4 menit baca 801 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Floating Rate Note (FRN)

  • FRN memiliki suku bunga yang berfluktuasi mengikuti suku bunga pasar.
  • Pembayaran bunga FRN naik ketika suku bunga pasar naik, dan turun ketika suku bunga pasar turun.
  • Memberikan perlindungan terhadap risiko kenaikan suku bunga yang tidak terkendali.
  • Menawarkan potensi pendapatan bunga yang lebih tinggi saat suku bunga meningkat.
  • Dapat menjadi alternatif diversifikasi portofolio dibandingkan obligasi tetap.

📑 Daftar Isi

Apa itu Floating Rate Note (FRN)?

Floating Rate Note (FRN) adalah Floating Rate Note (FRN) adalah obligasi dengan suku bunga mengambang yang menyesuaikan terhadap pergerakan suku bunga pasar, menawarkan fleksibilitas dan perlindungan terhadap fluktuasi suku bunga.

Penjelasan Lengkap tentang Floating Rate Note (FRN)

Floating Rate Note (FRN), atau Catatan Suku Bunga Mengambang, merupakan instrumen utang (obligasi) yang unik karena suku bunganya tidak ditetapkan secara tetap sepanjang masa berlaku obligasi. Sebaliknya, tingkat bunga pada FRN secara berkala akan disesuaikan berdasarkan pergerakan suku bunga acuan yang berlaku di pasar keuangan. Mekanisme penyesuaian ini memberikan fleksibilitas yang signifikan bagi investor.

Bagaimana FRN Bekerja?

Prinsip kerja FRN sangat bergantung pada suku bunga referensi. Suku bunga referensi ini bisa berupa LIBOR (London Interbank Offered Rate), SOFR (Secured Overnight Financing Rate), atau suku bunga acuan bank sentral lainnya. Tingkat bunga FRN biasanya dihitung sebagai suku bunga referensi ditambah spread tetap. Spread ini mencerminkan premi risiko yang ditambahkan oleh penerbit obligasi.

  • Ketika Suku Bunga Pasar Naik: Jika suku bunga referensi di pasar meningkat, maka tingkat bunga yang dibayarkan oleh FRN juga akan ikut naik. Ini berarti investor akan menerima kupon atau pembayaran bunga yang lebih besar.
  • Ketika Suku Bunga Pasar Turun: Sebaliknya, apabila suku bunga referensi di pasar mengalami penurunan, maka tingkat bunga FRN pun akan ikut turun. Hal ini akan menghasilkan pembayaran bunga yang lebih kecil bagi investor.

Keunggulan FRN

Investasi dalam FRN menawarkan beberapa keuntungan:

  • Perlindungan terhadap Risiko Suku Bunga: FRN secara inheren melindungi investor dari dampak negatif kenaikan suku bunga yang tak terduga. Berbeda dengan obligasi konvensional dengan bunga tetap, di mana investor akan 'terkunci' pada imbal hasil yang lebih rendah ketika suku bunga pasar naik, FRN memungkinkan investor untuk beradaptasi dan berpotensi mendapatkan imbal hasil yang lebih tinggi.
  • Potensi Pendapatan Lebih Tinggi saat Suku Bunga Naik: Bagi investor yang memperkirakan kenaikan suku bunga di masa depan, FRN bisa menjadi pilihan yang menarik karena pembayaran bunga mereka akan meningkat seiring dengan tren tersebut.
  • Diversifikasi Portofolio: Karakteristik suku bunga yang dinamis membuat FRN berbeda dari obligasi tetap, sehingga dapat membantu mendiversifikasi risiko dalam sebuah portofolio investasi.

Kekurangan FRN

Meskipun memiliki keunggulan, FRN juga memiliki potensi kerugian:

  • Penurunan Pendapatan saat Suku Bunga Turun: Jika suku bunga pasar terus menurun, maka tingkat bunga FRN juga akan mengikuti tren penurunan tersebut, mengakibatkan investor menerima pembayaran bunga yang lebih rendah.

Secara keseluruhan, FRN merupakan instrumen yang cocok bagi investor yang ingin meminimalkan risiko suku bunga dan mencari peluang untuk mendapatkan imbal hasil yang lebih baik seiring dengan pergerakan pasar keuangan.

Cara Menggunakan Floating Rate Note (FRN)

Investor menggunakan FRN untuk mengelola risiko suku bunga dan mendapatkan potensi keuntungan dari kenaikan suku bunga pasar.

  1. 1Identifikasi ekspektasi Anda terhadap pergerakan suku bunga pasar (naik atau turun).
  2. 2Pilih FRN dengan suku bunga referensi dan spread yang sesuai dengan profil risiko Anda.
  3. 3Pantau pergerakan suku bunga pasar dan bagaimana hal tersebut memengaruhi pembayaran kupon FRN Anda.
  4. 4Pertimbangkan FRN sebagai bagian dari strategi diversifikasi portofolio Anda, terutama jika Anda khawatir tentang kenaikan suku bunga.

Contoh Penggunaan Floating Rate Note (FRN) dalam Trading

Seorang trader memprediksi Bank Sentral akan menaikkan suku bunga acuan dalam beberapa bulan ke depan. Untuk memanfaatkan potensi ini dan melindungi portofolionya dari kerugian akibat kenaikan suku bunga pada obligasi tetap, trader tersebut memutuskan untuk membeli Floating Rate Note (FRN) dengan kupon yang mengacu pada suku bunga acuan ditambah 1%. Jika suku bunga acuan naik dari 3% menjadi 4%, maka kupon FRN tersebut akan meningkat dari 4% (3% + 1%) menjadi 5% (4% + 1%), memberikan pendapatan yang lebih tinggi.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: obligasi, suku bunga, kupon, pasar keuangan, diversifikasi portofolio, obligasi tetap, LIBOR, SOFR

Pertanyaan Umum tentang Floating Rate Note (FRN)

Apa perbedaan utama antara FRN dan obligasi tetap?

Perbedaan utamanya terletak pada suku bunga. Obligasi tetap memiliki suku bunga yang sama sepanjang masa berlaku, sedangkan FRN memiliki suku bunga yang berfluktuasi mengikuti suku bunga pasar.

Bagaimana FRN melindungi investor dari kenaikan suku bunga?

FRN melindungi investor karena ketika suku bunga pasar naik, pembayaran bunga FRN juga akan ikut naik, sehingga mengimbangi potensi kerugian yang mungkin dialami pada instrumen pendapatan tetap lainnya.

Kapan sebaiknya investor mempertimbangkan investasi FRN?

Investor sebaiknya mempertimbangkan FRN ketika mereka memperkirakan suku bunga pasar akan naik atau ketika mereka ingin mengurangi risiko fluktuasi suku bunga dalam portofolio mereka.