4 menit baca 859 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Flotation Cost

  • Flotation cost adalah biaya penerbitan saham baru oleh perusahaan.
  • Meliputi biaya administrasi, hukum, pemasaran, dan penerbitan.
  • Mempengaruhi harga penawaran saham dan minat investor.
  • Investor perlu memperhitungkan biaya ini dalam analisis investasi.
  • Manajemen biaya ini penting untuk keseimbangan pendanaan dan profitabilitas.

📑 Daftar Isi

Apa itu Flotation Cost?

Flotation Cost adalah Biaya yang timbul saat perusahaan menerbitkan saham baru, meliputi biaya administrasi, hukum, pemasaran, dan penerbitan.

Penjelasan Lengkap tentang Flotation Cost

Apa itu Flotation Cost?

Dalam dunia keuangan dan pasar modal, Flotation Cost merujuk pada segala jenis pengeluaran yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan ketika mereka memutuskan untuk menerbitkan saham baru. Penerbitan saham baru ini bisa dalam bentuk Penawaran Umum Perdana (IPO - Initial Public Offering) atau penawaran saham lanjutan (follow-on offering) setelah perusahaan tersebut terdaftar di bursa efek. Biaya-biaya ini pada dasarnya adalah ongkos yang harus ditanggung perusahaan untuk dapat mengumpulkan dana dari publik melalui penjualan saham.

Komponen Utama Flotation Cost

Flotation cost bukanlah satu jenis biaya tunggal, melainkan kumpulan dari berbagai macam pengeluaran. Komponen-komponen utamanya meliputi:

  • Biaya Administrasi: Termasuk biaya internal perusahaan untuk mempersiapkan penerbitan saham, seperti riset, analisis, dan koordinasi.
  • Biaya Penerbitan (Underwriting Fees): Ini adalah biaya yang dibayarkan kepada lembaga perbankan investasi (underwriter) yang membantu perusahaan dalam proses penawaran dan penjualan saham kepada publik. Underwriter mengambil risiko dalam menjual saham tersebut.
  • Biaya Hukum: Melibatkan biaya untuk pengacara yang membantu memastikan semua persyaratan hukum terpenuhi, termasuk penyusunan prospektus dan dokumen legal lainnya.
  • Biaya Pemasaran dan Promosi: Biaya yang dikeluarkan untuk mempromosikan penawaran saham kepada calon investor, seperti biaya roadshow, iklan, dan materi presentasi.
  • Biaya Pencatatan dan Perdagangan: Biaya yang terkait dengan pendaftaran saham di bursa efek dan biaya lain yang timbul selama proses penawaran.
  • Biaya Audit dan Penilaian: Biaya untuk auditor independen yang memverifikasi laporan keuangan perusahaan dan biaya penilaian aset.

Dampak Flotation Cost dalam Trading dan Investasi

Flotation cost memiliki implikasi yang signifikan baik bagi perusahaan penerbit maupun bagi investor:

  • Bagi Perusahaan: Biaya yang tinggi dapat memaksa perusahaan untuk menetapkan harga penawaran saham yang lebih tinggi dari yang seharusnya. Hal ini berpotensi mengurangi daya tarik saham bagi investor dan dapat menghambat perusahaan dalam mencapai target pengumpulan dana yang diinginkan. Selain itu, biaya ini secara langsung mengurangi jumlah dana bersih yang diterima perusahaan dari penerbitan saham.
  • Bagi Investor: Investor perlu menyadari adanya flotation cost ini saat melakukan analisis investasi. Biaya penerbitan yang tinggi berarti sebagian dari nilai yang dibayarkan investor tidak langsung masuk ke perusahaan, melainkan terpakai untuk menutupi biaya-biaya tersebut. Ini dapat mempengaruhi arus kas yang diharapkan dari investasi dan berpotensi menurunkan tingkat pengembalian investasi (Return on Investment - ROI) jangka panjang.

Mengelola Flotation Cost

Perusahaan harus cermat dalam mengelola flotation cost agar penerbitan saham baru berjalan efektif. Keseimbangan antara mendapatkan dana yang memadai dan meminimalkan biaya adalah kunci. Pelaksanaan due diligence yang teliti dalam tahap perencanaan dan penawaran dapat membantu mengidentifikasi dan mengendalikan biaya-biaya ini. Memilih underwriter yang tepat dan menegosiasikan struktur biaya yang wajar juga merupakan strategi penting.

Peran dalam Analisis Investasi

Bagi investor, memahami flotation cost adalah bagian dari analisis fundamental. Ketika mengevaluasi saham baru, investor harus mempertimbangkan:

  • Apakah harga penawaran saham sudah mencerminkan flotation cost yang wajar?
  • Bagaimana flotation cost mempengaruhi potensi keuntungan di masa depan?
  • Apakah perusahaan telah mengelola biaya-biaya ini secara efisien?

Dengan mempertimbangkan faktor ini, investor dapat membuat keputusan yang lebih terinformasi dan mengelola ekspektasi pengembalian investasi mereka.

Cara Menggunakan Flotation Cost

Memahami flotation cost penting bagi perusahaan saat menerbitkan saham dan bagi investor saat menganalisis saham baru.

  1. 1Perusahaan: Hitung dan alokasikan semua biaya terkait penerbitan saham baru.
  2. 2Perusahaan: Negosiasikan biaya dengan underwriter dan vendor lain.
  3. 3Perusahaan: Tetapkan harga penawaran saham yang mempertimbangkan biaya ini.
  4. 4Investor: Perhitungkan flotation cost dalam analisis valuasi saham baru.
  5. 5Investor: Evaluasi efisiensi perusahaan dalam mengelola biaya penerbitan.

Contoh Penggunaan Flotation Cost dalam Trading

Perusahaan X berencana menerbitkan 1 juta lembar saham baru dengan harga penawaran Rp 1.000 per lembar. Total biaya penerbitan (flotation cost) yang diperkirakan adalah Rp 200 juta. Ini berarti dari total dana yang terkumpul Rp 1 miliar (1 juta lembar x Rp 1.000), sebesar Rp 200 juta akan digunakan untuk menutupi biaya-biaya tersebut, sehingga dana bersih yang diterima perusahaan adalah Rp 800 juta. Investor yang membeli saham ini perlu menyadari bahwa sebagian dari uang mereka digunakan untuk biaya-biaya tersebut, yang secara tidak langsung mempengaruhi potensi pengembalian investasi mereka.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: IPO, Underwriter, Prospektus, Saham, Valuasi Saham, Modal Perusahaan, Return on Investment (ROI)

Pertanyaan Umum tentang Flotation Cost

Apakah flotation cost hanya berlaku untuk IPO?

Tidak, flotation cost juga berlaku untuk penerbitan saham lanjutan (follow-on offering) oleh perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek.

Bagaimana cara investor mengetahui besarnya flotation cost?

Informasi mengenai estimasi flotation cost biasanya tercantum dalam prospektus yang diterbitkan oleh perusahaan saat melakukan penawaran saham.

Apakah flotation cost bisa dinegosiasikan?

Ya, perusahaan dapat menegosiasikan biaya penerbitan, terutama biaya underwriting, dengan lembaga keuangan yang terlibat.

Mengapa flotation cost penting bagi investor?

Flotation cost mempengaruhi harga penawaran saham dan mengurangi jumlah dana bersih yang diterima perusahaan, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi potensi pengembalian investasi investor.