5 menit baca 939 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Gamma
- Gamma adalah turunan kedua dari harga opsi terhadap harga aset dasar, mengukur perubahan Delta.
- Gamma tinggi berarti Delta berubah cepat terhadap pergerakan harga aset, menandakan volatilitas.
- Gamma rendah berarti Delta berubah lambat, menunjukkan stabilitas harga aset.
- Trader menggunakan Gamma untuk mengukur risiko dan potensi keuntungan portofolio opsi.
- Gamma positif menguntungkan posisi beli opsi saat volatilitas tinggi, sementara Gamma negatif menguntungkan posisi jual saat harga stabil.
📑 Daftar Isi
Apa itu Gamma?
Gamma adalah Gamma mengukur laju perubahan Delta (sensitivitas harga opsi terhadap aset dasar) seiring pergerakan harga aset. Penting untuk mengelola risiko dan potensi keuntungan dalam trading opsi.
Penjelasan Lengkap tentang Gamma
Dalam dunia trading opsi dan investasi, Gamma merupakan salah satu metrik risiko penting yang dikenal sebagai salah satu Greeks. Metrik ini mengukur sejauh mana Delta suatu opsi akan berubah sebagai respons terhadap perubahan harga aset dasarnya. Sederhananya, jika Delta mengukur seberapa sensitif harga opsi terhadap pergerakan harga aset, maka Gamma mengukur seberapa cepat sensitivitas tersebut berubah.
Memahami Konsep Gamma
Konsep Gamma dapat dipahami melalui analogi berikut:
- Delta: Seberapa cepat harga opsi bergerak ketika harga aset dasar berubah sebesar $1.
- Gamma: Seberapa cepat Delta itu sendiri berubah ketika harga aset dasar berubah sebesar $1.
Dengan kata lain, Gamma adalah tingkat perubahan dari Delta. Jika sebuah opsi memiliki Gamma yang tinggi, ini berarti Delta-nya akan berubah secara signifikan bahkan dengan pergerakan harga aset dasar yang relatif kecil. Sebaliknya, opsi dengan Gamma rendah akan menunjukkan perubahan Delta yang lebih lambat meskipun harga aset dasar bergerak cukup banyak.
Implikasi Gamma dalam Trading
Gamma memiliki implikasi penting bagi para trader opsi:
- Volatilitas Pasar: Gamma seringkali dikaitkan erat dengan volatilitas pasar. Opsi dengan kedekatan dengan harga saat ini (at-the-money) dan mendekati tanggal kedaluwarsa cenderung memiliki Gamma yang lebih tinggi, mencerminkan potensi pergerakan harga yang lebih besar dan cepat.
- Manajemen Risiko: Trader menggunakan Gamma untuk mengukur dan mengelola risiko portofolio opsi mereka. Memahami bagaimana Delta akan berubah memungkinkan trader untuk mengantisipasi pergerakan harga opsi dan menyesuaikan posisi mereka untuk membatasi kerugian atau memaksimalkan keuntungan.
- Potensi Keuntungan: Posisi opsi tertentu dapat menjadi lebih menguntungkan tergantung pada nilai Gamma dan kondisi pasar.
Jenis-jenis Gamma dan Pengaruhnya
Gamma dapat bernilai positif atau negatif, yang memiliki arti berbeda:
- Gamma Positif: Umumnya dimiliki oleh posisi beli opsi (call dan put). Posisi dengan Gamma positif akan melihat Delta mereka meningkat ketika harga aset dasar naik dan menurun ketika harga aset dasar turun. Ini berarti posisi beli opsi cenderung mendapatkan keuntungan lebih dari volatilitas pasar yang tinggi, karena Delta mereka akan menyesuaikan diri untuk menangkap pergerakan harga yang lebih besar.
