5 menit baca 928 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Flotation

  • Flotasi adalah tahapan awal perusahaan menjual saham ke publik melalui Initial Public Offering (IPO).
  • Tujuan utama flotasi adalah mengumpulkan dana segar untuk ekspansi dan pengembangan bisnis perusahaan.
  • Proses flotasi melibatkan penyusunan prospektus yang merinci informasi penting perusahaan kepada calon investor.
  • Underwriter berperan penting dalam menjamin emisi dan menentukan harga saham selama proses flotasi.
  • Investor dapat memperoleh keuntungan jika harga saham naik di pasar sekunder setelah terdaftar di bursa.

📑 Daftar Isi

Apa itu Flotation?

Flotation adalah Flotasi adalah proses perusahaan menjual saham ke publik untuk pertama kali (IPO), mengumpulkan dana dan memungkinkan kepemilikan saham oleh masyarakat umum.

Penjelasan Lengkap tentang Flotation

Apa itu Flotasi dalam Trading dan Investasi?

Dalam dunia pasar modal, flotasi merujuk pada sebuah proses krusial di mana sebuah perusahaan memutuskan untuk menawarkan dan menjual sahamnya kepada masyarakat umum untuk pertama kalinya. Istilah lain yang sangat identik dengan flotasi adalah Initial Public Offering (IPO) atau Penawaran Umum Perdana. Melalui proses ini, perusahaan bertujuan untuk mengumpulkan dana segar yang sangat dibutuhkan untuk berbagai keperluan, seperti ekspansi bisnis, penelitian dan pengembangan, akuisisi, atau pelunasan utang.

Flotasi memberikan kesempatan unik bagi investor publik untuk menjadi bagian dari kepemilikan perusahaan yang sebelumnya tertutup. Ini adalah langkah strategis bagi perusahaan untuk bertransformasi dari entitas tertutup menjadi perusahaan terbuka yang sahamnya dapat diperdagangkan secara bebas di bursa saham.

Proses Flotasi: Dari Persiapan Hingga Perdagangan di Bursa

Proses flotasi bukanlah hal yang instan, melainkan serangkaian tahapan yang terstruktur dan membutuhkan persiapan matang:

  • Persiapan Awal: Meliputi penilaian valuasi perusahaan secara menyeluruh, menentukan jumlah lot saham yang akan ditawarkan kepada publik, serta menyiapkan dokumen-dokumen legal dan finansial yang diperlukan.
  • Penyusunan Prospektus: Ini adalah dokumen terpenting yang berisi informasi komprehensif mengenai perusahaan. Isinya meliputi sejarah perusahaan, model bisnis, laporan keuangan historis dan proyeksi, struktur manajemen, strategi bisnis, analisis risiko, serta tujuan penggunaan dana hasil flotasi. Prospektus ini wajib disetujui oleh otoritas pasar modal yang berwenang (misalnya OJK di Indonesia) sebelum dipublikasikan.
  • Pemasaran (Roadshow): Perusahaan, bersama dengan underwriter, akan melakukan presentasi dan pertemuan dengan calon investor potensial, baik institusional maupun ritel, untuk memperkenalkan perusahaan dan menawarkan sahamnya.
  • Penawaran Umum: Pada periode penawaran umum, investor yang tertarik dapat melakukan pemesanan pembelian saham sesuai dengan harga yang telah ditentukan.
  • Penentuan Harga dan Alokasi Saham: Harga penawaran saham dan jumlah alokasi kepada investor ditentukan berdasarkan minat dan permintaan dari pasar, serta rekomendasi dari underwriter.
  • Pencatatan di Bursa Efek: Setelah proses penawaran umum selesai, saham perusahaan akan resmi dicatatkan dan mulai diperdagangkan di bursa saham, memungkinkan investor untuk membeli atau menjualnya di pasar sekunder.

