4 menit baca 812 kata Diperbarui: 15 Januari 2026

🎯 Poin Penting tentang Glass-Steagall Act

  • Glass-Steagall Act adalah undang-undang AS tahun 1933 yang memisahkan perbankan komersial dan investasi.
  • Tujuannya adalah mencegah konflik kepentingan dan risiko tinggi akibat penggabungan aktivitas perbankan.
  • Undang-undang ini membatasi bank komersial dari aktivitas investasi seperti trading saham.
  • Dihapuskan pada tahun 1999 oleh Gramm-Leach-Bliley Act, yang memungkinkan kembali penggabungan aktivitas perbankan.
  • Penghapusannya dikaitkan oleh beberapa ahli sebagai salah satu penyebab krisis keuangan global 2008.

📑 Daftar Isi

Apa itu Glass-Steagall Act?

Glass-Steagall Act adalah Undang-undang AS tahun 1933 yang memisahkan perbankan komersial dan investasi untuk mencegah risiko sistemik, dihapuskan tahun 1999.

Penjelasan Lengkap tentang Glass-Steagall Act

Glass-Steagall Act, secara resmi dikenal sebagai Banking Act of 1933, adalah sebuah legislasi krusial yang diberlakukan di Amerika Serikat pada tanggal 16 Juni 1933. Undang-undang ini lahir sebagai respons langsung terhadap kegagalan sistem perbankan dan depresi ekonomi parah yang melanda Amerika Serikat selama periode Depresi Besar (Great Depression). Inti dari undang-undang ini adalah untuk menciptakan pemisahan yang tegas antara dua jenis aktivitas utama dalam sektor perbankan: perbankan komersial dan perbankan investasi.

Sebelum diberlakukannya Glass-Steagall Act, bank-bank di Amerika Serikat memiliki keleluasaan untuk menjalankan kedua jenis aktivitas tersebut secara bersamaan. Bank komersial berfokus pada penerimaan simpanan dari publik dan penyaluran kredit atau pinjaman, sementara bank investasi berperan dalam membantu perusahaan menerbitkan saham dan obligasi, serta melakukan aktivitas pasar modal lainnya. Praktik penggabungan ini sering kali menimbulkan berbagai masalah, termasuk konflik kepentingan yang serius dan peningkatan risiko sistemik dalam sistem keuangan.

Para pembuat kebijakan pada masa itu meyakini bahwa penggabungan aktivitas ini telah berkontribusi pada spekulasi berlebihan di pasar saham sebelum keruntuhan tahun 1929 dan kegagalan bank yang meluas. Oleh karena itu, Glass-Steagall Act dirancang untuk:

  • Mencegah Konflik Kepentingan: Memastikan bahwa bank komersial, yang mengelola dana nasabah yang sensitif terhadap risiko, tidak terlibat dalam aktivitas investasi yang berisiko tinggi yang dapat membahayakan simpanan nasabah.
  • Mengurangi Risiko Sistemik: Dengan membatasi bank komersial dari aktivitas pasar modal yang volatil, undang-undang ini bertujuan untuk meningkatkan stabilitas keseluruhan sistem keuangan.
  • Melindungi Nasabah: Menjaga integritas bank komersial sebagai institusi yang aman untuk menyimpan dana dan mendapatkan pinjaman.

Dalam konteks pasar keuangan dan trading, dampak Glass-Steagall Act sangat signifikan. Bank-bank komersial diwajibkan untuk melepaskan unit-unit perbankan investasi mereka atau menghentikan kegiatan investasi tertentu, seperti trading saham dan obligasi untuk rekening mereka sendiri atau nasabah yang tidak sesuai dengan profil risiko perbankan komersial. Mereka harus fokus pada fungsi inti perbankan komersial.

Namun, seiring berjalannya waktu dan perubahan lanskap keuangan global, Glass-Steagall Act mulai menghadapi tekanan. Pada tahun 1999, undang-undang ini akhirnya dihapuskan melalui pengesahan Gramm-Leach-Bliley Act (GLBA). GLBA mengizinkan kembali bank-bank untuk menggabungkan kembali aktivitas perbankan komersial dan investasi, menciptakan konglomerat keuangan yang lebih besar. Keputusan ini menjadi subjek perdebatan sengit, dan banyak analis serta ekonom meyakini bahwa penghapusan Glass-Steagall Act adalah salah satu faktor utama yang berkontribusi pada terjadinya krisis keuangan global tahun 2008. Mereka berargumen bahwa penggabungan aktivitas perbankan tanpa pengawasan yang memadai meningkatkan kerentanan sistem keuangan terhadap guncangan.

Meskipun Glass-Steagall Act tidak lagi menjadi hukum yang berlaku, warisannya tetap relevan. Diskusi mengenai pemisahan antara perbankan komersial dan investasi terus berlanjut, terutama mengingat tantangan dalam mengelola konflik kepentingan dan menjaga stabilitas keuangan di era modern.

Cara Menggunakan Glass-Steagall Act

Memahami Glass-Steagall Act membantu trader dan investor mengerti konteks historis regulasi perbankan, potensi risiko dari penggabungan aktivitas perbankan, dan dampaknya terhadap stabilitas pasar keuangan.

  1. 1Pelajari sejarah perbankan dan regulasi keuangan untuk memahami akar masalah yang coba diatasi oleh Glass-Steagall Act.
  2. 2Analisis bagaimana pemisahan atau penggabungan aktivitas perbankan dapat mempengaruhi likuiditas pasar, volatilitas, dan risiko sistemik.
  3. 3Perhatikan bagaimana perubahan regulasi perbankan (termasuk penghapusan Glass-Steagall Act) dapat menciptakan peluang atau risiko baru dalam trading instrumen keuangan.
  4. 4Gunakan pemahaman ini untuk mengevaluasi stabilitas institusi keuangan besar dan potensi dampaknya terhadap pasar secara keseluruhan.

Contoh Penggunaan Glass-Steagall Act dalam Trading

Sebelum Glass-Steagall Act, sebuah bank investasi besar mungkin melakukan trading agresif di pasar saham menggunakan dana simpanan nasabah bank komersial yang terafiliasi. Ketika pasar saham anjlok, bank tersebut berisiko bangkrut, menarik dana nasabah bank komersial bersamanya. Glass-Steagall Act mencegah hal ini dengan memaksa bank untuk memisahkan kedua divisi tersebut, sehingga kerugian di divisi investasi tidak langsung mengancam simpanan di divisi komersial.

Istilah Terkait

Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Depresi Besar, Perbankan Komersial, Perbankan Investasi, Risiko Sistemik, Konflik Kepentingan, Gramm-Leach-Bliley Act

Pertanyaan Umum tentang Glass-Steagall Act

Kapan Glass-Steagall Act diberlakukan?

Glass-Steagall Act diberlakukan pada tahun 1933 di Amerika Serikat.

Apa tujuan utama dari Glass-Steagall Act?

Tujuan utama Glass-Steagall Act adalah untuk memisahkan aktivitas perbankan komersial dan perbankan investasi guna mencegah konflik kepentingan dan mengurangi risiko sistemik.

Kapan Glass-Steagall Act dihapuskan dan oleh undang-undang apa?

Glass-Steagall Act dihapuskan pada tahun 1999 melalui undang-undang Gramm-Leach-Bliley Act.

Apakah Glass-Steagall Act masih berlaku saat ini?

Tidak, Glass-Steagall Act sudah tidak berlaku lagi sejak dihapuskan pada tahun 1999.