5 menit baca 958 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Floating Stock

  • Floating stock adalah saham perusahaan yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di bursa.
  • Saham yang dipegang oleh pengendali, pemilik besar (>5%), atau institusi tidak termasuk dalam floating stock.
  • Floating stock tinggi mengindikasikan likuiditas yang baik dan pergerakan harga yang lebih stabil.
  • Floating stock rendah dapat menyebabkan volatilitas harga yang tinggi.
  • Investor menggunakan floating stock untuk menilai kemudahan membeli/menjual saham tanpa mengganggu harga pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Floating Stock?

Floating Stock adalah Floating stock (public float) adalah jumlah saham perusahaan yang bebas diperdagangkan di pasar terbuka, tidak termasuk saham yang dipegang pengendali atau institusi besar.

Penjelasan Lengkap tentang Floating Stock

Apa itu Floating Stock?

Dalam dunia pasar modal, Floating Stock, yang juga sering disebut sebagai Public Float, merujuk pada jumlah saham suatu perusahaan yang secara bebas tersedia untuk diperdagangkan di pasar terbuka atau bursa efek. Ini adalah bagian dari total saham beredar yang dapat diakses oleh publik untuk dibeli atau dijual tanpa batasan signifikan.

Penting untuk memahami bahwa tidak semua saham yang beredar dihitung sebagai floating stock. Saham yang tidak termasuk dalam kategori ini meliputi:

  • Saham yang dimiliki oleh pengendali perusahaan (misalnya, pendiri, keluarga pendiri, atau entitas yang memiliki kendali operasional).
  • Saham yang dimiliki oleh pemegang saham besar yang secara signifikan menguasai kepemilikan, biasanya di atas 5% dari total saham beredar.
  • Saham yang dipegang oleh pemegang saham institusi yang besar dan memiliki tujuan investasi jangka panjang, seperti dana pensiun, reksa dana, atau perusahaan asuransi, yang cenderung tidak aktif diperdagangkan dalam jangka pendek.

Mengapa Floating Stock Penting bagi Investor dan Trader?

Floating stock merupakan salah satu metrik krusial yang dipertimbangkan oleh investor dan trader dalam mengevaluasi potensi likuiditas suatu saham. Likuiditas merujuk pada kemudahan suatu aset untuk dibeli atau dijual di pasar tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

Berikut adalah implikasi dari tingkat floating stock:

  • Floating Stock Tinggi: Semakin tinggi jumlah floating stock, semakin besar kemungkinan adanya penawaran (supply) dan permintaan (demand) yang memadai untuk saham tersebut. Hal ini biasanya berarti saham lebih mudah diperdagangkan, pergerakan harga cenderung lebih stabil, dan investor dapat masuk atau keluar dari posisi dengan lebih mudah tanpa secara drastis mempengaruhi harga pasar.
  • Floating Stock Rendah: Sebaliknya, jika floating stock rendah, ini menandakan bahwa hanya sebagian kecil saham yang tersedia untuk diperdagangkan. Dalam kondisi seperti ini, bahkan dengan volume perdagangan yang relatif kecil, saham mungkin mengalami volatilitas yang tinggi dan perubahan harga yang drastis ketika ada lonjakan penawaran atau permintaan.

Investor dan trader profesional umumnya mencari saham dengan floating stock yang cukup besar. Hal ini memberikan keyakinan bahwa mereka dapat melakukan transaksi jual beli dengan efisien, meminimalkan slippage (perbedaan antara harga yang diharapkan dan harga eksekusi), dan mengurangi risiko terjebak dalam posisi karena kurangnya pembeli atau penjual.

Perubahan Floating Stock dari Waktu ke Waktu

Perlu dicatat bahwa floating stock bukanlah angka yang statis. Jumlah ini dapat berubah seiring waktu karena berbagai aktivitas perusahaan, seperti:

  • Penawaran Saham Baru (Secondary Offering): Perusahaan dapat menerbitkan saham tambahan untuk meningkatkan modal, yang akan menambah jumlah floating stock.
  • Pembelian Kembali Saham (Share Buyback): Perusahaan dapat membeli kembali sahamnya sendiri dari pasar terbuka. Tindakan ini akan mengurangi jumlah saham yang beredar dan, consequently, mengurangi floating stock.

Oleh karena itu, sangat penting bagi investor dan trader untuk secara berkala memantau perubahan floating stock dari perusahaan yang mereka minati. Informasi terkini mengenai likuiditas saham dapat memberikan wawasan berharga untuk pengambilan keputusan investasi yang lebih baik.

Cara Menggunakan Floating Stock

Investor dan trader menggunakan analisis floating stock untuk menilai likuiditas saham, potensi volatilitas, dan kemudahan eksekusi transaksi.

  1. 1Identifikasi saham yang diminati dan cari informasi mengenai jumlah total saham beredar serta jumlah saham yang tidak termasuk floating stock.
  2. 2Hitung floating stock dengan mengurangi saham yang dipegang pengendali, pemegang saham besar (>5%), dan institusi dari total saham beredar.
  3. 3Bandingkan floating stock saham yang berbeda atau pantau perubahannya dari waktu ke waktu untuk mengukur likuiditas.
  4. 4Gunakan informasi floating stock sebagai salah satu faktor dalam strategi trading atau investasi, terutama untuk saham dengan potensi volatilitas tinggi atau kebutuhan likuiditas cepat.

Contoh Penggunaan Floating Stock dalam Trading

Misalnya, Trader A sedang mempertimbangkan untuk membeli saham PT ABC. Ia menemukan bahwa PT ABC memiliki 100 juta lembar saham beredar. Dari jumlah tersebut, 20 juta lembar dipegang oleh pendiri (pengendali), 15 juta lembar oleh investor institusional besar, dan 5 juta lembar oleh pemegang saham lain yang tidak aktif diperdagangkan. Maka, floating stock PT ABC adalah 100 juta - 20 juta - 15 juta - 5 juta = 60 juta lembar. Jumlah ini relatif besar, menunjukkan likuiditas yang baik. Trader A merasa nyaman bahwa ia dapat membeli atau menjual saham PT ABC dalam jumlah yang wajar tanpa menyebabkan lonjakan harga yang signifikan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham Beredar, Likuiditas Pasar, Volatilitas Saham, Investor Institusional, Pengendali Perusahaan, Public Float

Pertanyaan Umum tentang Floating Stock

Apa perbedaan antara saham beredar dan floating stock?

Saham beredar adalah total seluruh saham yang telah diterbitkan oleh perusahaan, sementara floating stock adalah bagian dari saham beredar yang bebas diperdagangkan oleh publik.

Apakah floating stock selalu sama dengan saham yang diperdagangkan?

Tidak. Floating stock adalah jumlah saham yang *tersedia* untuk diperdagangkan. Saham yang diperdagangkan adalah jumlah aktual saham yang berpindah tangan dalam periode waktu tertentu.

Bagaimana cara mengetahui floating stock suatu perusahaan?

Informasi floating stock biasanya dapat ditemukan di laporan keuangan perusahaan, situs web bursa efek, atau platform data keuangan terkemuka yang menyediakan detail kepemilikan saham.

Apakah floating stock yang rendah selalu buruk?

Tidak selalu buruk, namun floating stock yang rendah seringkali dikaitkan dengan volatilitas harga yang lebih tinggi. Bagi trader jangka pendek yang mencari pergerakan cepat, ini bisa menarik, tetapi bagi investor jangka panjang, ini bisa menimbulkan risiko yang lebih besar.