Peran Underwriter dalam Flotasi

Underwriter atau penjamin emisi adalah lembaga keuangan (biasanya bank investasi) yang memegang peranan vital dalam proses flotasi. Tugas utamanya adalah menjamin bahwa seluruh saham yang ditawarkan akan terjual, seringkali dengan membeli seluruh saham dari perusahaan penerbit pada harga tertentu dan kemudian menjualnya kembali kepada publik. Underwriter juga memberikan saran strategis mengenai waktu yang tepat untuk flotasi, harga penawaran saham, dan membantu dalam pemasaran serta distribusi saham.

Keuntungan dan Risiko Flotasi

Bagi perusahaan, flotasi menawarkan keuntungan signifikan seperti:

  • Akses Pendanaan: Memperoleh modal besar untuk pertumbuhan dan ekspansi.
  • Peningkatan Citra dan Reputasi: Menjadi perusahaan terbuka seringkali meningkatkan kredibilitas dan pengakuan publik.
  • Likuiditas: Memberikan jalan keluar bagi pemegang saham awal (pendiri, investor awal) untuk mencairkan investasinya.

Namun, flotasi juga datang dengan risiko:

  • Volatilitas Harga Saham: Harga saham bisa berfluktuasi, bahkan turun drastis setelah IPO, terutama jika kondisi pasar memburuk atau kinerja perusahaan tidak sesuai ekspektasi.
  • Pengawasan Publik: Perusahaan terbuka harus mematuhi regulasi yang lebih ketat dan transparan terhadap publik.
  • Biaya: Proses flotasi itu sendiri membutuhkan biaya yang tidak sedikit.

Bagi investor, memahami konsep flotasi sangat penting. Keputusan untuk berinvestasi pada saham saat IPO harus didasarkan pada analisis mendalam terhadap prospektus, fundamental perusahaan, prospek industri, dan kondisi makroekonomi.

Cara Menggunakan Flotation

Investor dapat menggunakan informasi tentang flotasi untuk mengidentifikasi peluang investasi potensial pada perusahaan yang baru saja go public, namun perlu melakukan riset mendalam sebelum membeli saham.

  1. 1Langkah 1: Pantau pengumuman perusahaan yang akan melakukan IPO atau flotasi.
  2. 2Langkah 2: Dapatkan dan baca prospektus perusahaan secara cermat, fokus pada kinerja keuangan, strategi, dan risiko.
  3. 3Langkah 3: Lakukan analisis fundamental perusahaan dan prospek industrinya.
  4. 4Langkah 4: Tentukan apakah harga penawaran saham sesuai dengan valuasi yang Anda yakini, dan pertimbangkan tujuan investasi jangka panjang Anda sebelum membeli.

Contoh Penggunaan Flotation dalam Trading

Sebuah startup teknologi yang sukses, 'InnoTech', memutuskan untuk melakukan flotasi dengan menjual 100 juta lembar sahamnya kepada publik melalui IPO. Perusahaan ini bekerja sama dengan PT. Maju Investama sebagai underwriter. Setelah proses roadshow dan penawaran umum, saham InnoTech berhasil dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada harga Rp 500 per lembar. Investor yang membeli saham saat IPO ini berharap harga saham InnoTech akan terus naik di pasar sekunder seiring dengan pertumbuhan bisnisnya.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: IPO, Penawaran Umum Perdana, Underwriter, Prospektus, Bursa Efek, Saham, Pasar Sekunder, Valuasi Perusahaan

Pertanyaan Umum tentang Flotation

Apa perbedaan utama antara flotasi dan IPO?

Sebenarnya, flotasi adalah istilah yang lebih luas, sementara IPO (Initial Public Offering) adalah bentuk spesifik dari flotasi, yaitu penawaran saham kepada publik untuk pertama kalinya.

Siapa yang menentukan harga saham saat flotasi?

Harga saham saat flotasi ditentukan melalui proses negosiasi antara perusahaan penerbit dan underwriter, dengan mempertimbangkan permintaan pasar, valuasi perusahaan, dan kondisi ekonomi.

Apakah semua perusahaan yang melakukan flotasi akan sukses di pasar saham?

Tidak. Meskipun banyak perusahaan yang sukses, ada juga yang mengalami penurunan harga saham setelah flotasi akibat berbagai faktor seperti kinerja yang mengecewakan, kondisi pasar yang buruk, atau persaingan yang ketat.