4 menit baca 841 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Forfaiting

  • Forfaiting adalah mekanisme pembiayaan ekspor yang memindahkan risiko non-pembayaran dari eksportir ke forfaiter.
  • Eksportir menjual tagihan dagang (bill of exchange) kepada forfaiter dengan harga diskon.
  • Forfaiter menanggung risiko pembayaran dari importir dan mendapatkan keuntungan dari selisih harga.
  • Transaksi ini seringkali tidak memerlukan jaminan bank atau asuransi tambahan.
  • Forfaiting mempercepat arus kas eksportir dan menyederhanakan administrasi pembayaran.

📑 Daftar Isi

Apa itu Forfaiting?

Forfaiting adalah Forfaiting adalah pembiayaan ekspor di mana forfaiter membeli tagihan dagang eksportir dengan diskon, membebaskan eksportir dari risiko non-pembayaran oleh importir.

Penjelasan Lengkap tentang Forfaiting

Forfaiting merupakan salah satu instrumen pembiayaan perdagangan internasional yang sangat penting, terutama bagi para eksportir. Secara mendasar, forfaiting adalah sebuah transaksi keuangan di mana sebuah pihak ketiga, yang disebut forfaiter, membeli hak tagih (piutang) yang timbul dari transaksi ekspor secara tanpa hak kembali (without recourse). Ini berarti, setelah forfaiter membeli tagihan tersebut, eksportir sepenuhnya terbebas dari risiko gagal bayar oleh pembeli (importir).

Bagaimana Mekanisme Forfaiting Bekerja?

Proses forfaiting dimulai ketika seorang eksportir berhasil melakukan penjualan barang ke luar negeri dan menerbitkan tagihan dagang, seperti wesel atau promes, kepada importir. Alih-alih menunggu hingga tanggal jatuh tempo pembayaran, eksportir dapat menawarkan tagihan dagang ini kepada forfaiter. Forfaiter kemudian akan membeli tagihan tersebut dengan harga yang lebih rendah dari nilai nominalnya (dengan diskon).

  • Pembelian Tagihan dengan Diskon: Eksportir menerima pembayaran tunai lebih awal, meskipun jumlahnya lebih kecil dari nilai penuh tagihan. Diskon ini mencerminkan biaya pendanaan dan kompensasi risiko yang diambil oleh forfaiter.
  • Pengalihan Risiko: Setelah transaksi selesai, seluruh risiko kredit dan risiko non-pembayaran dari importir berpindah ke forfaiter.
  • Keuntungan Forfaiter: Keuntungan forfaiter berasal dari selisih antara nilai nominal tagihan dagang yang dibayarkan oleh importir di kemudian hari dan harga beli yang dibayarkan kepada eksportir.
  • Tanpa Jaminan Tambahan: Seringkali, forfaiting dapat dilakukan tanpa memerlukan jaminan bank atau polis asuransi tambahan. Hal ini karena forfaiter biasanya melakukan analisis mendalam terhadap kelayakan kredit importir dan kualitas tagihan dagang itu sendiri.

Manfaat Forfaiting

Forfaiting menawarkan berbagai keuntungan bagi semua pihak yang terlibat:

  • Bagi Eksportir:
  • Memperoleh likuiditas atau dana tunai lebih cepat, sehingga meningkatkan modal kerja.
  • Menghilangkan risiko kredit dan risiko politik terkait pembayaran dari negara importir.
  • Menyederhanakan administrasi karena tidak perlu menagih pembayaran dari importir.
  • Memungkinkan penawaran syarat pembayaran yang lebih menarik kepada importir tanpa menanggung risiko.
  • Bagi Importir:
  • Dapat memperoleh fasilitas kredit yang lebih mudah dari bank atau lembaga keuangan lain melalui forfaiting.
  • Memiliki fleksibilitas dalam skema pembayaran tagihan.
  • Meningkatkan kepercayaan pemasok (eksportir) karena adanya jaminan pembayaran dari forfaiter.
  • Bagi Forfaiter:
  • Memperoleh keuntungan dari aktivitas pembiayaan dan manajemen risiko.
  • Membangun portofolio investasi pada piutang dagang internasional.

Dengan demikian, forfaiting menjadi instrumen yang efektif untuk memfasilitasi perdagangan internasional, memungkinkan para pelaku bisnis untuk fokus pada kompetensi inti mereka dan memperluas jangkauan pasar global.

Cara Menggunakan Forfaiting

Forfaiting digunakan oleh eksportir yang ingin mendapatkan pembayaran segera atas ekspor mereka dan memindahkan risiko pembayaran dari importir.

  1. 1Langkah 1: Eksportir melakukan transaksi penjualan ekspor dan menerbitkan tagihan dagang (misalnya, wesel).
  2. 2Langkah 2: Eksportir mengajukan tagihan dagang tersebut kepada lembaga keuangan yang menawarkan layanan forfaiting (forfaiter).
  3. 3Langkah 3: Forfaiter melakukan analisis kelayakan kredit importir dan menilai kualitas tagihan.
  4. 4Langkah 4: Jika disetujui, forfaiter membeli tagihan dagang tersebut dari eksportir dengan harga diskon, memberikan pembayaran tunai kepada eksportir.
  5. 5Langkah 5: Forfaiter kemudian bertanggung jawab untuk menagih pembayaran penuh dari importir pada saat jatuh tempo.

Contoh Penggunaan Forfaiting dalam Trading

Sebuah perusahaan furnitur di Indonesia (Eksportir A) berhasil mengekspor barang senilai USD 100.000 ke Jerman (Importir B), dengan jangka waktu pembayaran 90 hari setelah pengiriman. Eksportir A sangat membutuhkan dana segera untuk membeli bahan baku baru. Alih-alih menunggu 90 hari, Eksportir A menawarkan wesel senilai USD 100.000 tersebut kepada sebuah bank di Singapura yang menyediakan layanan forfaiting (Forfaiter C). Setelah menganalisis kelayakan kredit Importir B dan wesel tersebut, Forfaiter C setuju untuk membeli wesel tersebut seharga USD 98.000. Eksportir A segera menerima USD 98.000, sementara Forfaiter C akan menagih Importir B sebesar USD 100.000 pada saat jatuh tempo. Keuntungan Forfaiter C adalah USD 2.000, dan Eksportir A terbebas dari risiko jika Importir B gagal membayar.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Pembiayaan Ekspor, Tagihan Dagang, Bill of Exchange, Wesel, Tanpa Hak Kembali (Without Recourse), Risiko Kredit, Arus Kas, Perdagangan Internasional

Pertanyaan Umum tentang Forfaiting

Apa perbedaan utama antara forfaiting dan anjak piutang (factoring)?

Perbedaan utama terletak pada sifat transaksi dan risiko. Forfaiting biasanya melibatkan transaksi ekspor jangka panjang dengan nilai besar, bersifat 'tanpa hak kembali', dan seringkali tidak memerlukan jaminan tambahan. Anjak piutang lebih umum untuk pasar domestik, bisa bersifat 'dengan' atau 'tanpa hak kembali', dan seringkali mencakup layanan administrasi piutang.

Apakah forfaiting hanya untuk ekspor barang?

Meskipun paling umum digunakan dalam ekspor barang, forfaiting juga dapat diterapkan untuk pembiayaan jasa atau proyek ekspor, asalkan ada tagihan yang jelas dan dapat dialihkan.

Siapa saja yang biasanya bertindak sebagai forfaiter?

Forfaiter biasanya adalah bank, lembaga keuangan khusus, atau perusahaan investasi yang memiliki keahlian dalam analisis kredit internasional dan manajemen risiko.