5 menit baca 1095 kata Diperbarui: 15 Januari 2026
🎯 Poin Penting tentang Gordon Growth Model
- Menentukan nilai wajar saham berdasarkan dividen yang diharapkan dan tingkat pertumbuhannya.
- Rumus dasar: Nilai Saham = D1 / (r - g), di mana D1 adalah dividen tahun depan, r adalah tingkat pengembalian yang diharapkan, dan g adalah tingkat pertumbuhan dividen.
- Asumsi utama adalah dividen tumbuh secara konstan dan selamanya.
- Lebih cocok untuk perusahaan yang matang dengan riwayat pembayaran dividen yang stabil dan pertumbuhan yang dapat diprediksi.
- Merupakan salah satu alat analisis fundamental, namun perlu dilengkapi dengan faktor lain.
📑 Daftar Isi
Apa itu Gordon Growth Model?
Gordon Growth Model adalah Model Gordon Growth adalah metode penilaian saham yang menghitung nilai wajar berdasarkan dividen masa depan dan tingkat pertumbuhannya. Dikenal juga sebagai Dividend Discount Model (DDM) dengan pertumbuhan konstan.
Penjelasan Lengkap tentang Gordon Growth Model
Apa itu Gordon Growth Model?
Gordon Growth Model (GGM), juga dikenal sebagai Dividend Discount Model (DDM) dengan pertumbuhan konstan, adalah sebuah model penilaian fundamental yang digunakan oleh para investor untuk memperkirakan nilai intrinsik atau nilai wajar dari suatu saham. Model ini dikembangkan oleh Myron J. Gordon pada tahun 1960 dan berfokus pada arus kas dividen yang diharapkan akan diterima oleh pemegang saham di masa depan.
Inti dari Gordon Growth Model adalah ide bahwa nilai dari sebuah saham saat ini adalah jumlah dari semua dividen masa depan yang diharapkan, yang didiskontokan kembali ke nilai sekarang. Model ini mengasumsikan bahwa dividen akan tumbuh pada tingkat persentase yang konstan dan stabil selamanya. Ini menjadikannya alat yang sangat berguna untuk perusahaan yang sudah mapan, matang, dan memiliki sejarah pembayaran dividen yang konsisten serta pertumbuhan yang dapat diprediksi.
Rumus Gordon Growth Model
Rumus utama dari Gordon Growth Model adalah sebagai berikut:
Nilai Saham = D1 / (r - g)
Di mana:
- D1: Dividen per saham yang diharapkan akan dibayarkan pada akhir periode mendatang (tahun depan).
- r: Tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor (required rate of return). Ini mencerminkan risiko investasi dan tingkat pengembalian alternatif yang tersedia.
- g: Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan secara konstan di masa depan.
Penting untuk dicatat bahwa model ini hanya valid jika tingkat pengembalian yang diharapkan (r) lebih besar dari tingkat pertumbuhan dividen (g). Jika g lebih besar dari atau sama dengan r, maka rumus akan menghasilkan nilai yang tidak terhingga atau negatif, yang berarti model ini tidak dapat diterapkan dalam kondisi tersebut.
Asumsi Kunci Gordon Growth Model
Model ini didasarkan pada beberapa asumsi penting:
- Pertumbuhan Dividen Konstan: Dividen diperkirakan akan tumbuh pada tingkat persentase yang sama setiap tahun, selamanya.
- Tingkat Pengembalian Konstan: Tingkat pengembalian yang diharapkan oleh investor juga diasumsikan konstan.
- Perusahaan Matang: Model ini paling cocok untuk perusahaan yang sudah matang, stabil, dan memiliki kebijakan dividen yang konsisten.
- Pembayaran Dividen: Perusahaan harus secara teratur membayar dividen.
Kelebihan dan Keterbatasan
Kelebihan:
- Memberikan kerangka kerja yang jelas untuk menilai saham berdasarkan dividen.
- Relatif mudah dipahami dan dihitung jika data tersedia.
- Berguna untuk membandingkan saham-saham dalam industri yang sama dengan karakteristik pertumbuhan yang serupa.
Keterbatasan:
- Sangat sensitif terhadap perubahan kecil pada tingkat pertumbuhan dividen (g) dan tingkat pengembalian (r).
- Asumsi pertumbuhan konstan mungkin tidak realistis untuk banyak perusahaan, terutama perusahaan yang sedang berkembang pesat atau mengalami siklus bisnis.
