4 menit baca 732 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Forward Contract

  • Perjanjian privat antara dua pihak untuk transaksi aset di masa depan.
  • Menetapkan harga aset di muka untuk melindungi dari volatilitas pasar.
  • Tidak diperdagangkan di bursa, sehingga bersifat over-the-counter (OTC).
  • Dapat disesuaikan sepenuhnya sesuai kebutuhan kedua belah pihak.
  • Memiliki risiko kredit dan likuiditas yang perlu dipertimbangkan.

📑 Daftar Isi

Apa itu Forward Contract?

Forward Contract adalah Forward contract adalah perjanjian privat antara dua pihak untuk membeli/menjual aset di masa depan pada harga yang disepakati, sering untuk mitigasi risiko.

Penjelasan Lengkap tentang Forward Contract

Forward Contract adalah sebuah instrumen keuangan yang berbentuk perjanjian hukum antara dua pihak, yang sepakat untuk melakukan transaksi pembelian atau penjualan suatu aset pada tanggal yang telah ditentukan di masa depan, dengan harga yang juga telah disepakati pada saat kontrak dibuat. Kontrak ini merupakan salah satu cara efektif bagi para pelaku pasar, baik itu investor, trader, maupun perusahaan, untuk mengelola dan mengurangi risiko yang timbul akibat fluktuasi harga aset di masa mendatang.

Berbeda dengan instrumen yang diperdagangkan di bursa terorganisir seperti saham atau kontrak berjangka (futures contract), forward contract umumnya diperdagangkan secara privat dan langsung antara kedua belah pihak. Proses ini dikenal sebagai over-the-counter (OTC). Sifatnya yang non-standar membuat forward contract sangat fleksibel.

Karakteristik Utama Forward Contract:

  • Perjanjian Privat (OTC): Dibuat langsung antara pembeli dan penjual, tanpa perantara bursa.
  • Harga dan Tanggal yang Ditentukan: Harga aset dan tanggal penyelesaian transaksi sudah pasti di awal.
  • Fleksibilitas: Syarat-syarat kontrak seperti jumlah aset, jangka waktu, dan harga dapat disesuaikan.
  • Mitigasi Risiko: Memberikan kepastian harga bagi kedua belah pihak, melindungi dari pergerakan harga yang merugikan.
  • Aset yang Diperdagangkan: Dapat mencakup berbagai jenis aset, termasuk valuta asing (forex), komoditas, saham, obligasi, dan instrumen keuangan lainnya.

Cara Kerja Forward Contract: Ilustrasinya, seorang importir yang membutuhkan dolar AS dalam tiga bulan ke depan dapat membuat forward contract dengan bank atau pihak lain yang memiliki dolar AS. Mereka sepakat pada kurs tertentu hari ini untuk transaksi di masa depan. Hal ini memastikan importir tahu persis berapa biaya yang harus dikeluarkan dalam mata uang lokalnya, terlepas dari bagaimana pergerakan kurs dolar AS di pasar nanti.

Meskipun menawarkan keuntungan besar dalam manajemen risiko, penting untuk memahami bahwa forward contract juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah risiko kredit, yaitu kemungkinan salah satu pihak tidak dapat memenuhi kewajibannya sesuai kontrak. Selain itu, karena sifatnya yang OTC, likuiditasnya cenderung lebih rendah dibandingkan kontrak yang diperdagangkan di bursa.

Cara Menggunakan Forward Contract

Forward contract digunakan untuk mengunci harga aset di masa depan, melindungi dari volatilitas pasar, dan memberikan kepastian dalam perencanaan keuangan.

  1. 1Identifikasi kebutuhan Anda akan suatu aset di masa depan (misalnya, mata uang asing, komoditas).
  2. 2Tentukan jumlah aset, jangka waktu transaksi, dan harga yang Anda inginkan.
  3. 3Cari pihak lain (misalnya, bank, broker, atau counterparty lain) yang bersedia membuat forward contract dengan Anda.
  4. 4Negosiasikan dan sepakati semua syarat kontrak secara rinci.
  5. 5Pastikan Anda memahami sepenuhnya risiko kredit dan kewajiban Anda sebelum menandatangani kontrak.

Contoh Penggunaan Forward Contract dalam Trading

Seorang petani kelapa sawit memperkirakan akan panen 100 ton minyak sawit dalam 6 bulan. Ia khawatir harga minyak sawit akan turun. Untuk mengamankan pendapatannya, ia membuat forward contract dengan sebuah pabrik pengolahan minyak sawit. Mereka sepakat hari ini bahwa pabrik akan membeli 100 ton minyak sawit dari petani dalam 6 bulan dengan harga Rp 15.000 per kilogram. Dengan kontrak ini, petani dijamin mendapatkan harga Rp 15.000/kg, sementara pabrik mengunci biaya pembelian bahan bakunya, terlepas dari fluktuasi harga pasar di masa depan.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Kontrak Berjangka (Futures Contract), Over-the-Counter (OTC), Valuta Asing (Forex), Manajemen Risiko, Likuiditas, Risiko Kredit

Pertanyaan Umum tentang Forward Contract

Apa perbedaan utama antara forward contract dan futures contract?

Perbedaan utama terletak pada standarisasi dan tempat perdagangannya. Futures contract adalah kontrak standar yang diperdagangkan di bursa, sementara forward contract adalah kontrak non-standar yang dinegosiasikan secara privat (OTC) antara dua pihak.

Siapa saja yang biasanya menggunakan forward contract?

Forward contract sering digunakan oleh perusahaan (importir/eksportir), petani, produsen komoditas, dan investor yang ingin mengunci harga aset atau melindungi diri dari risiko fluktuasi harga di masa depan.

Apakah forward contract selalu aman dari risiko?

Tidak. Forward contract memiliki risiko kredit, di mana salah satu pihak bisa gagal memenuhi kewajibannya. Selain itu, karena tidak diperdagangkan di bursa, likuiditasnya bisa menjadi tantangan jika Anda ingin keluar dari kontrak sebelum jatuh tempo.