4 menit baca 841 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Floating Rate Fund

  • Berinvestasi pada instrumen keuangan dengan suku bunga yang dapat berubah (mengambang).
  • Memberikan perlindungan terhadap risiko kenaikan suku bunga pasar.
  • Potensi menawarkan tingkat pendapatan yang lebih stabil dan lebih tinggi dibandingkan dana bunga tetap.
  • Memiliki risiko likuiditas, terutama di pasar yang volatil.
  • Penting untuk menganalisis kualitas kredit dan likuiditas pasar sebelum berinvestasi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Floating Rate Fund?

Floating Rate Fund adalah Dana investasi yang berinvestasi pada instrumen bunga mengambang, memberikan perlindungan terhadap kenaikan suku bunga dan potensi pendapatan lebih tinggi.

Penjelasan Lengkap tentang Floating Rate Fund

Floating Rate Fund, atau Dana Berbunga Mengambang, adalah jenis reksa dana atau instrumen investasi yang secara spesifik mengalokasikan mayoritas asetnya pada instrumen keuangan yang tingkat bunganya dapat disesuaikan secara berkala. Instrumen utama yang menjadi fokus dana ini umumnya adalah obligasi atau pinjaman bank yang memiliki karakteristik suku bunga mengambang (floating rate).

Bagaimana Floating Rate Fund Bekerja?

Berbeda dengan dana yang berinvestasi pada instrumen dengan suku bunga tetap (fixed rate), Floating Rate Fund secara aktif menyesuaikan pendapatannya mengikuti pergerakan suku bunga acuan pasar, seperti suku bunga bank sentral atau LIBOR (London Interbank Offered Rate) di masa lalu, atau suku bunga pasar lainnya yang relevan.

Keunggulan Floating Rate Fund

  • Perlindungan Terhadap Kenaikan Suku Bunga: Ini adalah keunggulan utama. Ketika suku bunga pasar naik, pendapatan dari instrumen dalam portofolio Floating Rate Fund juga akan meningkat, mengimbangi potensi penurunan nilai instrumen berbunga tetap. Hal ini membantu menjaga nilai aset investasi agar tidak tergerus oleh inflasi atau kenaikan biaya pinjaman.
  • Potensi Pendapatan Lebih Tinggi: Dalam kondisi suku bunga yang cenderung naik, Floating Rate Fund berpotensi memberikan tingkat pengembalian yang lebih menarik dibandingkan dengan dana pasar uang atau dana obligasi berbunga tetap.
  • Diversifikasi Portofolio: Dana ini dapat menjadi alat diversifikasi yang efektif, memperkenalkan aset dengan karakteristik suku bunga yang berbeda ke dalam portofolio investor, sehingga mengurangi risiko keseluruhan.

Risiko Floating Rate Fund

Meskipun menawarkan keuntungan, Floating Rate Fund juga memiliki risiko yang perlu diperhatikan:

  • Risiko Likuiditas: Terutama di saat pasar keuangan sangat bergejolak (volatil), likuiditas dari instrumen yang mendasarinya bisa menjadi isu. Ini berarti mungkin sulit untuk menjual aset dengan cepat tanpa mengorbankan harga.
  • Risiko Kredit: Kualitas kredit dari penerbit obligasi atau peminjam bank yang menjadi aset dana ini sangat krusial. Jika penerbit mengalami kesulitan keuangan, nilai investasi bisa terpengaruh.
  • Risiko Pasar: Seperti semua investasi, Floating Rate Fund tetap tunduk pada fluktuasi pasar secara umum.

Siapa yang Cocok Berinvestasi di Floating Rate Fund?

Investor yang mencari perlindungan terhadap potensi kenaikan suku bunga, menginginkan pendapatan yang relatif stabil meskipun suku bunga berfluktuasi, dan memiliki pandangan bahwa suku bunga pasar akan cenderung naik atau tetap tinggi, biasanya menjadi target utama untuk investasi jenis ini.

Cara Menggunakan Floating Rate Fund

Investor dapat menggunakan Floating Rate Fund sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio untuk melindungi nilai aset dari kenaikan suku bunga dan mencari potensi pendapatan yang lebih stabil.

  1. 1Langkah 1: Analisis kondisi suku bunga pasar saat ini dan proyeksi ke depan.
  2. 2Langkah 2: Tentukan alokasi dana yang sesuai dalam portofolio Anda untuk Floating Rate Fund berdasarkan profil risiko dan tujuan investasi.
  3. 3Langkah 3: Lakukan riset mendalam terhadap Floating Rate Fund yang tersedia, perhatikan rekam jejak manajer investasi, biaya pengelolaan, dan komposisi aset (kualitas kredit, tenor obligasi).
  4. 4Langkah 4: Pantau kinerja dana secara berkala dan sesuaikan strategi investasi jika diperlukan sesuai dengan perubahan kondisi pasar atau tujuan finansial Anda.

Contoh Penggunaan Floating Rate Fund dalam Trading

Seorang trader forex yang memprediksi Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan, mungkin akan mengalihkan sebagian dananya dari obligasi berbunga tetap ke Floating Rate Fund. Dengan demikian, jika suku bunga benar-benar naik, pendapatan dari instrumen dalam Floating Rate Fund akan ikut meningkat, sehingga nilai investasinya tetap terjaga bahkan berpotensi bertambah, berbeda dengan obligasi berbunga tetap yang nilainya cenderung turun saat suku bunga naik.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Suku Bunga Mengambang, Obligasi, Reksa Dana, Manajer Investasi, Diversifikasi Portofolio, Risiko Kredit, Likuiditas Pasar

Pertanyaan Umum tentang Floating Rate Fund

Apa perbedaan utama antara Floating Rate Fund dan Fixed Rate Fund?

Perbedaan utamanya terletak pada jenis instrumen yang diinvestasikan. Floating Rate Fund berinvestasi pada instrumen dengan suku bunga yang dapat berubah mengikuti pasar, sementara Fixed Rate Fund berinvestasi pada instrumen dengan suku bunga yang tetap sepanjang masa berlaku.

Apakah Floating Rate Fund aman dari risiko penurunan suku bunga?

Floating Rate Fund tidak sepenuhnya aman dari risiko penurunan suku bunga, namun dampaknya akan lebih kecil dibandingkan Fixed Rate Fund. Ketika suku bunga turun, pendapatan dari Floating Rate Fund juga akan ikut turun, tetapi nilai pokok investasinya cenderung lebih stabil dibandingkan obligasi berbunga tetap yang nilainya akan naik saat suku bunga turun.

Bagaimana cara mengetahui kualitas kredit obligasi dalam Floating Rate Fund?

Informasi mengenai kualitas kredit obligasi biasanya tercantum dalam prospektus atau laporan bulanan dana. Anda dapat melihat peringkat kredit yang diberikan oleh lembaga pemeringkat seperti Moody's, Standard & Poor's, atau Fitch Ratings untuk obligasi yang dimiliki oleh dana tersebut.