- Gamma Negatif: Umumnya dimiliki oleh posisi jual opsi (short call dan short put). Posisi dengan Gamma negatif akan melihat Delta mereka menurun ketika harga aset dasar naik dan meningkat ketika harga aset dasar turun. Posisi jual opsi dengan Gamma negatif dapat menghadapi risiko yang meningkat dalam kondisi pasar yang sangat fluktuatif, karena mereka mungkin harus membeli atau menjual aset dasar pada harga yang tidak menguntungkan untuk menutup posisi mereka. Sebaliknya, mereka bisa mendapatkan keuntungan lebih dalam situasi di mana harga aset dasar stabil.
Memahami Gamma adalah kunci bagi trader untuk mengembangkan strategi yang efektif, mengoptimalkan pengelolaan risiko, dan pada akhirnya meningkatkan potensi keuntungan dalam trading opsi.
Cara Menggunakan Gamma
Trader menggunakan Gamma untuk memprediksi seberapa cepat Delta opsi mereka akan berubah seiring pergerakan harga aset dasar, membantu dalam manajemen risiko dan penyesuaian posisi.
- 1Identifikasi Gamma dari opsi yang diperdagangkan, biasanya tersedia di platform trading atau melalui kalkulator opsi.
- 2Analisis nilai Gamma: Gamma tinggi menunjukkan Delta akan berubah cepat, Gamma rendah menunjukkan perubahan Delta lambat.
- 3Perkirakan dampak perubahan harga aset dasar terhadap Delta posisi Anda menggunakan nilai Gamma.
- 4Sesuaikan strategi trading Anda: Pertimbangkan untuk menutup atau menambah posisi, atau melakukan hedging, berdasarkan proyeksi perubahan Delta yang diindikasikan oleh Gamma.
- 5Pantau Gamma secara berkala, terutama saat mendekati tanggal kedaluwarsa opsi atau saat terjadi pergerakan harga yang signifikan pada aset dasar.
Contoh Penggunaan Gamma dalam Trading
Seorang trader memiliki posisi beli pada opsi saham XYZ dengan Delta 0.50 dan Gamma 0.10. Jika harga saham XYZ naik $1, Delta opsi akan menjadi sekitar 0.60 (0.50 + 0.10). Sebaliknya, jika harga saham turun $1, Delta akan menjadi sekitar 0.40 (0.50 - 0.10). Trader ini menggunakan informasi Gamma untuk mengantisipasi bahwa Delta-nya akan meningkat dengan cepat jika harga saham terus naik, yang dapat mempercepat keuntungan dari posisi beli mereka. Mereka mungkin memutuskan untuk menambah posisi atau menahan posisi lebih lama karena potensi penguatan Delta.
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Delta, Theta, Vega, Rho, Opsi, Aset Dasar, Volatilitas, Greeks, Trading Opsi
Pertanyaan Umum tentang Gamma
Apa perbedaan utama antara Delta dan Gamma dalam trading opsi?
Delta mengukur sensitivitas harga opsi terhadap perubahan harga aset dasar, sedangkan Gamma mengukur seberapa cepat Delta itu sendiri berubah ketika harga aset dasar bergerak.
Kapan Gamma biasanya memiliki nilai tertinggi?
Gamma cenderung memiliki nilai tertinggi untuk opsi yang berada 'at-the-money' (harga kesepakatan mendekati harga pasar aset dasar) dan semakin dekat dengan tanggal kedaluwarsa.
Bagaimana Gamma negatif mempengaruhi trader yang menjual opsi?
Gamma negatif pada posisi jual opsi berarti Delta akan berubah berlawanan arah dengan pergerakan harga aset dasar. Ini bisa meningkatkan risiko bagi penjual opsi jika pasar bergerak sangat fluktuatif, karena mereka mungkin harus menyesuaikan posisi mereka pada harga yang kurang menguntungkan.
Apakah Gamma hanya relevan untuk opsi saham?
Meskipun Gamma paling sering dibahas dalam konteks opsi saham, konsep ini juga berlaku untuk jenis opsi lain seperti opsi indeks, opsi komoditas, dan opsi mata uang, selama ada aset dasar yang mendasarinya.