4 menit baca 871 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Follow On Public Offer (FPO)
- FPO adalah cara perusahaan publik menambah modal dengan menerbitkan saham baru.
- Tujuan utama FPO adalah pendanaan ekspansi, akuisisi, atau pembayaran utang.
- Saham FPO sering ditawarkan dengan harga lebih rendah dari harga pasar untuk menarik investor.
- Investor lama dan publik umum berpotensi membeli saham FPO.
- Penting bagi investor untuk melakukan riset mendalam sebelum berinvestasi dalam FPO.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Follow On Public Offer (FPO)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Follow On Public Offer (FPO)?
Follow On Public Offer (FPO) adalah FPO adalah penerbitan saham tambahan oleh perusahaan publik untuk meningkatkan modal, seringkali dengan harga menarik bagi investor baru maupun lama.
Penjelasan Lengkap tentang Follow On Public Offer (FPO)
Apa itu Follow On Public Offer (FPO)?
Follow On Public Offer (FPO), atau sering juga disebut Penawaran Umum Lanjutan, adalah sebuah mekanisme finansial di mana sebuah perusahaan yang sahamnya sudah terdaftar di bursa efek memutuskan untuk menerbitkan dan menjual saham tambahan kepada publik. Tujuan utama dari penerbitan saham baru ini adalah untuk meningkatkan modal perusahaan guna membiayai berbagai kebutuhan strategis, seperti ekspansi bisnis, peningkatan kapasitas produksi, akuisisi perusahaan lain, penelitian dan pengembangan, atau bahkan untuk melunasi utang yang ada.
Berbeda dengan Initial Public Offering (IPO) yang merupakan penawaran saham pertama kali ke publik, FPO dilakukan oleh perusahaan yang sudah go public. Dalam proses FPO, perusahaan akan menawarkan saham baru kepada investor, baik investor lama (pemegang saham yang sudah ada) maupun investor baru dari masyarakat umum. Seringkali, harga penawaran saham FPO ini dipatok lebih rendah dibandingkan dengan harga pasar saham perusahaan yang sedang berlaku. Hal ini dilakukan sebagai strategi untuk menarik minat investor agar bersedia membeli saham tambahan tersebut, sekaligus memberikan apresiasi kepada pemegang saham lama yang berpartisipasi.
Mengapa Perusahaan Melakukan FPO?
Perusahaan memilih FPO sebagai salah satu alternatif pendanaan yang fleksibel tanpa harus menambah beban utang. Beberapa alasan utama perusahaan melakukan FPO antara lain:
- Pendanaan Ekspansi Bisnis: Untuk mendukung rencana pertumbuhan perusahaan, seperti membuka cabang baru, memasuki pasar baru, atau meluncurkan produk baru.
- Peningkatan Kapasitas Produksi: Membeli mesin baru, membangun pabrik baru, atau meningkatkan infrastruktur produksi untuk memenuhi permintaan pasar yang meningkat.
- Akuisisi dan Merger: Mendapatkan dana segar untuk mengakuisisi perusahaan lain atau melakukan merger yang dapat memperkuat posisi pasar.
- Penelitian dan Pengembangan (R&D): Menginvestasikan dana untuk inovasi produk atau teknologi yang akan memberikan keunggulan kompetitif di masa depan.
- Penguatan Struktur Modal: Mengurangi rasio utang terhadap ekuitas (DER) dengan menggunakan dana hasil FPO untuk melunasi sebagian utang, sehingga neraca keuangan perusahaan menjadi lebih sehat.
Keuntungan dan Risiko FPO bagi Investor
Bagi investor, FPO dapat menjadi sebuah peluang menarik. Dengan membeli saham FPO pada harga yang cenderung lebih rendah dari harga pasar, investor berpotensi mendapatkan keuntungan kapital (capital gain) ketika harga saham kembali bergerak naik. Selain itu, partisipasi dalam FPO memungkinkan investor untuk menambah kepemilikan saham pada perusahaan yang mereka yakini memiliki prospek pertumbuhan yang baik.
Namun, seperti halnya instrumen investasi lainnya, FPO juga memiliki risiko. Investor perlu melakukan analisis mendalam terhadap kinerja keuangan perusahaan, prospek bisnis di masa depan, manajemen perusahaan, serta kondisi pasar secara keseluruhan. Penurunan harga saham pasca-FPO bisa saja terjadi jika ekspektasi pasar tidak terpenuhi atau jika ada faktor eksternal yang mempengaruhi kinerja perusahaan.
Proses FPO sendiri biasanya melibatkan koordinasi yang erat antara perusahaan penerbit, penjamin emisi (underwriter) atau pialang saham, serta lembaga penunjang lainnya untuk memastikan kelancaran proses penawaran dan pencatatan saham baru di bursa.
Cara Menggunakan Follow On Public Offer (FPO)
Investor dapat memanfaatkan FPO sebagai peluang untuk membeli saham perusahaan dengan harga yang berpotensi lebih rendah dari harga pasar, namun tetap harus cermat dalam melakukan analisis.
- 1Langkah 1: Pantau pengumuman FPO dari perusahaan yang terdaftar di bursa efek.
- 2Langkah 2: Lakukan riset mendalam mengenai fundamental perusahaan, prospek bisnis, dan tujuan penggunaan dana FPO.
- 3Langkah 3: Bandingkan harga penawaran FPO dengan valuasi pasar dan potensi pertumbuhan saham.
- 4Langkah 4: Tentukan apakah FPO sesuai dengan profil risiko dan tujuan investasi Anda, lalu putuskan untuk berpartisipasi atau tidak.
Contoh Penggunaan Follow On Public Offer (FPO) dalam Trading
Misalnya, saham PT. Maju Bersama (MB) saat ini diperdagangkan di pasar dengan harga Rp 1.500 per lembar. Perusahaan mengumumkan akan melakukan FPO dengan menerbitkan 100 juta lembar saham baru pada harga Rp 1.200 per lembar untuk mendanai pembangunan pabrik baru. Investor yang percaya pada prospek PT. Maju Bersama dapat membeli saham FPO ini dengan harga diskon Rp 300 per lembar dibandingkan harga pasar, dengan harapan harga saham akan naik seiring dengan realisasi pembangunan pabrik dan pertumbuhan bisnis perusahaan.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham, IPO, Bursa Efek Indonesia, Modal Perusahaan, Penjamin Emisi, Valuasi Saham
Pertanyaan Umum tentang Follow On Public Offer (FPO)
Apa perbedaan utama antara IPO dan FPO?
IPO adalah penawaran saham perdana perusahaan ke publik, sedangkan FPO adalah penerbitan saham tambahan oleh perusahaan yang sudah terdaftar di bursa efek.
Siapa saja yang bisa membeli saham dalam FPO?
Umumnya, pemegang saham lama mendapatkan hak awal untuk membeli saham FPO, namun penawaran juga terbuka untuk investor publik umum.
Apakah harga saham FPO selalu lebih murah dari harga pasar?
Tidak selalu, namun dalam praktiknya, perusahaan seringkali menawarkan saham FPO dengan harga yang lebih menarik atau sedikit di bawah harga pasar untuk mendorong partisipasi investor.