4 menit baca 862 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Free-Float Methodology
- Menghitung nilai pasar perusahaan berdasarkan saham yang benar-benar beredar di publik.
- Mengecualikan saham yang dikuasai oleh pihak pengendali atau institusi strategis.
- Memberikan gambaran likuiditas dan akurasi harga saham yang lebih baik.
- Membantu investor menilai seberapa mudah saham dapat dibeli atau dijual.
- Nilai pasar dapat berfluktuasi seiring perubahan jumlah saham yang tersedia bebas.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Free-Float Methodology
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Free-Float Methodology?
Free-Float Methodology adalah Metode perhitungan nilai pasar perusahaan dengan hanya menghitung saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas, bukan total saham beredar.
Penjelasan Lengkap tentang Free-Float Methodology
Free-Float Methodology adalah sebuah pendekatan fundamental yang digunakan dalam dunia investasi dan trading saham untuk mengukur nilai pasar riil (market capitalization) sebuah perusahaan. Berbeda dengan perhitungan kapitalisasi pasar tradisional yang menggunakan total saham beredar, metode ini secara spesifik memfokuskan pada proporsi saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di pasar sekunder. Dengan kata lain, hanya saham yang dapat dibeli atau dijual oleh investor publik tanpa hambatan signifikan yang dimasukkan dalam perhitungan.
Mengapa Free-Float Methodology Penting?
Metode ini memberikan pandangan yang lebih realistis dan akurat mengenai:
- Likuiditas Saham: Semakin besar free float suatu saham, semakin tinggi pula likuiditasnya. Ini berarti investor dapat dengan mudah membeli atau menjual saham tersebut dalam jumlah besar tanpa menyebabkan pergerakan harga yang drastis.
- Akurasi Harga Pasar: Harga saham yang diperdagangkan secara bebas lebih mencerminkan persepsi pasar terhadap nilai perusahaan. Saham yang dikuasai oleh pihak tertentu mungkin tidak mencerminkan nilai pasar yang sebenarnya karena potensi manipulasi atau kurangnya transaksi.
- Analisis Fundamental yang Lebih Baik: Bagi analis dan investor, memahami free float membantu dalam mengevaluasi fundamental perusahaan dan potensi pergerakan harga di masa depan.
Saham yang Dikecualikan dalam Perhitungan Free-Float
Dalam penerapan Free-Float Methodology, beberapa jenis saham secara umum akan dikecualikan dari perhitungan nilai pasar, antara lain:
- Saham yang dimiliki oleh pemerintah atau badan negara.
- Saham yang dipegang oleh institusi keuangan besar (bank, dana pensiun) sebagai investasi strategis jangka panjang.
- Saham yang dikendalikan oleh pendiri, keluarga pendiri, atau pemegang saham pengendali (biasanya lebih dari 10-20% kepemilikan).
- Saham yang ditahan oleh manajemen perusahaan atau karyawan dalam program kepemilikan saham.
- Saham yang sedang dalam proses penahanan atau pembatasan perdagangan lainnya.
Contoh Perhitungan
Misalkan sebuah perusahaan 'X' memiliki total 10 juta lembar saham beredar. Namun, dari jumlah tersebut:
- 2 juta lembar dimiliki oleh pemerintah.
- 1 juta lembar dimiliki oleh pendiri perusahaan.
- 2 juta lembar dimiliki oleh institusi keuangan sebagai investasi strategis.
Maka, jumlah saham yang termasuk dalam free float adalah 10 juta - 2 juta - 1 juta - 2 juta = 5 juta lembar. Jika harga saham 'X' saat ini adalah Rp1.000 per lembar, maka nilai pasar perusahaan berdasarkan Free-Float Methodology adalah 5 juta lembar x Rp1.000 = Rp5 miliar. Sementara itu, perhitungan kapitalisasi pasar tradisional akan menggunakan 10 juta lembar x Rp1.000 = Rp10 miliar.
Implikasi bagi Trader dan Investor
Memahami free float sangat krusial. Saham dengan free float rendah cenderung lebih volatil karena transaksi dalam jumlah kecil pun dapat menggerakkan harga secara signifikan. Sebaliknya, saham dengan free float tinggi cenderung lebih stabil dan likuid, sehingga lebih disukai oleh investor institusional dan mereka yang melakukan trading dalam volume besar.
Cara Menggunakan Free-Float Methodology
Investor dan analis menggunakan Free-Float Methodology untuk mendapatkan gambaran yang lebih akurat tentang likuiditas dan nilai pasar riil sebuah saham, yang memengaruhi strategi trading dan keputusan investasi.
- 1Identifikasi total saham beredar perusahaan.
- 2Tentukan proporsi saham yang tidak termasuk dalam free float (misalnya, milik pemerintah, pengendali, institusi strategis).
- 3Hitung jumlah saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas (free float = total saham beredar - saham yang dikecualikan).
- 4Kalikan jumlah free float dengan harga pasar saham saat ini untuk mendapatkan nilai pasar riil.
- 5Gunakan informasi ini untuk menilai likuiditas, volatilitas, dan potensi pergerakan harga saham.
Contoh Penggunaan Free-Float Methodology dalam Trading
Seorang trader forex yang juga berinvestasi saham mengamati saham PT ABC. Total saham beredar adalah 100 juta lembar, namun 30 juta lembar dikuasai oleh pendiri dan 20 juta lembar oleh investor strategis. Jadi, free float-nya adalah 50 juta lembar. Jika harga per saham adalah Rp 5.000, maka kapitalisasi pasar riilnya adalah 50 juta x Rp 5.000 = Rp 250 miliar. Trader ini menyadari bahwa saham ini mungkin lebih volatil dibandingkan saham lain dengan free float yang lebih tinggi, dan akan menyesuaikan ukuran posisinya sesuai dengan profil risiko tersebut.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Kapitalisasi Pasar (Market Capitalization), Likuiditas Saham, Saham Beredar (Outstanding Shares), Investor Institusional, Volatilitas Saham, Analisis Fundamental
Pertanyaan Umum tentang Free-Float Methodology
Apa perbedaan utama antara kapitalisasi pasar tradisional dan Free-Float Methodology?
Kapitalisasi pasar tradisional menghitung nilai pasar berdasarkan total saham beredar, sedangkan Free-Float Methodology hanya menghitung saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara bebas di publik.
Mengapa saham yang dikuasai oleh pendiri atau institusi strategis dikecualikan?
Karena saham-saham ini cenderung tidak diperdagangkan secara aktif dan tidak mencerminkan dinamika pasar yang sebenarnya, sehingga dapat mendistorsi gambaran likuiditas dan nilai pasar riil.
Apakah Free-Float Methodology selalu menghasilkan nilai pasar yang lebih rendah?
Umumnya ya, karena hanya sebagian dari total saham beredar yang dihitung. Namun, ini bukan aturan mutlak dan tujuannya adalah akurasi, bukan sekadar angka yang lebih rendah.