5 menit baca 969 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Force Majeure

  • Force Majeure merujuk pada kejadian luar biasa di luar kendali yang memengaruhi kontrak trading.
  • Contohnya meliputi perang, bencana alam, kerusuhan, dan tindakan pemerintah yang tak terantisipasi.
  • Keadaan ini dapat menyebabkan penangguhan, penundaan, atau pembatalan kontrak trading.
  • Memahami klausul Force Majeure penting untuk mitigasi risiko finansial dan hukum bagi trader.
  • Negosiasi dan konsultasi hukum seringkali diperlukan saat peristiwa Force Majeure terjadi.

📑 Daftar Isi

Apa itu Force Majeure?

Force Majeure adalah Force Majeure adalah klausul hukum dalam kontrak trading yang membebaskan pihak dari kewajiban akibat kejadian tak terduga di luar kendali seperti bencana alam atau perang.

Penjelasan Lengkap tentang Force Majeure

Apa itu Force Majeure dalam Trading Forex?

Force Majeure, dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai 'kekuatan yang lebih besar', adalah sebuah istilah hukum yang sangat krusial dalam dunia kontrak, termasuk kontrak trading dan investasi. Istilah ini merujuk pada kejadian atau keadaan yang terjadi di luar kendali para pihak yang terikat dalam sebuah kontrak, sehingga membuat salah satu atau kedua belah pihak tidak dapat memenuhi kewajiban kontraktual mereka.

Kejadian-kejadian yang umumnya dikategorikan sebagai force majeure meliputi:

  • Bencana Alam: Gempa bumi, banjir, badai, letusan gunung berapi, tsunami, dan kejadian alam ekstrem lainnya.
  • Peristiwa Politik dan Sosial: Perang, invasi, pemberontakan, kerusuhan sipil, terorisme, dan revolusi.
  • Tindakan Pemerintah: Embargo, sanksi ekonomi, perubahan regulasi mendadak yang tidak dapat dihindari, atau larangan ekspor/impor.
  • Keadaan Darurat Lainnya: Wabah penyakit (pandemi), kebakaran besar yang meluas, atau pemogokan umum yang melumpuhkan.

Dalam konteks trading forex atau pasar finansial lainnya, terjadinya peristiwa force majeure dapat memiliki dampak yang sangat signifikan. Hal ini bisa mengganggu jalannya pasar, menyebabkan volatilitas ekstrem, atau bahkan menghentikan sementara operasional bursa, bank, atau lembaga keuangan. Akibatnya, kontrak trading yang sudah ada bisa terpengaruh secara langsung.

Dampak Force Majeure pada Kontrak Trading

Jika sebuah peristiwa force majeure terjadi, perusahaan atau individu yang terikat kontrak mungkin tidak dapat memenuhi kewajibannya. Misalnya, sebuah perusahaan pialang forex tidak dapat memproses penarikan dana nasabah karena sistem mereka lumpuh akibat serangan siber berskala besar yang dikategorikan sebagai force majeure, atau bank kustodian mereka tidak beroperasi karena bencana alam.

Sebagian besar kontrak trading atau perjanjian investasi profesional akan menyertakan klausul force majeure. Klausul ini biasanya merinci:

  • Definisi spesifik mengenai kejadian apa saja yang dianggap sebagai force majeure.
  • Konsekuensi yang mungkin timbul dari kejadian tersebut.
  • Prosedur yang harus diikuti ketika peristiwa force majeure terjadi.

Konsekuensi tersebut bisa bervariasi, mulai dari:

  • Penangguhan sementara (suspension): Pelaksanaan kewajiban ditunda selama keadaan force majeure berlangsung.
  • Perpanjangan tenggat waktu (extension): Tanggal penyelesaian kontrak atau kewajiban diperpanjang.
  • Pembatalan kontrak (termination): Jika keadaan force majeure berlangsung terlalu lama atau membuat pemenuhan kontrak menjadi mustahil, kontrak dapat dibatalkan tanpa adanya penalti.

