4 menit baca 860 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Form 6252
- Formulir 6252 wajib diisi saat menjual aset yang pembayarannya diterima secara bertahap (installment sale).
- Formulir ini melaporkan keuntungan atau kerugian dari setiap pembayaran yang diterima dalam tahun pajak terkait.
- Diperlukan detail aset yang dijual, termasuk tanggal pembelian, biaya perolehan, dan metode akuntansi.
- Informasi mengenai jumlah pembayaran dan keuntungan/bunga yang diterima juga harus disertakan.
- Akurasi dan kelengkapan pengisian Form 6252 penting untuk menghindari sanksi dari IRS.
📑 Daftar Isi
Apa itu Form 6252?
Form 6252 adalah Formulir 6252 digunakan untuk melaporkan keuntungan/kerugian dari penjualan aset bisnis/properti yang dibayar secara angsuran selama tahun pajak.
Penjelasan Lengkap tentang Form 6252
Formulir 6252, atau secara resmi dikenal sebagai Installment Sale Income, adalah dokumen pajak yang diterbitkan oleh Internal Revenue Service (IRS) di Amerika Serikat. Formulir ini dirancang khusus untuk individu maupun entitas usaha yang melakukan penjualan aset bisnis atau properti kapital dengan skema pembayaran yang diterima secara bertahap dalam beberapa periode waktu pajak. Konsep utama di balik formulir ini adalah installment sale, di mana keuntungan atau kerugian dari penjualan tersebut tidak dilaporkan seluruhnya pada tahun penjualan, melainkan diakui secara proporsional seiring dengan diterimanya pembayaran angsuran.
Tujuan Utama Form 6252
Tujuan utama dari Form 6252 adalah untuk memastikan bahwa pajak atas keuntungan penjualan aset bisnis atau properti yang dibayar secara angsuran dikenakan pada tahun-tahun di mana pembeli benar-benar melakukan pembayaran. Hal ini membantu wajib pajak dalam mengelola arus kas dan beban pajak mereka, terutama untuk transaksi bernilai besar yang memerlukan waktu untuk diselesaikan pembayarannya.
Informasi yang Dibutuhkan dalam Form 6252
Pengisian Form 6252 memerlukan data yang rinci dan akurat mengenai transaksi penjualan. Informasi yang umumnya diminta meliputi:
- Deskripsi Aset yang Dijual: Termasuk identifikasi jelas aset, tanggal pembelian, dan tanggal penjualan.
- Biaya Perolehan (Basis Aset): Nilai asli aset saat diperoleh, termasuk penyesuaian jika ada.
- Harga Jual: Total nilai transaksi penjualan aset.
- Metode Akuntansi: Pilihan metode akuntansi yang digunakan wajib pajak.
- Pembayaran yang Diterima: Rincian jumlah pembayaran yang diterima pada tahun pajak pelaporan, termasuk uang muka, pembayaran angsuran, dan pembayaran lainnya.
- Keuntungan atau Kerugian: Perhitungan keuntungan atau kerugian yang diatribusikan pada pembayaran yang diterima di tahun pajak tersebut.
- Bunga (jika ada): Jika perjanjian penjualan menyertakan bunga, jumlah bunga yang diterima juga harus dilaporkan.
Pentingnya Akurasi Pelaporan
Mengisi Form 6252 dengan benar dan lengkap sangat krusial. Kesalahan atau kelalaian dalam melaporkan informasi dapat berujung pada konsekuensi serius, seperti audit oleh IRS, denda pajak, bunga, atau sanksi lainnya yang dapat merugikan finansial wajib pajak. Oleh karena itu, disarankan untuk berkonsultasi dengan profesional pajak jika Anda tidak yakin dalam mengisi formulir ini.
Cara Menggunakan Form 6252
Formulir 6252 digunakan oleh wajib pajak yang melakukan penjualan aset dengan skema pembayaran bertahap untuk melaporkan keuntungan atau kerugian pajak yang diatribusikan pada pembayaran yang diterima dalam tahun pajak.
- 1Identifikasi apakah penjualan aset Anda memenuhi kriteria <em>installment sale</em> (pembayaran diterima di tahun pajak yang berbeda dari tahun penjualan).
- 2Kumpulkan semua dokumen terkait aset yang dijual (bukti pembelian, biaya perbaikan, dll.) dan perjanjian penjualan.
- 3Isi bagian deskripsi aset, tanggal pembelian, tanggal penjualan, dan biaya perolehan aset.
- 4Hitung total harga jual dan tentukan metode akuntansi yang Anda gunakan.
- 5Laporkan jumlah pembayaran yang Anda terima selama tahun pajak pelaporan.
- 6Hitung dan laporkan keuntungan atau kerugian yang diatribusikan pada pembayaran tersebut, serta bunga jika ada.
- 7Lampirkan Form 6252 bersama dengan SPT Tahunan Anda.
Contoh Penggunaan Form 6252 dalam Trading
Seorang trader properti menjual sebuah apartemen senilai Rp 5 Miliar pada tahun 2023. Pembeli setuju untuk membayar Rp 1 Miliar di muka dan sisanya Rp 4 Miliar akan dibayar dalam 4 angsuran @ Rp 1 Miliar selama 4 tahun ke depan (masing-masing Rp 1 Miliar pada tahun 2024, 2025, 2026, dan 2027). Biaya perolehan apartemen tersebut adalah Rp 3 Miliar. Pada tahun 2023, trader tersebut akan melaporkan keuntungan dari pembayaran uang muka sebesar Rp 1 Miliar. Menggunakan Form 6252, ia akan menghitung proporsi keuntungan yang diatribusikan pada Rp 1 Miliar tersebut (misalnya, jika tidak ada bunga, proporsi keuntungan adalah (Rp 5 M - Rp 3 M) / Rp 5 M = 40%. Jadi, keuntungan yang dilaporkan di tahun 2023 adalah 40% dari Rp 1 Miliar = Rp 400 Juta). Proses yang sama akan diulang untuk setiap angsuran yang diterima di tahun-tahun berikutnya.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Installment Sale, Capital Gain/Loss, Basis Aset, IRS, SPT Tahunan, Transaksi Properti, Transaksi Bisnis
Pertanyaan Umum tentang Form 6252
Apakah semua penjualan aset harus dilaporkan menggunakan Form 6252?
Tidak. Form 6252 hanya diperlukan jika penjualan aset tersebut termasuk dalam kategori <em>installment sale</em>, yaitu pembayaran diterima di tahun pajak yang berbeda dari tahun penjualan. Penjualan yang dibayar lunas pada tahun yang sama tidak memerlukan formulir ini.
Siapa yang wajib mengisi Form 6252?
Individu atau entitas usaha yang melaporkan pendapatan dari <em>installment sale</em> aset bisnis atau properti kapital wajib mengisi dan mengajukan Form 6252 kepada IRS.
Apa konsekuensinya jika saya tidak melaporkan installment sale dengan benar?
Ketidakakuratan atau kelalaian dalam melaporkan <em>installment sale</em> melalui Form 6252 dapat menyebabkan denda, bunga, dan sanksi pajak lainnya dari IRS, serta potensi audit.