4 menit baca 844 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Gapping

  • Gapping adalah perubahan harga signifikan yang terjadi di antara sesi perdagangan, menciptakan celah pada grafik.
  • Terjadi ketika harga pembukaan sesi baru jauh berbeda dari harga penutupan sesi sebelumnya.
  • Gapping Up menunjukkan sentimen positif atau minat beli kuat, sementara Gapping Down menandakan sentimen negatif atau minat jual kuat.
  • Dapat menjadi indikator penting arah pergerakan harga selanjutnya bagi trader dan investor.
  • Trader sering memanfaatkan gapping untuk mengambil posisi berdasarkan berita atau sentimen pasar.

📑 Daftar Isi

Apa itu Gapping?

Gapping adalah Gapping adalah lonjakan harga mendadak pada instrumen keuangan antar sesi perdagangan, menciptakan jurang di grafik tanpa transaksi di antaranya.

Penjelasan Lengkap tentang Gapping

Apa Itu Gapping dalam Trading Forex?

Dalam dunia trading, khususnya di pasar forex, saham, atau kontrak berjangka, Gapping merujuk pada fenomena pergerakan harga yang sangat cepat dan signifikan antara dua periode perdagangan yang berbeda. Fenomena ini terjadi ketika harga pembukaan pada sesi perdagangan baru (misalnya, Senin pagi setelah penutupan Jumat sore) secara substansial berbeda dari harga penutupan pada sesi perdagangan sebelumnya. Akibatnya, pada grafik harga akan terlihat sebuah 'celah' atau 'jurang' (gap) karena tidak ada aktivitas perdagangan yang terjadi pada rentang harga di antara penutupan sesi sebelumnya dan pembukaan sesi baru.

Gapping adalah indikator visual yang kuat di grafik harga, menandakan adanya dinamika pasar yang berubah secara drastis. Hal ini sering kali dipicu oleh peristiwa penting yang terjadi di luar jam perdagangan normal, seperti rilis data ekonomi penting, pengumuman berita perusahaan, atau peristiwa geopolitik yang tak terduga.

Jenis-jenis Gapping

Gapping umumnya terbagi menjadi dua jenis utama:

  • Gapping Up (Gap Naik): Terjadi ketika harga pembukaan sesi perdagangan baru lebih tinggi daripada harga penutupan sesi sebelumnya. Fenomena ini biasanya mengindikasikan adanya sentimen pasar yang sangat positif, minat beli yang melonjak, atau berita baik yang memicu kenaikan harga secara tiba-tiba. Trader melihat ini sebagai sinyal potensi kelanjutan tren naik.
  • Gapping Down (Gap Turun): Sebaliknya, gapping down terjadi ketika harga pembukaan sesi baru lebih rendah daripada harga penutupan sesi sebelumnya. Ini menunjukkan adanya sentimen pasar yang negatif, minat jual yang kuat, atau berita buruk yang menyebabkan harga anjlok secara mendadak. Fenomena ini sering kali menjadi pertanda potensi tren turun yang baru atau kelanjutan tren turun yang sudah ada.

Pentingnya Gapping bagi Trader

Bagi para trader dan investor, gapping adalah momen yang patut dicermati. Kemunculannya dapat memberikan petunjuk awal mengenai arah pergerakan harga selanjutnya. Banyak strategi trading yang dirancang khusus untuk memanfaatkan momentum yang diciptakan oleh gapping. Trader yang cepat bereaksi terhadap berita atau sentimen pasar yang mendorong terjadinya gapping sering kali mencoba untuk membuka posisi trading sesaat setelah celah harga terbentuk, dengan harapan dapat meraih keuntungan dari pergerakan harga yang lebih lanjut.

Namun, penting untuk dicatat bahwa gapping juga bisa menjadi indikator volatilitas pasar yang tinggi dan bisa diikuti oleh pembalikan arah harga (reversal) jika sentimen pasar kembali stabil atau berita yang mendasarinya tidak lagi relevan.

Cara Menggunakan Gapping

Trader dapat mengamati gapping pada grafik harga untuk mengidentifikasi potensi perubahan sentimen pasar dan mengambil posisi trading yang sesuai.

  1. 1Identifikasi Gapping: Amati grafik harga untuk mendeteksi adanya celah antara harga penutupan sesi sebelumnya dan harga pembukaan sesi saat ini.
  2. 2Analisis Penyebab: Cari tahu berita atau peristiwa ekonomi apa yang mungkin memicu gapping (misalnya, pengumuman suku bunga, laporan laba perusahaan, berita geopolitik).
  3. 3Tentukan Arah: Perhatikan apakah gapping bersifat 'up' (naik) atau 'down' (turun) untuk memahami sentimen pasar.
  4. 4Ambil Keputusan Trading: Berdasarkan analisis penyebab dan arah gapping, putuskan apakah akan membuka posisi beli (long) atau jual (short), serta tentukan level stop-loss dan take-profit yang sesuai.

Contoh Penggunaan Gapping dalam Trading

Misalnya, pasangan mata uang EUR/USD ditutup pada Jumat sore di level 1.1050. Pada Senin pagi, pasar membuka di level 1.1120. Terjadi gapping up sebesar 70 pip. Trader yang menganalisis bahwa kenaikan ini didorong oleh data ekonomi positif dari Zona Euro mungkin memutuskan untuk membuka posisi beli (long) EUR/USD, dengan harapan tren naik akan berlanjut.

Sebaliknya, jika saham perusahaan teknologi XYZ ditutup di $100 pada hari Kamis, dan pada Jumat pagi dibuka di $95 karena berita buruk mengenai penundaan produk, ini adalah gapping down. Trader yang percaya berita tersebut akan terus menekan harga saham bisa mengambil posisi jual (short) saham XYZ.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: breakout, support and resistance, volatility, candlestick pattern, forex trading, technical analysis, fundamental analysis

Pertanyaan Umum tentang Gapping

Apakah gapping selalu berarti harga akan terus bergerak ke arah gap?

Tidak selalu. Gapping menunjukkan momentum awal yang kuat, namun harga bisa saja berbalik arah (retrace) setelah gap terbentuk, terutama jika sentimen pasar berubah atau berita awal tidak lagi relevan.

Bagaimana cara trader membedakan gapping yang valid dari noise pasar?

Trader profesional sering menggunakan volume perdagangan dan konfirmasi dari indikator teknis lainnya. Gapping yang signifikan sering disertai dengan peningkatan volume, yang menandakan partisipasi pasar yang lebih luas.

Apakah gapping hanya terjadi di pasar saham?

Tidak, gapping dapat terjadi di berbagai pasar keuangan, termasuk forex, komoditas, obligasi, dan kontrak berjangka, selama ada periode di mana perdagangan tidak aktif dan kemudian terjadi lonjakan harga mendadak.