Pentingnya Memahami Klausul Force Majeure

Bagi para pelaku trading dan investor, memahami klausul force majeure dalam kontrak mereka adalah hal yang sangat penting. Pengetahuan ini membantu dalam:

  • Mitigasi Risiko: Mengurangi potensi kerugian finansial dan sengketa hukum yang dapat timbul akibat kejadian di luar kendali.
  • Perlindungan Aset: Mengetahui hak dan kewajiban diri sendiri serta pihak lain saat situasi darurat terjadi.
  • Perencanaan Bisnis: Memasukkan skenario terburuk ke dalam strategi manajemen risiko.

Ketika peristiwa force majeure terjadi, pihak-pihak yang terlibat biasanya akan berupaya untuk mencapai kesepakatan melalui negosiasi. Seringkali, konsultasi dengan penasihat hukum diperlukan untuk memastikan bahwa tindakan yang diambil sesuai dengan ketentuan kontrak dan hukum yang berlaku. Di era globalisasi dan ketidakpastian yang semakin meningkat, pemahaman mendalam tentang force majeure menjadi elemen vital dalam melindungi kepentingan dan aset keuangan di pasar trading dan investasi global.

Cara Menggunakan Force Majeure

Memahami dan mengidentifikasi klausul force majeure dalam kontrak trading Anda untuk mengantisipasi dan mengelola risiko dari kejadian tak terduga.

  1. 1Baca dengan cermat seluruh dokumen kontrak trading Anda, terutama bagian yang membahas 'Force Majeure' atau 'Keadaan Kahar'.
  2. 2Identifikasi definisi spesifik mengenai peristiwa apa saja yang dianggap sebagai 'force majeure' oleh pihak penyedia layanan trading Anda.
  3. 3Pahami konsekuensi yang tertera dalam klausul, seperti penangguhan, penundaan, atau pembatalan, serta prosedur pemberitahuan yang harus diikuti.
  4. 4Simpan salinan kontrak dan catat kontak darurat atau penasihat hukum yang dapat dihubungi jika terjadi peristiwa force majeure.
  5. 5Selalu ikuti informasi resmi dari broker atau bursa mengenai status pasar jika ada potensi atau terjadinya peristiwa force majeure.

Contoh Penggunaan Force Majeure dalam Trading

Seorang trader forex, Budi, memiliki posisi long pada pasangan mata uang EUR/USD. Tiba-tiba, terjadi bencana alam dahsyat (gempa bumi besar) di negara yang merupakan pusat utama aktivitas ekonomi di zona Euro. Akibatnya, pasar keuangan mengalami volatilitas ekstrem, dan broker Budi mengumumkan bahwa semua transaksi dihentikan sementara karena force majeure. Klausul dalam perjanjian Budi dengan broker menyatakan bahwa dalam kondisi force majeure, broker berhak menangguhkan eksekusi order dan penarikan dana. Meskipun Budi tidak bisa menutup posisinya saat itu, klausul ini melindunginya dari potensi kerugian yang lebih parah jika ia dipaksa keluar dari pasar pada harga yang sangat merugikan saat pasar kacau balau.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Kontrak Trading, Klausul Kontrak, Manajemen Risiko, Keadaan Kahar, Volatilitas Pasar, Perjanjian Investasi

Pertanyaan Umum tentang Force Majeure

Apakah force majeure selalu membatalkan kontrak?

Tidak selalu. Force majeure biasanya memungkinkan penangguhan sementara, penundaan, atau pembatalan kontrak, tergantung pada kesepakatan dalam klausul dan sifat kejadiannya.

Siapa yang menentukan apakah suatu kejadian termasuk force majeure?

Penentuan biasanya didasarkan pada definisi yang tercantum dalam klausul force majeure pada kontrak itu sendiri. Jika tidak jelas, negosiasi antar pihak atau keputusan pengadilan mungkin diperlukan.

Bagaimana force majeure memengaruhi trading forex saya?

Force majeure dapat menyebabkan broker menghentikan sementara perdagangan, menunda eksekusi order, atau bahkan membatalkan transaksi yang belum terselesaikan, tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan broker.

Apakah pandemi COVID-19 termasuk force majeure?

Ya, pandemi COVID-19 secara luas dianggap sebagai peristiwa force majeure oleh banyak pihak karena dampaknya yang meluas dan di luar kendali, yang memengaruhi banyak kontrak dan operasional bisnis global.