5 menit baca 1050 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Fixed-Income Security
- Menawarkan pembayaran bunga dan pengembalian pokok yang tetap dan terjadwal.
- Diterbitkan oleh pemerintah atau perusahaan untuk tujuan pendanaan.
- Dianggap sebagai investasi yang lebih aman dibandingkan saham, dengan potensi imbal hasil yang lebih rendah.
- Harga dapat berfluktuasi di pasar sekunder dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran.
- Investor menggunakannya untuk pendapatan tetap dan diversifikasi risiko portofolio.
📑 Daftar Isi
Apa itu Fixed-Income Security?
Fixed-Income Security adalah Fixed-income security adalah instrumen investasi yang menjanjikan pembayaran bunga tetap dan pengembalian pokok pada tanggal jatuh tempo. Umumnya lebih aman dari saham, namun imbal hasil cenderung lebih rendah.
Penjelasan Lengkap tentang Fixed-Income Security
Apa itu Fixed-Income Security?
Dalam dunia trading dan investasi, Fixed-Income Security merujuk pada jenis instrumen keuangan yang memberikan pembayaran pendapatan yang tetap dan terprediksi kepada pemegangnya selama periode waktu tertentu. Instrumen ini pada dasarnya adalah sebuah janji dari penerbit kepada investor. Penerbit berjanji untuk membayar sejumlah bunga secara berkala (misalnya, setiap enam bulan atau setahun sekali) dan mengembalikan nilai pokok investasi pada tanggal jatuh tempo yang telah ditentukan.
Penerbit dan Tujuan
Fixed-income security umumnya diterbitkan oleh berbagai entitas, termasuk:
- Pemerintah (Pusat maupun Daerah): Untuk membiayai proyek-proyek infrastruktur, operasional pemerintahan, atau defisit anggaran.
- Perusahaan (Korporat): Untuk mendapatkan dana tambahan guna ekspansi bisnis, penelitian dan pengembangan, akuisisi, atau refinancing utang.
- Entitas Lain: Seperti lembaga keuangan atau badan khusus.
Tujuan utama penerbitan fixed-income security adalah untuk mendapatkan pembiayaan (modal) dari pasar.
Contoh-contoh Fixed-Income Security
Beberapa instrumen yang termasuk dalam kategori fixed-income security antara lain:
- Obligasi Pemerintah (Government Bonds): Diterbitkan oleh negara, dianggap memiliki risiko gagal bayar yang paling rendah.
- Obligasi Perusahaan (Corporate Bonds): Diterbitkan oleh perusahaan, tingkat risikonya bervariasi tergantung kesehatan finansial perusahaan penerbit.
- Sertifikat Deposito (Certificates of Deposit - CD): Diterbitkan oleh bank, biasanya dengan jangka waktu pendek hingga menengah.
- Surat Utang Negara (Treasury Bills/Notes/Bonds): Merupakan jenis obligasi pemerintah dengan berbagai tenor.
- Surat Berharga Komersial (Commercial Papers): Utang jangka pendek yang diterbitkan oleh perusahaan besar.
- Mortgage-Backed Securities (MBS): Sekuritas yang didukung oleh kumpulan pinjaman hipotek.
Karakteristik dan Perbandingan dengan Saham
Secara umum, fixed-income security dianggap sebagai instrumen investasi yang lebih aman dibandingkan dengan saham. Hal ini disebabkan oleh sifat pembayaran bunga dan pengembalian pokok yang lebih dapat diandalkan. Namun, keunggulan dalam hal keamanan ini sering kali dibarengi dengan tingkat pengembalian (return) yang cenderung lebih rendah dibandingkan dengan potensi imbal hasil dari investasi saham yang memiliki risiko lebih tinggi.
Fluktuasi Harga di Pasar Sekunder
Penting untuk dicatat bahwa meskipun pembayaran pokok dan bunganya tetap, harga fixed-income security dapat berfluktuasi di pasar sekunder. Perubahan harga ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan suku bunga acuan, kondisi ekonomi makro, peringkat kredit penerbit, serta hukum permintaan dan penawaran di pasar. Fluktuasi ini menghasilkan nilai pasar yang berubah-ubah untuk instrumen tersebut.
Peran dalam Portofolio Investor
Para investor umumnya memilih fixed-income security dengan dua tujuan utama:
- Pendapatan Tetap: Untuk menciptakan aliran pendapatan yang stabil dan dapat diprediksi, yang sangat berguna bagi investor yang membutuhkan dana rutin atau pensiunan.
- Mengurangi Risiko Portofolio: Dengan mengalokasikan sebagian dana ke aset yang lebih stabil seperti fixed-income security, investor dapat mengurangi volatilitas keseluruhan portofolio mereka dan melindungi modal dari gejolak pasar yang ekstrem.
