4 menit baca 726 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Functional Obsolescence
- Functional obsolescence terjadi ketika aset menjadi usang akibat kemajuan teknologi atau perubahan kebutuhan pasar.
- Dalam trading, ini bisa menurunkan daya tarik atau nilai investasi instrumen keuangan.
- Aset fisik seperti properti juga bisa mengalami functional obsolescence akibat perubahan tren.
- Perubahan industri, seperti pergeseran ke platform online, dapat menyebabkan toko fisik menjadi usang.
- Investor perlu memantau perkembangan pasar dan melakukan analisis mendalam untuk menghindari risiko ini.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Functional Obsolescence
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Functional Obsolescence?
Functional Obsolescence adalah Functional obsolescence adalah kondisi aset keuangan atau produk menjadi tidak efisien atau relevan karena perkembangan teknologi atau perubahan pasar, mengurangi nilai investasi.
Penjelasan Lengkap tentang Functional Obsolescence
Functional obsolescence adalah sebuah konsep penting dalam dunia trading dan investasi yang merujuk pada situasi di mana suatu produk, aset keuangan, atau bahkan model bisnis menjadi tidak lagi efisien, relevan, atau kompetitif dalam memenuhi kebutuhan pasar atau pengguna. Fenomena ini seringkali dipicu oleh kemajuan teknologi yang pesat, perubahan preferensi konsumen, atau pergeseran fundamental dalam industri.
Penyebab Functional Obsolescence
Penyebab utama functional obsolescence meliputi:
- Kemajuan Teknologi: Inovasi teknologi dapat membuat produk atau metode lama menjadi ketinggalan zaman dan kurang efisien.
- Perubahan Kebutuhan Pasar: Selera konsumen, gaya hidup, atau tuntutan pasar yang berubah dapat membuat aset atau produk yang sebelumnya populer menjadi tidak diminati.
- Pergeseran Industri: Transformasi besar dalam suatu industri, seperti digitalisasi atau perubahan regulasi, dapat membuat model bisnis atau aset tradisional menjadi usang.
- Faktor Ekonomi Makro: Perubahan kondisi ekonomi global atau lokal yang signifikan dapat memengaruhi relevansi dan efisiensi aset tertentu.
Functional Obsolescence dalam Konteks Trading dan Investasi
Dalam pasar keuangan, functional obsolescence dapat berdampak pada berbagai instrumen:
Instrumen Keuangan (Saham, Derivatif)
Sebuah saham dapat mengalami functional obsolescence jika perusahaan penerbitnya menghadapi masalah keuangan kronis, model bisnisnya tidak lagi mampu bersaing di era digital, atau industri tempatnya beroperasi mengalami disrupsi besar. Misalnya, perusahaan yang bergerak di industri film fisik mungkin mengalami penurunan nilai drastis seiring dengan dominasi platform streaming digital.
Aset Nyata (Properti)
Dalam investasi properti, sebuah gedung perkantoran yang dulunya strategis dan diminati bisa saja mengalami functional obsolescence. Hal ini dapat terjadi jika ada perubahan tren bekerja (misalnya, tren bekerja dari rumah yang meningkat) atau jika pusat-pusat bisnis utama bergeser ke lokasi lain. Gedung tersebut mungkin menjadi sulit disewakan atau dijual karena tidak lagi memenuhi standar efisiensi modern atau lokasi yang diinginkan.
Model Bisnis dan Industri
Contoh nyata lainnya adalah industri ritel tradisional. Dengan maraknya platform e-commerce dan kemudahan berbelanja online, banyak toko fisik mengalami functional obsolescence karena tidak lagi menjadi pilihan utama konsumen. Perusahaan yang tidak beradaptasi dengan lanskap digital ini berisiko kehilangan pangsa pasar dan relevansi.
Cara Menggunakan Functional Obsolescence
Untuk menghindari kerugian akibat functional obsolescence, trader dan investor perlu melakukan analisis mendalam dan terus memantau perkembangan pasar serta teknologi.
- 1Lakukan riset mendalam mengenai tren industri dan teknologi yang relevan dengan aset yang Anda pertimbangkan.
- 2Analisis model bisnis perusahaan atau potensi aset secara komprehensif untuk mengidentifikasi kerentanan terhadap perubahan.
- 3Pantau secara berkala perkembangan kompetitor dan inovasi baru yang dapat menggeser pasar.
- 4Diversifikasi portofolio investasi Anda untuk mengurangi risiko ketergantungan pada satu jenis aset atau industri.
- 5Bersiaplah untuk menyesuaikan strategi investasi Anda seiring dengan perubahan kondisi pasar dan teknologi.
Contoh Penggunaan Functional Obsolescence dalam Trading
Seorang investor yang memiliki saham perusahaan penyedia perangkat lunak berbasis CD-ROM menyadari bahwa teknologi telah beralih ke unduhan digital dan layanan berbasis cloud. Meskipun perusahaan tersebut dulunya sukses, model bisnisnya kini mengalami functional obsolescence karena tidak lagi relevan dengan cara konsumen mengakses perangkat lunak. Investor ini memutuskan untuk menjual sahamnya sebelum nilainya terus menurun drastis.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Disrupsi Teknologi, Analisis Fundamental, Manajemen Risiko, Tren Pasar, Nilai Aset
Pertanyaan Umum tentang Functional Obsolescence
Apa perbedaan utama antara functional obsolescence dan physical obsolescence?
Physical obsolescence merujuk pada penurunan nilai aset karena keausan fisik atau kerusakan seiring waktu, sementara functional obsolescence berkaitan dengan penurunan nilai karena aset menjadi usang secara fungsional akibat perubahan teknologi atau kebutuhan pasar.
Bagaimana cara mengidentifikasi potensi functional obsolescence pada sebuah investasi?
Anda dapat mengidentifikasinya dengan menganalisis tren industri, kecepatan inovasi teknologi, perubahan perilaku konsumen, serta kekuatan kompetitif perusahaan atau aset yang Anda pertimbangkan.
Apakah functional obsolescence hanya terjadi pada aset fisik?
Tidak, functional obsolescence dapat terjadi pada berbagai jenis aset, termasuk aset keuangan (saham, obligasi), model bisnis, teknologi, dan bahkan properti.