4 menit baca 801 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Franked Dividend
- Franked Dividend adalah dividen yang pajaknya sudah dibayar oleh perusahaan.
- Sistem Franking Credit mencegah pajak ganda atas dividen.
- Investor dapat mengklaim kredit pajak yang mencerminkan pajak perusahaan.
- Manfaat utama adalah pengurangan beban pajak bagi pemegang saham.
- Penting untuk memahami sistem perpajakan negara investasi terkait Franked Dividend.
📑 Daftar Isi
Apa itu Franked Dividend?
Franked Dividend adalah Dividen yang pajaknya telah dibayar oleh perusahaan, memungkinkan pemegang saham mengklaim kredit pajak untuk menghindari pajak ganda.
Penjelasan Lengkap tentang Franked Dividend
Franked Dividend merupakan sebuah konsep penting dalam dunia investasi saham, khususnya di yurisdiksi yang menerapkan sistem perpajakan dividen yang unik, seperti Australia. Istilah ini merujuk pada dividen yang telah dikenakan pajak perusahaan sebelum dibagikan kepada pemegang saham. Tujuan utama dari sistem ini adalah untuk mencegah terjadinya pajak ganda (double taxation), di mana laba perusahaan dikenakan pajak, dan kemudian dividen yang dibagikan dari laba tersebut dikenakan pajak lagi di tingkat pemegang saham.
Mekanisme Franked Dividend dan Franking Credit
Dalam sistem ini, perusahaan yang membagikan dividen akan menyertakan Franking Credit bersama dengan pembayaran dividen. Franking Credit ini adalah representasi dari jumlah pajak yang telah dibayarkan oleh perusahaan atas laba yang digunakan untuk membayar dividen tersebut. Pemegang saham kemudian dapat menggunakan Franking Credit ini untuk mengurangi jumlah pajak penghasilan mereka sendiri.
Manfaat Franked Dividend bagi Pemegang Saham
Manfaat utama dari Franked Dividend adalah potensi penghematan pajak bagi investor. Beberapa kelompok investor yang paling diuntungkan antara lain:
- Investor Individu: Mereka dapat mengklaim Franking Credit untuk mengurangi total kewajiban pajak penghasilan mereka. Jika Franking Credit melebihi pajak terutang, mereka bahkan berpotensi menerima pengembalian pajak.
- Entitas Non-Pajak: Lembaga amal, yayasan, atau dana pensiun yang umumnya dikecualikan dari pajak penghasilan, dapat menerima dividen ini tanpa kewajiban pajak tambahan, karena pajak perusahaan sudah diperhitungkan.
Implikasi Pajak bagi Pemegang Saham
Bagi pemegang saham yang memiliki kewajiban pajak penghasilan, Franked Dividend tetap memengaruhi perhitungan pajak mereka. Meskipun Franking Credit dapat mengurangi beban pajak, dividen tersebut tetap dihitung sebagai penghasilan dan harus dilaporkan. Investor perlu memahami bagaimana Franking Credit berinteraksi dengan tarif pajak pribadi mereka untuk mengoptimalkan keuntungan.
Pentingnya Pemahaman bagi Investor
Memahami konsep Franked Dividend dan sistem Franking Credit sangat krusial bagi para investor saham, terutama yang berinvestasi di pasar yang menerapkan skema ini. Pengetahuan ini memungkinkan investor untuk:
- Memilih investasi yang lebih efisien dari sisi pajak.
- Mengoptimalkan strategi investasi mereka untuk keuntungan bersih yang lebih tinggi.
- Memastikan kepatuhan terhadap peraturan perpajakan yang berlaku.
Dengan pemahaman yang baik, investor dapat memaksimalkan potensi pengembalian investasi mereka sambil meminimalkan beban pajak.
Cara Menggunakan Franked Dividend
Investor dapat memanfaatkan Franked Dividend dengan mengklaim Franking Credit saat melaporkan pajak penghasilan mereka, yang dapat mengurangi kewajiban pajak atau bahkan menghasilkan pengembalian pajak.
- 1Identifikasi apakah dividen yang diterima adalah Franked Dividend, biasanya ditunjukkan dalam laporan dividen dari perusahaan.
- 2Periksa jumlah Franking Credit yang diberikan oleh perusahaan.
- 3Saat mengisi SPT (Surat Pemberitahuan Tahunan) Pajak Penghasilan, laporkan dividen yang diterima sebagai penghasilan.
- 4Klaim Franking Credit yang relevan sebagai pengurang pajak terutang sesuai dengan peraturan perpajakan yang berlaku di negara Anda.
Contoh Penggunaan Franked Dividend dalam Trading
Misalkan Anda adalah seorang investor di Australia dan menerima dividen sebesar AUD 1.000 dari perusahaan yang telah membayar pajak perusahaan. Jika dividen tersebut adalah Franked Dividend dengan tingkat franking 30%, Anda akan menerima dividen tunai sebesar AUD 1.000 dan Franking Credit senilai AUD 428 (AUD 1.000 / (1 - 0.30) * 0.30). Dalam pelaporan pajak penghasilan Anda, total pendapatan dividen yang dilaporkan adalah AUD 1.428 (AUD 1.000 + AUD 428). Anda kemudian dapat menggunakan Franking Credit senilai AUD 428 ini untuk mengurangi jumlah pajak penghasilan yang harus Anda bayar. Jika total pajak penghasilan Anda kurang dari AUD 428, Anda mungkin berhak menerima pengembalian pajak.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Dividen, Pajak Penghasilan, Pajak Ganda, Franking Credit, SPT Tahunan, Investasi Saham, Yurisdiksi Pajak
Pertanyaan Umum tentang Franked Dividend
Apakah semua negara memiliki sistem Franked Dividend?
Tidak, sistem Franked Dividend dan Franking Credit umumnya diterapkan di negara-negara tertentu yang memiliki undang-undang perpajakan yang mengaturnya, seperti Australia. Negara lain mungkin memiliki sistem perpajakan dividen yang berbeda.
Bagaimana jika Franking Credit lebih besar dari pajak yang harus saya bayar?
Jika Franking Credit yang Anda klaim lebih besar dari total pajak penghasilan Anda, selisihnya biasanya dapat dikembalikan kepada Anda oleh otoritas pajak, tergantung pada peraturan setempat.
Apa itu Unfranked Dividend?
Unfranked Dividend adalah dividen yang belum dikenakan pajak perusahaan. Pemegang saham akan menerima jumlah dividen penuh tanpa Franking Credit dan harus membayar pajak penghasilan atas seluruh jumlah dividen tersebut.
Apakah Franked Dividend hanya berlaku untuk investor individu?
Tidak, Franked Dividend dan Franking Credit dapat dimanfaatkan oleh berbagai jenis investor, termasuk individu, perusahaan, dan entitas non-pajak, meskipun cara klaim dan manfaatnya bisa bervariasi sesuai status perpajakan masing-masing.