4 menit baca 853 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Futures Market

  • Memungkinkan perdagangan kontrak aset di masa depan dengan harga yang ditentukan hari ini.
  • Digunakan untuk lindung nilai (hedging) terhadap fluktuasi harga dan spekulasi keuntungan.
  • Menawarkan fleksibilitas posisi long (beli) dan short (jual) tanpa kepemilikan aset fisik.
  • Leverage yang ditawarkan dapat memperbesar potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian.
  • Diatur oleh bursa berjangka dan seringkali menggunakan analisis teknikal serta fundamental.

📑 Daftar Isi

Apa itu Futures Market?

Futures Market adalah Pasar berjangka (Futures Market) adalah tempat diperdagangkannya kontrak untuk membeli/menjual aset pada harga dan waktu spesifik di masa depan, digunakan untuk lindung nilai dan spekulasi.

Penjelasan Lengkap tentang Futures Market

Futures Market, atau yang dikenal sebagai pasar berjangka, merupakan salah satu segmen krusial dalam dunia keuangan modern yang memfasilitasi perdagangan instrumen derivatif, yaitu kontrak berjangka (futures contracts).

Apa Itu Pasar Berjangka?

Pasar berjangka adalah sebuah bursa terorganisir di mana para partisipan dapat melakukan transaksi kontrak berjangka. Kontrak berjangka ini adalah perjanjian hukum yang mengikat kedua belah pihak untuk membeli atau menjual suatu aset spesifik (yang disebut aset dasar atau underlying asset) pada harga yang telah disepakati (harga berjangka) pada tanggal tertentu di masa depan (tanggal jatuh tempo).

Aset Dasar dalam Pasar Berjangka

Berbagai macam aset dapat diperdagangkan dalam pasar berjangka, termasuk:

  • Komoditas: Seperti minyak mentah, emas, perak, gandum, jagung, kopi, dan produk pertanian lainnya. Investor dapat membeli atau menjual kontrak berjangka komoditas untuk mengunci harga atau berspekulasi terhadap pergerakan harga komoditas tersebut.
  • Indeks Saham: Kontrak berjangka indeks saham, seperti S&P 500, Dow Jones Industrial Average, atau NASDAQ, memungkinkan investor untuk bertaruh pada pergerakan keseluruhan dari pasar saham tanpa harus membeli atau menjual saham individual.
  • Mata Uang (Forex Futures): Kontrak untuk membeli atau menjual sepasang mata uang pada nilai tukar yang telah ditentukan di masa depan.
  • Suku Bunga: Kontrak berjangka yang nilainya berasal dari pergerakan suku bunga di masa depan.

Fungsi Utama Pasar Berjangka

Pasar berjangka melayani dua fungsi utama bagi para pelaku pasar:

  • Lindung Nilai (Hedging): Produsen atau konsumen aset dasar dapat menggunakan pasar berjangka untuk melindungi diri mereka dari risiko fluktuasi harga yang merugikan. Misalnya, seorang petani dapat menjual kontrak berjangka gandum untuk mengunci harga jual panennya, terlepas dari apakah harga gandum di pasar spot naik atau turun saat panen tiba.
  • Spekulasi: Trader atau investor yang tidak memiliki aset dasar dapat memasuki pasar berjangka untuk mencari keuntungan dari pergerakan harga. Mereka dapat mengambil posisi long (membeli kontrak dengan harapan harga akan naik) atau posisi short (menjual kontrak dengan harapan harga akan turun).

Karakteristik Penting

  • Leverage: Salah satu fitur paling signifikan dari pasar berjangka adalah adanya leverage. Ini berarti trader dapat mengendalikan nilai kontrak yang jauh lebih besar daripada modal yang mereka setorkan (margin). Leverage dapat memperbesar potensi keuntungan, namun juga secara signifikan meningkatkan risiko kerugian.
  • Standardisasi: Kontrak berjangka yang diperdagangkan di bursa memiliki spesifikasi yang standar, termasuk ukuran kontrak, kualitas aset dasar, dan tanggal jatuh tempo. Hal ini memastikan likuiditas dan kemudahan perdagangan.
  • Pengaturan Bursa: Pasar berjangka biasanya diatur oleh bursa berjangka yang menyediakan platform perdagangan yang aman dan transparan, serta menetapkan aturan main bagi para partisipan.

Secara keseluruhan, futures market menawarkan fleksibilitas, potensi keuntungan, dan alat manajemen risiko yang berharga bagi para investor dan pelaku pasar di berbagai kelas aset.

Cara Menggunakan Futures Market

Pasar berjangka digunakan oleh trader untuk berspekulasi pada pergerakan harga aset di masa depan atau oleh pelaku bisnis untuk mengunci harga aset yang akan mereka beli atau jual.

  1. 1Identifikasi aset dasar yang ingin diperdagangkan (misalnya, minyak, emas, indeks S&P 500).
  2. 2Pilih bursa berjangka yang tepat dan buka akun trading.
  3. 3Tentukan apakah akan mengambil posisi <em>long</em> (beli) atau <em>short</em> (jual) berdasarkan analisis pasar Anda.
  4. 4Pilih kontrak berjangka dengan tanggal jatuh tempo yang sesuai dan tentukan ukuran posisi Anda, perhatikan penggunaan <em>leverage</em> dengan hati-hati.

Contoh Penggunaan Futures Market dalam Trading

Seorang spekulan percaya bahwa harga emas akan naik dalam tiga bulan ke depan. Alih-alih membeli emas fisik, ia memutuskan untuk membeli 1 kontrak berjangka emas (misalnya, kontrak COMEX Gold) yang jatuh tempo dalam 3 bulan dengan harga $2.000 per ons. Jika harga emas naik menjadi $2.100 per ons pada saat kontrak jatuh tempo, spekulan tersebut akan mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut, dikalikan dengan ukuran kontrak (misalnya, 100 ons per kontrak), dikurangi biaya transaksi. Sebaliknya, jika harga turun, ia akan mengalami kerugian.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: kontrak berjangka, aset dasar, lindung nilai, spekulasi, leverage, margin call, bursa berjangka, forex futures

Pertanyaan Umum tentang Futures Market

Apa perbedaan utama antara pasar spot dan pasar berjangka?

Pasar spot memperdagangkan aset untuk pengiriman segera, sedangkan pasar berjangka memperdagangkan kontrak untuk pengiriman aset di masa depan pada harga yang ditentukan hari ini.

Apakah pasar berjangka cocok untuk semua jenis investor?

Pasar berjangka melibatkan risiko yang signifikan karena leverage dan sifat spekulatifnya, sehingga lebih cocok untuk investor yang berpengalaman dan memiliki toleransi risiko yang tinggi.

Bagaimana cara kerja leverage di pasar berjangka?

Leverage memungkinkan Anda mengontrol nilai kontrak yang besar dengan modal yang relatif kecil (margin). Namun, ini berarti potensi kerugian Anda juga bisa jauh lebih besar dari margin awal Anda.