil yang lebih baik daripada deposito, namun tidak ingin mengambil risiko tinggi seperti di saham, dapat membeli Obligasi Negara Ritel (ORI). ORI adalah instrumen fixed income yang diterbitkan oleh pemerintah Indonesia. Investor akan menerima kupon (bunga) sebesar X% per tahun yang dibayarkan setiap bulan selama jangka waktu obligasi. Di akhir masa jatuh tempo, investor akan menerima kembali nilai pokok investasinya. Ini memberikan pendapatan tetap bulanan dan kepastian pengembalian modal di masa depan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Obligasi, Kupon, Yield, Suku Bunga, Risiko Kredit, Diversifikasi Portofolio
Pertanyaan Umum tentang Fixed Income
Apakah fixed income sama dengan deposito?
Tidak, meskipun keduanya menawarkan pendapatan tetap, deposito umumnya memiliki jaminan dari lembaga penjamin simpanan dan likuiditas yang lebih tinggi. Fixed income, seperti obligasi, memiliki risiko yang berbeda dan potensi imbal hasil yang bisa lebih tinggi tergantung jenisnya.
Apakah fixed income bebas risiko?
Tidak ada investasi yang sepenuhnya bebas risiko. Fixed income memiliki risiko seperti risiko suku bunga, risiko likuiditas, dan risiko kredit (gagal bayar oleh penerbit).
Siapa yang paling cocok berinvestasi di fixed income?
Investor yang mencari stabilitas pendapatan, ingin mengurangi volatilitas portofolio, memiliki profil risiko konservatif hingga moderat, atau mendekati masa pensiun.