3 menit baca 684 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Floor Area Ratio (FAR)

  • FAR adalah perbandingan luas lantai bangunan total dengan luas lahan.
  • FAR menentukan seberapa besar bangunan dapat dibangun di atas lahan tertentu.
  • FAR yang lebih tinggi umumnya menunjukkan potensi pengembangan dan nilai investasi yang lebih besar.
  • Tingkat FAR ditentukan oleh peraturan zonasi dan tata ruang setempat.
  • Investor properti menggunakan FAR untuk menganalisis potensi keuntungan dan memaksimalkan penggunaan lahan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Floor Area Ratio (FAR)?

Floor Area Ratio (FAR) adalah Floor Area Ratio (FAR) adalah rasio luas lantai total bangunan terhadap luas lahan, mengukur potensi pengembangan properti dan nilai investasinya.

Penjelasan Lengkap tentang Floor Area Ratio (FAR)

Apa Itu Floor Area Ratio (FAR)?

Floor Area Ratio (FAR), yang sering disingkat sebagai FAR, adalah sebuah metrik krusial dalam dunia properti, khususnya bagi para trader dan investor. Istilah ini merujuk pada perbandingan matematis antara total luas lantai seluruh bangunan yang direncanakan atau sudah berdiri, dengan luas lahan aktual tempat bangunan tersebut akan dibangun. Secara sederhana, FAR berfungsi sebagai panduan atau batasan seberapa masif sebuah bangunan dapat dikembangkan di atas sebidang tanah yang tersedia.

Mengapa FAR Penting dalam Trading Properti?

Dalam konteks trading dan investasi properti, FAR memiliki signifikansi yang mendalam. Angka FAR memberikan gambaran awal mengenai potensi keuntungan finansial dari sebuah properti. Properti dengan FAR yang tinggi secara inheren menawarkan peluang lebih besar untuk membangun struktur dengan luas lantai yang lebih ekstensif. Hal ini secara langsung berkorelasi positif terhadap potensi nilai jual atau pendapatan sewa di masa depan, menjadikannya faktor penarik bagi investor.

Regulasi dan Penentuan FAR

Penting untuk dicatat bahwa tingkat FAR yang diperbolehkan di suatu lokasi bukanlah keputusan sepihak, melainkan diatur secara ketat oleh peraturan zonasi dan tata ruang yang berlaku di wilayah administratif tersebut. Setiap daerah memiliki kebijakan yang berbeda-beda mengenai FAR maksimal yang diizinkan. Peraturan ini biasanya dirancang untuk mencapai keseimbangan antara kebutuhan akan pembangunan dan kepadatan penduduk dengan prinsip pelestarian lingkungan dan efisiensi penggunaan lahan.

FAR sebagai Alat Pengambilan Keputusan Investor

Bagi investor yang memiliki minat pada pengembangan properti (development), memahami dan menganalisis FAR menjadi salah satu pilar utama dalam proses pengambilan keputusan. Investor akan secara cermat mempelajari peraturan zonasi setempat untuk mengetahui batasan pembangunan yang ada. Selanjutnya, mereka akan melakukan perhitungan mendalam mengenai potensi pendapatan, biaya konstruksi, dan profitabilitas proyek berdasarkan FAR yang telah ditetapkan. Dengan memahami FAR secara komprehensif, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat sasaran, mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dan memaksimalkan potensi pengembangan properti mereka.

Cara Menggunakan Floor Area Ratio (FAR)

Investor dan developer menggunakan FAR untuk mengevaluasi potensi pengembangan lahan dan memaksimalkan profitabilitas investasi properti.

  1. 1Identifikasi peraturan zonasi setempat untuk mengetahui FAR maksimal yang diizinkan pada lahan target.
  2. 2Hitung luas lahan yang tersedia (misalnya, dalam meter persegi).
  3. 3Gunakan rumus: Luas Lantai Total Bangunan = Luas Lahan x FAR yang Diizinkan.
  4. 4Analisis hasil perhitungan untuk menentukan skala bangunan yang memungkinkan dan potensi keuntungannya.

Contoh Penggunaan Floor Area Ratio (FAR) dalam Trading

Seorang investor membeli lahan seluas 1.000 m² di sebuah area dengan FAR yang diizinkan sebesar 3. Ini berarti investor dapat membangun total luas lantai bangunan hingga 3.000 m² (1.000 m² x 3). Jika investor berencana membangun gedung perkantoran, ia dapat merancang bangunan dengan beberapa lantai, memaksimalkan potensi pendapatan sewa dari total 3.000 m² luas lantai yang tersedia, sesuai dengan peraturan yang berlaku.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Peraturan Zonasi, Tata Ruang, Pengembangan Properti, Nilai Properti, Return on Investment (ROI)

Pertanyaan Umum tentang Floor Area Ratio (FAR)

Apakah FAR hanya berlaku untuk bangunan komersial?

Tidak, FAR berlaku untuk berbagai jenis bangunan, termasuk residensial, komersial, dan industri, tergantung pada peraturan zonasi setempat.

Bagaimana cara menghitung FAR jika sudah ada bangunan?

Untuk bangunan yang sudah ada, FAR dihitung dengan menjumlahkan luas lantai seluruh bangunan yang ada di lahan tersebut dan membaginya dengan luas lahan.

Mengapa beberapa area memiliki FAR yang lebih rendah dari yang lain?

FAR yang lebih rendah biasanya diterapkan di area yang membutuhkan kontrol kepadatan penduduk, pelestarian lingkungan, atau untuk menjaga estetika kota, seperti di kawasan bersejarah atau area dengan infrastruktur terbatas.