4 menit baca 788 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Floating Charge
- Floating charge adalah hak jaminan atas aset yang dapat berubah atau bergerak.
- Berbeda dari fixed charge, floating charge tidak terikat pada aset tertentu.
- Memberikan prioritas kepada kreditur dalam hal pelunasan utang jika debitor gagal bayar atau bangkrut.
- Melibatkan pendaftaran hukum untuk pengesahan hak jaminan.
- Memberikan perlindungan bagi kreditur, namun dapat membatasi fleksibilitas debitor dalam mengelola aset.
📑 Daftar Isi
Apa itu Floating Charge?
Floating Charge adalah Hak jaminan yang tidak terikat pada aset spesifik, mencakup aset yang dapat berubah seperti persediaan atau piutang, memberikan prioritas bagi kreditur saat gagal bayar.
Penjelasan Lengkap tentang Floating Charge
Dalam dunia keuangan dan investasi, Floating Charge merujuk pada sebuah bentuk hak jaminan (security interest) yang diberikan oleh pihak debitor (peminjam) kepada pihak kreditur (pemberi pinjaman). Hak jaminan ini berfungsi sebagai perlindungan bagi kreditur apabila debitor gagal memenuhi kewajiban pembayaran utangnya atau mengalami kondisi kepailitan.
Perbedaan Kunci dengan Fixed Charge
Perbedaan fundamental antara floating charge dan fixed charge (hak jaminan tetap) terletak pada sifat aset yang dijaminkan. Berbeda dengan fixed charge yang secara spesifik mengikat pada aset tertentu yang tidak dapat diubah atau dijual tanpa persetujuan kreditur (misalnya, sebuah bangunan atau mesin produksi spesifik), floating charge bersifat lebih dinamis.
Aset yang Dicakup oleh Floating Charge
Floating charge umumnya mencakup kumpulan aset yang secara rutin mengalami perubahan atau pergerakan dalam operasional bisnis debitor. Aset-aset ini bisa meliputi:
- Persediaan (Inventory): Barang-barang yang siap dijual atau dalam proses produksi.
- Piutang Dagang (Accounts Receivable): Uang yang terutang kepada debitor oleh pelanggan atas barang atau jasa yang telah diberikan.
- Aset Lancar Lainnya: Kas, setara kas, dan investasi jangka pendek yang dapat berfluktuasi.
- Aset Tidak Bergerak (Non-fixed Assets): Terkadang, aset yang tidak secara khusus diikat dengan hipotek atau tagihan terkait juga bisa masuk dalam cakupan floating charge.
Proses Pendirian dan Konsekuensi
Pendirian floating charge memerlukan proses pendaftaran hukum yang sah. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa hak jaminan kreditur diakui secara hukum dan memiliki kekuatan mengikat. Dalam skenario terburuk, seperti kebangkrutan atau gagal bayar, floating charge memberikan hak prioritas kepada kreditur untuk menguasai dan menjual aset yang dijaminkan guna melunasi utang yang belum terpenuhi.
Implikasi dalam Trading dan Investasi
Bagi investor atau kreditur, floating charge menawarkan lapisan keamanan tambahan, terutama ketika memberikan pinjaman kepada perusahaan yang memiliki model bisnis yang melibatkan perputaran aset yang cepat. Contohnya, seorang investor yang meminjamkan dana kepada perusahaan manufaktur dapat meminta floating charge atas persediaan dan piutang dagang perusahaan tersebut. Ini memberikan perlindungan jika perusahaan mengalami kesulitan likuiditas atau manajemen yang buruk.
Namun, bagi debitor, pemberian floating charge berarti adanya pembatasan terhadap fleksibilitas dalam mengelola aset yang dijaminkan. Debitor perlu mempertimbangkan implikasi ini terhadap kelancaran operasional bisnis sehari-hari.
Cara Menggunakan Floating Charge
Floating charge digunakan oleh kreditur sebagai instrumen jaminan untuk melindungi investasi mereka ketika memberikan pinjaman kepada entitas bisnis.
- 1Langkah 1: Kreditur menilai kebutuhan akan jaminan atas pinjaman yang diberikan, terutama jika debitor memiliki aset yang berfluktuasi.
- 2Langkah 2: Negosiasi dilakukan antara kreditur dan debitor mengenai cakupan aset yang akan dijaminkan melalui floating charge.
- 3Langkah 3: Dokumen perjanjian floating charge dibuat dan didaftarkan secara hukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.
- 4Langkah 4: Kreditur memantau kondisi keuangan debitor. Jika terjadi gagal bayar atau kebangkrutan, kreditur dapat mengeksekusi hak jaminannya atas aset yang tercakup dalam floating charge.
Contoh Penggunaan Floating Charge dalam Trading
Seorang bank memberikan pinjaman modal kerja kepada sebuah perusahaan ritel. Sebagai jaminan, bank meminta floating charge atas seluruh persediaan barang dagangan perusahaan tersebut, termasuk barang yang baru dibeli dan yang sedang dalam proses penjualan. Jika perusahaan ritel mengalami kesulitan finansial dan gagal membayar cicilan pinjaman, bank berhak mengambil alih dan menjual persediaan barang dagangan untuk melunasi utangnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: hak jaminan, fixed charge, kreditur, debitor, kepailitan, aset lancar, modal kerja
Pertanyaan Umum tentang Floating Charge
Apa perbedaan utama antara floating charge dan fixed charge?
Floating charge mencakup aset yang dapat berubah atau bergerak (seperti persediaan), sementara fixed charge terikat pada aset spesifik yang tidak dapat diubah (seperti properti).
Siapa yang paling diuntungkan dari floating charge?
Kreditur atau pemberi pinjaman yang menginginkan jaminan atas pinjaman mereka, terutama dalam bisnis yang dinamis.
Apakah floating charge selalu memerlukan pendaftaran hukum?
Ya, pendirian floating charge umumnya memerlukan proses pendaftaran hukum agar hak jaminan tersebut sah dan mengikat secara hukum.
Bagaimana floating charge mempengaruhi operasional debitor?
Debitor mungkin mengalami pembatasan dalam mengelola atau menjual aset yang tercakup dalam floating charge tanpa persetujuan kreditur, yang dapat mempengaruhi fleksibilitas operasional.
Apakah floating charge hanya berlaku untuk aset bergerak?
Tidak selalu. Meskipun seringkali mencakup aset lancar yang bergerak, floating charge juga bisa mencakup aset tidak bergerak yang tidak secara spesifik diikat oleh hak jaminan lain.