4 menit baca 786 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Funds Transfer Pricing (FTP)
- FTP mengukur biaya dan pendapatan dari transfer dana antar unit bisnis di bank.
- Tujuannya adalah alokasi biaya dan pendapatan yang adil dan transparan.
- Memungkinkan analisis performa unit bisnis individu secara akurat.
- Membantu dalam pengelolaan risiko perbankan dan pengambilan keputusan investasi.
- Menerapkan biaya pada unit yang menerima dana dan pendapatan pada unit yang menyediakan.
📑 Daftar Isi
- Definisi
- Penjelasan Lengkap
- Cara Menggunakan Funds Transfer Pricing (FTP)
- Contoh Penggunaan
- Istilah Terkait
- FAQ
Apa itu Funds Transfer Pricing (FTP)?
Funds Transfer Pricing (FTP) adalah Funds Transfer Pricing (FTP) adalah metode perbankan untuk menetapkan harga transfer dana antar unit bisnis, mengukur biaya & pendapatan untuk alokasi adil.
Penjelasan Lengkap tentang Funds Transfer Pricing (FTP)
Funds Transfer Pricing (FTP), atau dalam Bahasa Indonesia dikenal sebagai Harga Transfer Dana, adalah sebuah konsep fundamental dalam industri perbankan yang dirancang untuk menetapkan harga transfer dana antar unit bisnis yang berbeda di dalam sebuah organisasi perbankan. Konsep ini berperan krusial dalam mengukur secara akurat biaya dan pendapatan yang timbul dari pergerakan dana antar berbagai departemen, seperti departemen penyaluran kredit, departemen simpanan (deposito), dan departemen investasi.
Tujuan Utama Funds Transfer Pricing (FTP)
Tujuan utama dari penerapan FTP adalah untuk memastikan bahwa alokasi biaya dan pendapatan yang terkait dengan transfer dana dilakukan secara adil dan transparan. Dengan sistem FTP yang efektif, bank dapat:
- Menganalisis kinerja setiap unit bisnis secara individual dengan lebih mendalam dan akurat.
- Mengukur kontribusi spesifik dari masing-masing unit bisnis terhadap profitabilitas bank secara keseluruhan.
- Menciptakan insentif yang tepat bagi unit bisnis untuk mengelola aset dan liabilitas mereka secara efisien.
Mekanisme Kerja FTP
Pada intinya, mekanisme FTP melibatkan penetapan biaya pada unit bisnis yang menerima dana, sementara unit bisnis yang menyediakan dana akan menerima pendapatan. Biaya yang dibebankan kepada unit penerima dana dapat mencakup berbagai komponen, seperti:
- Biaya Modal (Cost of Capital): Biaya yang dikeluarkan bank untuk memperoleh dana yang akan ditransfer.
- Biaya Operasional: Biaya yang terkait dengan pengelolaan dan pemrosesan transaksi dana.
- Risiko Kredit: Premi yang dikenakan untuk mengkompensasi risiko gagal bayar dari pihak yang meminjam dana.
- Risiko Likuiditas: Biaya yang berkaitan dengan kebutuhan bank untuk memastikan ketersediaan dana yang cukup.
Sementara itu, pendapatan yang diterima oleh unit penyedia dana biasanya berupa suku bunga yang dibayarkan oleh unit penerima dana, yang mencerminkan biaya dana tersebut ditambah margin keuntungan bank.
Peran FTP dalam Pengelolaan Risiko dan Keputusan Investasi
Funds Transfer Pricing (FTP) bukan hanya sekadar alat akuntansi, melainkan juga merupakan instrumen penting dalam kerangka pengelolaan risiko perbankan dan pengambilan keputusan strategis terkait investasi. Dengan memahami biaya dan pendapatan yang sebenarnya terkait dengan setiap transaksi dana, bank dapat:
- Memastikan bahwa tingkat pengembalian (return) yang diharapkan dari suatu investasi atau penyaluran kredit sepadan dengan tingkat risiko yang dihadapi dan biaya modal yang dikeluarkan.
- Membuat keputusan alokasi sumber daya yang lebih cerdas dan menguntungkan.
- Mengidentifikasi area-area di mana efisiensi dapat ditingkatkan.
Secara keseluruhan, FTP memberikan pandangan yang jernih mengenai profitabilitas internal bank, memungkinkan manajemen untuk membuat keputusan yang lebih terinformasi demi kesehatan finansial jangka panjang institusi.
Cara Menggunakan Funds Transfer Pricing (FTP)
Bank menggunakan FTP untuk menetapkan 'harga' internal atas dana yang dipindahkan antar departemen, memastikan profitabilitas dan risiko dikelola dengan baik.
- 1Identifikasi unit bisnis yang terlibat dalam transfer dana (misalnya, departemen deposito dan departemen kredit).
- 2Tentukan basis biaya dana (cost of funds) yang akan dikenakan pada unit penerima dana.
- 3Hitung biaya tambahan seperti risiko likuiditas, risiko kredit, dan biaya operasional.
- 4Tetapkan suku bunga transfer yang mencakup biaya dana dan margin yang diinginkan, lalu alokasikan biaya/pendapatan antar unit bisnis.
Contoh Penggunaan Funds Transfer Pricing (FTP) dalam Trading
Misalkan Departemen Deposito berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp100 miliar dengan bunga 5%. Dana ini kemudian disalurkan oleh Departemen Kredit kepada nasabah dengan bunga 8%. Dengan menggunakan FTP, Departemen Deposito akan mencatat pendapatan bunga, sementara Departemen Kredit akan mencatat biaya bunga. Selisih 3% (setelah memperhitungkan biaya operasional dan risiko) adalah margin profit bank yang dihasilkan dari transaksi internal ini.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Cost of Funds, Asset Liability Management (ALM), Profitabilitas Bank, Risiko Likuiditas, Risiko Kredit
Pertanyaan Umum tentang Funds Transfer Pricing (FTP)
Apa perbedaan utama antara FTP dan penetapan harga pasar?
FTP adalah penetapan harga internal untuk transfer dana antar unit bisnis dalam satu bank, sedangkan penetapan harga pasar adalah harga yang berlaku di pasar eksternal untuk instrumen keuangan yang serupa.
Mengapa FTP penting bagi bank?
FTP penting untuk mengukur kinerja unit bisnis secara akurat, mengelola risiko, dan membuat keputusan investasi yang lebih baik dengan memastikan profitabilitas yang sesuai dengan risiko.
Bagaimana FTP mempengaruhi pengambilan keputusan manajemen?
FTP memberikan informasi yang lebih jelas tentang biaya dan pendapatan riil dari setiap aktivitas, memungkinkan manajemen untuk mengalokasikan modal dan sumber daya secara lebih efektif serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan.