4 menit baca 771 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Free Carrier (FCA)
- FCA adalah aturan Incoterms yang mengatur tanggung jawab penjual dan pembeli dalam pengiriman barang internasional.
- Penjual bertanggung jawab mengirimkan barang dan menyerahkannya kepada pembeli di lokasi yang telah ditentukan.
- Biaya dan risiko pengiriman ditanggung oleh penjual hingga barang diserahkan kepada pembeli atau pihak yang ditunjuk.
- FCA menawarkan fleksibilitas dalam pemilihan lokasi penyerahan barang.
- Aturan ini spesifik untuk pengiriman barang fisik dan tidak mencakup transfer kepemilikan atau risiko secara otomatis.
📑 Daftar Isi
Apa itu Free Carrier (FCA)?
Free Carrier (FCA) adalah Free Carrier (FCA) adalah aturan Incoterms di mana penjual menyerahkan barang kepada pembeli di lokasi yang disepakati, menanggung biaya dan risiko hingga titik tersebut.
Penjelasan Lengkap tentang Free Carrier (FCA)
Free Carrier (FCA) merupakan salah satu dari 11 aturan Incoterms yang diterbitkan oleh International Chamber of Commerce (ICC) dan diakui secara global dalam perdagangan internasional. Incoterms adalah seperangkat aturan standar internasional yang mendefinisikan tanggung jawab pembeli dan penjual dalam transaksi perdagangan internasional, khususnya terkait dengan pengiriman barang. FCA secara spesifik mengatur kapan dan di mana penjual dianggap telah memenuhi kewajibannya dalam menyerahkan barang kepada pembeli.
Tanggung Jawab Penjual dalam FCA
Dalam skema FCA, penjual memiliki kewajiban utama untuk:
- Menyiapkan barang sesuai dengan kontrak penjualan.
- Mengemas barang dengan tepat untuk pengiriman internasional.
- Menyerahkan barang kepada pihak yang ditunjuk oleh pembeli di lokasi yang telah disepakati. Lokasi ini bisa berupa fasilitas penjual (misalnya, gudang), terminal pengangkutan, atau tempat lain yang ditentukan.
- Menanggung semua biaya dan risiko yang timbul hingga barang diserahkan di lokasi yang disepakati.
- Menyediakan dokumen ekspor yang diperlukan, seperti izin ekspor dan dokumen keselamatan.
Tanggung Jawab Pembeli dalam FCA
Sementara itu, pembeli bertanggung jawab untuk:
- Memilih pihak pengangkut (carrier) atau agen pengiriman.
- Mengatur dan membiayai transportasi utama dari lokasi penyerahan hingga tujuan akhir.
- Menanggung semua biaya dan risiko setelah barang diserahkan oleh penjual.
- Mengurus semua prosedur impor, termasuk bea masuk, pajak, dan dokumen impor lainnya.
Lokasi Penyerahan dalam FCA
Fleksibilitas FCA terletak pada pilihan lokasi penyerahan barang. Beberapa varian umum meliputi:
- FCA Named Place of Departure: Penjual menyerahkan barang di tempat yang ditentukan, misalnya gudang penjual atau fasilitas produksi mereka.
- FCA Main Carrier's Terminal: Penjual menyerahkan barang di terminal pengangkut utama (misalnya, terminal peti kemas di pelabuhan atau bandara).
- FCA Named Place: Lokasi penyerahan yang spesifik dan disepakati bersama oleh penjual dan pembeli.
Penting untuk dicatat bahwa meskipun FCA mengatur penyerahan barang fisik dan biaya serta risiko terkait, aturan ini tidak secara otomatis mencakup transfer kepemilikan barang atau asuransi. Kedua aspek ini harus diatur secara terpisah dalam kontrak jual beli.
Cara Menggunakan Free Carrier (FCA)
FCA digunakan dalam transaksi perdagangan internasional untuk mendefinisikan secara jelas siapa yang bertanggung jawab atas apa dan kapan dalam proses pengiriman barang, meminimalkan potensi perselisihan.
- 1Langkah 1: Sepakati istilah FCA dalam kontrak penjualan internasional, sebutkan secara spesifik lokasi penyerahan (Named Place).
- 2Langkah 2: Penjual menyiapkan barang dan mengaturnya agar siap diserahkan di lokasi yang disepakati.
- 3Langkah 3: Penjual menyerahkan barang kepada pihak pengangkut yang ditunjuk oleh pembeli di lokasi tersebut, menanggung biaya dan risiko hingga titik ini.
- 4Langkah 4: Pembeli mengambil alih tanggung jawab biaya dan risiko sejak barang diserahkan, serta mengatur transportasi lanjutan dan proses impor.
Contoh Penggunaan Free Carrier (FCA) dalam Trading
Sebuah perusahaan di Indonesia (penjual) menjual mesin industri ke perusahaan di Jerman (pembeli) menggunakan ketentuan FCA Jakarta International Container Terminal (JICT). Penjual bertanggung jawab untuk mengemas mesin, mengurus izin ekspor, dan mengantarkannya ke JICT, serta menanggung semua biaya dan risiko hingga mesin berada di terminal tersebut. Setelah mesin diserahkan di JICT kepada perusahaan pelayaran yang dipilih oleh pembeli, seluruh biaya dan risiko beralih kepada pembeli Jerman, yang kemudian akan mengurus pengiriman lanjutan ke Jerman, bea masuk, dan pajak impor.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Incoterms, CIF, FOB, EXW, Logistik Internasional, Perdagangan Internasional, Kontrak Jual Beli
Pertanyaan Umum tentang Free Carrier (FCA)
Apa perbedaan utama antara FCA dan EXW (Ex Works)?
Dalam EXW, penjual hanya berkewajiban menyediakan barang di fasilitasnya, sementara pembeli menanggung semua biaya dan risiko sejak awal. Dalam FCA, penjual memiliki tanggung jawab lebih besar karena harus mengantar barang ke lokasi yang disepakati dan menyerahkannya kepada pengangkut yang ditunjuk pembeli.
Siapa yang membayar biaya pengiriman utama dalam FCA?
Pembeli yang membayar biaya pengiriman utama dari lokasi penyerahan hingga tujuan akhir, karena tanggung jawab biaya dan risiko beralih kepada pembeli setelah barang diserahkan oleh penjual.
Apakah FCA mencakup asuransi pengiriman?
Tidak, FCA tidak secara otomatis mencakup asuransi pengiriman. Penjual dan pembeli harus secara terpisah menyepakati dan mengatur asuransi jika diperlukan dalam kontrak jual beli mereka.