Kemampuan untuk merencanakan aliran kas menjadi lebih baik karena pembayaran bunga yang tetap dan tanggal jatuh tempo yang jelas adalah keuntungan signifikan dari instrumen ini.
Pentingnya Pemahaman dalam Trading dan Investasi
Memiliki pemahaman yang baik mengenai fixed-income security, termasuk jenis-jenisnya, faktor-faktor yang mempengaruhi harga dan imbal hasilnya (yield), serta risiko yang terkait, sangatlah penting. Hal ini memungkinkan investor untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi, mengelola risiko portofolio mereka secara efektif, dan mengoptimalkan potensi hasil investasi mereka sesuai dengan tujuan keuangan masing-masing.
Cara Menggunakan Fixed-Income Security
Investor menggunakan fixed-income security untuk mendapatkan pendapatan tetap, melindungi modal, dan menyeimbangkan risiko dalam portofolio investasi mereka.
- 1Identifikasi tujuan investasi Anda: Apakah Anda mencari pendapatan rutin, pelestarian modal, atau diversifikasi?
- 2Pilih jenis fixed-income security yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan Anda (misalnya, obligasi pemerintah untuk keamanan tinggi, obligasi korporat untuk potensi imbal hasil lebih tinggi).
- 3Analisis penerbit: Periksa peringkat kredit dan kesehatan finansial penerbit untuk menilai risiko gagal bayar.
- 4Pertimbangkan kondisi pasar: Perhatikan pergerakan suku bunga dan inflasi yang dapat mempengaruhi harga dan imbal hasil.
- 5Diversifikasi portofolio: Jangan menempatkan semua dana pada satu jenis fixed-income security; sebarkan ke berbagai penerbit dan jatuh tempo.
Contoh Penggunaan Fixed-Income Security dalam Trading
Seorang investor bernama Budi memiliki tujuan untuk mendapatkan pendapatan pasif bulanan guna menutupi biaya hidupnya. Ia memutuskan untuk membeli Obligasi Perusahaan PT Maju Sejahtera dengan kupon bunga 7% per tahun yang dibayarkan setiap enam bulan, dan nilai pokok sebesar Rp 100.000.000 yang akan jatuh tempo dalam 5 tahun. Dengan investasi ini, Budi yakin akan menerima pembayaran bunga sebesar Rp 3.500.000 setiap enam bulan (total Rp 7.000.000 per tahun) dan pengembalian penuh Rp 100.000.000 pada akhir tahun kelima. Ini memberikan prediktabilitas aliran kas yang ia butuhkan.
Di sisi lain, seorang trader bernama Ani menggunakan Surat Utang Negara (SUN) tenor pendek sebagai tempat parkir dana sementara. Ia membeli SUN yang diperkirakan akan jatuh tempo dalam 1 tahun. Meskipun imbal hasilnya lebih rendah dari obligasi korporat, Ani merasa aman karena dijamin oleh pemerintah. Ia juga memantau pergerakan suku bunga; jika suku bunga naik, harga SUN yang dimilikinya di pasar sekunder cenderung turun, namun Ani berencana menahan hingga jatuh tempo untuk mendapatkan kembali pokok investasinya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Obligasi, Kupon, Imbal Hasil (Yield), Jatuh Tempo, Risiko Gagal Bayar, Diversifikasi Portofolio, Suku Bunga, Pasar Sekunder
Pertanyaan Umum tentang Fixed-Income Security
Apa perbedaan utama antara fixed-income security dan saham?
Fixed-income security menjanjikan pembayaran bunga dan pokok yang tetap, menjadikannya lebih aman namun dengan imbal hasil yang umumnya lebih rendah. Saham menawarkan potensi pertumbuhan modal yang lebih tinggi tetapi dengan volatilitas dan risiko yang lebih besar karena tidak ada jaminan pembayaran.
Apakah harga fixed-income security selalu tetap?
Tidak, harga fixed-income security dapat berfluktuasi di pasar sekunder. Perubahan harga dipengaruhi oleh faktor seperti suku bunga, inflasi, dan kesehatan finansial penerbit. Namun, pembayaran kupon dan pengembalian pokok pada saat jatuh tempo tetap sesuai perjanjian awal.
Siapa yang paling diuntungkan dari fixed-income security?
Investor yang mencari pendapatan tetap, pelestarian modal, dan pengurangan risiko dalam portofolio mereka, seperti pensiunan, investor konservatif, atau mereka yang ingin menyeimbangkan portofolio yang berfokus pada aset berisiko tinggi.