4 menit baca 751 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Forfeited Share

  • Forfeited share adalah saham yang disita karena pemiliknya gagal memenuhi kewajiban.
  • Kegagalan pembayaran utang atau biaya terkait saham adalah penyebab umum.
  • Pelanggaran peraturan perusahaan juga dapat menyebabkan saham menjadi forfeited.
  • Perusahaan dapat menjual kembali saham yang disita untuk menutupi utang.
  • Memahami konsep ini penting untuk menghindari risiko kehilangan kepemilikan saham.

📑 Daftar Isi

Apa itu Forfeited Share?

Forfeited Share adalah Saham yang hilang atau ditinggalkan pemiliknya karena gagal memenuhi kewajiban pembayaran atau pelanggaran peraturan perusahaan.

Penjelasan Lengkap tentang Forfeited Share

Forfeited Share merujuk pada saham yang kehilangan status kepemilikannya oleh pemegang saham karena tidak dapat atau tidak mau memenuhi persyaratan atau kewajiban tertentu yang melekat pada saham tersebut. Istilah ini umum ditemui dalam konteks investasi, pasar modal, dan terkadang dalam skema kepemilikan saham karyawan atau skema opsi saham.

Penyebab Saham Menjadi Forfeited Share

Ada beberapa skenario yang dapat menyebabkan saham dikategorikan sebagai forfeited share:

  • Kegagalan Pembayaran: Alasan paling umum adalah ketika pemegang saham gagal melakukan pembayaran yang diwajibkan terkait kepemilikan saham. Ini bisa mencakup pembayaran sisa modal yang belum lunas, biaya administrasi, biaya pemeliharaan, atau kewajiban finansial lainnya yang disepakati saat akuisisi saham. Jika kewajiban ini tidak dipenuhi dalam jangka waktu yang ditentukan, perusahaan berhak menyita saham tersebut.
  • Pelanggaran Peraturan atau Ketentuan: Pemegang saham juga dapat kehilangan hak atas sahamnya jika melanggar peraturan atau ketentuan yang berlaku dalam perusahaan atau perjanjian kepemilikan saham. Contohnya termasuk pelanggaran perjanjian kerahasiaan, kegiatan ilegal yang merugikan perusahaan, atau penyalahgunaan informasi orang dalam.
  • Tidak Memenuhi Syarat Opsi Saham: Dalam konteks opsi saham karyawan, forfeited share bisa terjadi jika karyawan tidak memenuhi syarat vesting (periode di mana opsi menjadi dapat dieksekusi) atau jika karyawan tersebut berhenti bekerja sebelum vesting terpenuhi.

Proses dan Konsekuensi Forfeited Share

Ketika sebuah saham menjadi forfeited share, perusahaan atau otoritas terkait akan mengambil tindakan. Umumnya, saham tersebut akan:

  • Dijual Kembali: Perusahaan dapat menjual kembali saham yang disita kepada investor lain. Hasil penjualan ini biasanya digunakan untuk menutupi utang atau biaya yang belum terbayar oleh pemilik sebelumnya.
  • Dihapus dari Daftar Pemegang Saham: Saham tersebut akan dikeluarkan dari catatan kepemilikan pemegang saham sebelumnya.

Jika setelah penjualan kembali saham tersebut terdapat sisa dana setelah semua kewajiban terbayar, pemilik sebelumnya secara teori masih berhak atas sisa dana tersebut, meskipun dalam praktiknya proses ini bisa rumit dan tergantung pada peraturan perusahaan serta yurisdiksi hukum yang berlaku.

Pentingnya Memahami Forfeited Share

Bagi investor, trader, atau karyawan yang memiliki saham atau opsi saham, pemahaman mendalam tentang konsep forfeited share sangat krusial. Hal ini untuk mengantisipasi dan menghindari risiko kehilangan kepemilikan aset berharga. Jika ada potensi saham menjadi forfeited share, langkah proaktif seperti segera menyelesaikan kewajiban pembayaran atau memastikan kepatuhan terhadap semua peraturan yang berlaku adalah tindakan yang sangat disarankan.

Cara Menggunakan Forfeited Share

Memahami konsep 'forfeited share' membantu investor dan pemegang saham untuk proaktif dalam memenuhi kewajiban dan menghindari kehilangan kepemilikan saham.

  1. 1Identifikasi semua kewajiban finansial dan non-finansial yang terkait dengan kepemilikan saham Anda.
  2. 2Pastikan Anda memahami jadwal pembayaran dan tenggat waktu yang harus dipenuhi.
  3. 3Periksa dan pahami peraturan serta ketentuan yang berlaku dari perusahaan penerbit saham atau program kepemilikan saham.
  4. 4Segera ambil tindakan jika Anda menyadari adanya potensi pelanggaran atau kegagalan dalam memenuhi kewajiban untuk mencegah saham menjadi 'forfeited'.

Contoh Penggunaan Forfeited Share dalam Trading

Seorang investor membeli saham dengan pembayaran bertahap. Jika investor tersebut gagal melakukan pembayaran angsuran kedua sesuai jadwal yang ditentukan, dan perusahaan saham memberikan peringatan namun investor tetap tidak membayar, maka saham tersebut dapat dinyatakan sebagai forfeited share. Perusahaan kemudian berhak menjual kembali saham tersebut untuk menutupi sisa pembayaran yang belum lunas.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Saham, Opsi Saham, Vesting, Modal Disetor, Pasar Modal, Investor

Pertanyaan Umum tentang Forfeited Share

Apa perbedaan antara 'forfeited share' dan 'saham yang dihapus buku'?

'Forfeited share' adalah saham yang disita karena pemiliknya gagal memenuhi kewajiban, sementara 'saham yang dihapus buku' (write-off) biasanya merujuk pada saham yang nilainya dianggap nol atau tidak bernilai lagi oleh perusahaan, bukan karena penyitaan.

Apakah pemilik sebelumnya bisa mendapatkan kembali sahamnya setelah menjadi 'forfeited share'?

Umumnya tidak. Setelah saham dinyatakan 'forfeited', kepemilikan beralih ke perusahaan atau dijual ke pihak lain. Namun, sisa dana dari penjualan mungkin bisa diklaim tergantung pada kebijakan perusahaan dan hukum yang berlaku.

Bagaimana cara mengetahui apakah saham saya berisiko menjadi 'forfeited share'?

Periksa perjanjian kepemilikan saham Anda, komunikasi dari perusahaan terkait pembayaran atau kewajiban, dan pahami kebijakan perusahaan mengenai sanksi jika kewajiban tidak dipenuhi.