4 menit baca 759 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Forbearance

  • Forbearance berarti menunda aksi jual/beli saat pasar bergejolak.
  • Strategi ini berfokus pada pandangan jangka panjang dan stabilitas portofolio.
  • Tujuannya adalah menghindari kerugian akibat volatilitas pasar yang bersifat sementara.
  • Membutuhkan pemahaman mendalam tentang pasar dan manajemen risiko.
  • Berbeda dengan trading aktif, forbearance mengutamakan kehati-hatian.

📑 Daftar Isi

Apa itu Forbearance?

Forbearance adalah Forbearance adalah strategi menahan diri atau menunda tindakan trading/investasi saat pasar tidak menguntungkan, demi stabilitas portofolio jangka panjang.

Penjelasan Lengkap tentang Forbearance

Dalam dunia forex dan investasi, Forbearance merujuk pada sebuah pendekatan strategis di mana seorang trader atau investor memilih untuk menahan diri atau menunda pengambilan tindakan, baik itu membeli maupun menjual aset, ketika pasar menunjukkan kondisi yang tidak menguntungkan atau sangat fluktuatif. Ini bukanlah tindakan pasif tanpa pemikiran, melainkan keputusan sadar untuk tidak bereaksi impulsif terhadap pergerakan pasar yang bersifat sementara.

Mengapa Forbearance Penting?

Pasar keuangan, termasuk pasar forex, secara inheren bersifat dinamis dan seringkali mengalami volatilitas yang tinggi. Volatilitas ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, seperti rilis data ekonomi penting, ketidakpastian politik, atau berita pasar yang tak terduga. Tanpa strategi yang tepat, trader dapat terjebak dalam keputusan emosional yang berujung pada kerugian signifikan.

Forbearance hadir sebagai solusi untuk mengatasi hal ini. Dengan memilih untuk 'menunggu dan melihat' (wait and see), trader atau investor dapat:

  • Menghindari Kerugian Akibat Kepanikan: Dalam kondisi pasar yang bergejolak, panik menjual (panic selling) adalah respons umum yang seringkali merugikan. Forbearance membantu mencegah hal ini.
  • Melindungi Potensi Keuntungan: Terkadang, volatilitas pasar yang tinggi diikuti oleh pemulihan yang cepat. Dengan menahan diri, investor dapat mempertahankan posisi yang berpotensi menghasilkan keuntungan lebih besar di kemudian hari.
  • Menjaga Keseimbangan Portofolio: Keputusan yang tergesa-gesa dapat mengganggu keseimbangan portofolio yang telah dibangun dengan hati-hati. Forbearance membantu menjaga stabilitas tersebut.
  • Memperkuat Pandangan Jangka Panjang: Strategi ini sangat cocok bagi mereka yang memiliki horison investasi jangka panjang. Mereka memahami bahwa fluktuasi jangka pendek adalah bagian dari perjalanan investasi.

Forbearance vs. Trading Aktif

Penting untuk membedakan forbearance dari gaya trading aktif seperti day trading atau scalping. Trading aktif melibatkan serangkaian keputusan dan tindakan cepat dalam rentang waktu yang singkat untuk memanfaatkan pergerakan harga kecil. Sebaliknya, forbearance adalah tentang menahan diri, yang mencerminkan pendekatan yang lebih sabar dan hati-hati, dengan tujuan utama menghindari risiko yang tidak perlu yang timbul dari kondisi pasar yang tidak pasti.

Kapan Menerapkan Forbearance?

Forbearance paling relevan diterapkan dalam situasi seperti:

  • Menjelang atau setelah rilis data ekonomi makro yang berdampak besar (misalnya, keputusan suku bunga bank sentral, data inflasi).
  • Periode ketidakpastian politik atau geopolitik yang tinggi.
  • Ketika pasar menunjukkan volatilitas ekstrem tanpa arah yang jelas.
  • Saat Anda merasa emosi Anda mulai mempengaruhi keputusan trading.

Memilih untuk menerapkan forbearance membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang pasar, toleransi risiko pribadi, serta keyakinan pada strategi investasi jangka panjang Anda. Ini adalah seni menahan diri yang krusial untuk menjaga integritas dan profitabilitas portofolio Anda di tengah badai pasar.

Cara Menggunakan Forbearance

Forbearance diterapkan dengan menahan diri dari tindakan trading atau investasi saat kondisi pasar tidak menguntungkan, demi melindungi modal dan memaksimalkan potensi keuntungan jangka panjang.

  1. 1Langkah 1: Identifikasi kondisi pasar yang tidak menguntungkan (volatilitas tinggi, ketidakpastian, berita negatif).
  2. 2Langkah 2: Evaluasi apakah kondisi tersebut bersifat sementara atau struktural.
  3. 3Langkah 3: Jika kondisi bersifat sementara dan berpotensi merugikan jika bertindak, putuskan untuk menahan diri (tidak membeli atau menjual).
  4. 4Langkah 4: Pantau pasar dengan cermat sambil mempertahankan posisi yang ada atau menunggu sinyal yang lebih jelas sebelum mengambil tindakan.

Contoh Penggunaan Forbearance dalam Trading

Misalnya, Anda memegang pasangan mata uang EUR/USD dan Bank Sentral Eropa akan mengumumkan keputusan suku bunga. Pasar sangat volatil menjelang pengumuman. Alih-alih membuka posisi baru atau menutup posisi yang ada karena takut salah langkah, Anda memutuskan untuk menerapkan forbearance, yaitu menahan diri dari aksi trading sampai pengumuman selesai dan pasar menunjukkan arah yang lebih stabil.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: volatilitas pasar, manajemen risiko, strategi trading, jangka panjang, day trading, panic selling, pasar forex

Pertanyaan Umum tentang Forbearance

Apakah forbearance sama dengan tidak melakukan apa-apa?

Forbearance bukan berarti tidak melakukan apa-apa, melainkan sebuah keputusan sadar untuk menunda tindakan trading atau investasi saat pasar tidak kondusif, sambil tetap memantau perkembangan pasar.

Kapan waktu terbaik untuk menerapkan forbearance?

Waktu terbaik adalah saat pasar menunjukkan volatilitas ekstrem, menjelang pengumuman berita ekonomi penting, atau saat ada ketidakpastian politik yang tinggi.

Siapa yang paling diuntungkan dari strategi forbearance?

Trader atau investor dengan pandangan jangka panjang, yang memiliki toleransi risiko yang terukur, dan ingin melindungi portofolio mereka dari fluktuasi pasar jangka pendek yang merugikan.