- Tidak berlaku untuk perusahaan yang tidak membayar dividen atau perusahaan yang memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat tinggi dan tidak stabil.
- Tidak secara langsung memperhitungkan faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi makro, persaingan industri, atau manajemen perusahaan.
Meskipun memiliki keterbatasan, Gordon Growth Model tetap menjadi alat yang berharga dalam kotak peralatan analis keuangan dan investor untuk mendapatkan gambaran awal tentang nilai wajar suatu saham, terutama untuk saham-saham yang memberikan dividen secara konsisten.
Cara Menggunakan Gordon Growth Model
Gunakan Gordon Growth Model untuk memperkirakan nilai intrinsik saham dengan asumsi dividen tumbuh konstan. Cocok untuk investor jangka panjang yang mencari pendapatan dividen.
- 1Identifikasi perusahaan yang membayar dividen secara konsisten dan memiliki prospek pertumbuhan dividen yang stabil.
- 2Perkirakan dividen per saham yang akan dibayarkan pada akhir tahun berikutnya (D1).
- 3Tentukan tingkat pengembalian yang diharapkan (r) berdasarkan risiko saham dan tingkat pengembalian alternatif.
- 4Perkirakan tingkat pertumbuhan dividen tahunan yang konstan (g) di masa depan.
- 5Hitung nilai saham menggunakan rumus: Nilai Saham = D1 / (r - g).
- 6Bandingkan nilai yang dihitung dengan harga pasar saham saat ini. Jika nilai intrinsik lebih tinggi dari harga pasar, saham mungkin undervalued.
Contoh Penggunaan Gordon Growth Model dalam Trading
Misalkan Anda sedang menganalisis saham PT Maju Terus yang membayar dividen secara konsisten. Anda mengumpulkan data berikut:
- Dividen per saham tahun ini (D0) = Rp 100
- Tingkat pertumbuhan dividen yang diharapkan (g) = 5% per tahun (0.05)
- Tingkat pengembalian yang diharapkan investor (r) = 12% per tahun (0.12)
Langkah pertama adalah menghitung dividen tahun depan (D1):
D1 = D0 * (1 + g) = Rp 100 * (1 + 0.05) = Rp 105
Selanjutnya, kita masukkan angka-angka ini ke dalam Gordon Growth Model:
Nilai Saham = D1 / (r - g)
Nilai Saham = Rp 105 / (0.12 - 0.05)
Nilai Saham = Rp 105 / 0.07
Nilai Saham = Rp 1.500
Jika harga pasar saham PT Maju Terus saat ini adalah Rp 1.300, maka berdasarkan Gordon Growth Model, saham ini terlihat undervalued (di bawah nilai wajarnya) karena nilai intrinsiknya (Rp 1.500) lebih tinggi dari harga pasar. Investor mungkin mempertimbangkan untuk membeli saham ini.
Sebaliknya, jika harga pasar adalah Rp 1.700, maka saham tersebut terlihat overvalued (di atas nilai wajarnya).
Istilah Terkait
Pelajari juga istilah-istilah berikut untuk memperdalam pemahaman Anda: Dividend Discount Model (DDM), Nilai Intrinsik Saham, Tingkat Pengembalian yang Diharapkan, Pertumbuhan Dividen Konstan, Analisis Fundamental, Valuasi Saham
Pertanyaan Umum tentang Gordon Growth Model
Apakah Gordon Growth Model cocok untuk semua jenis saham?
Tidak, Gordon Growth Model paling cocok untuk perusahaan yang sudah mapan, stabil, dan memiliki riwayat pembayaran dividen yang konsisten serta pertumbuhan yang dapat diprediksi. Model ini kurang cocok untuk perusahaan yang sedang berkembang pesat, belum membayar dividen, atau memiliki pertumbuhan yang sangat fluktuatif.
Apa yang terjadi jika tingkat pertumbuhan dividen (g) lebih tinggi dari tingkat pengembalian yang diharapkan (r)?
Jika g lebih besar dari atau sama dengan r, Gordon Growth Model tidak dapat digunakan karena akan menghasilkan nilai saham yang tak terhingga atau negatif. Ini menunjukkan bahwa asumsi model tidak terpenuhi, dan metode penilaian lain mungkin perlu digunakan.
Bagaimana cara menentukan 'tingkat pengembalian yang diharapkan' (r)?
Tingkat pengembalian yang diharapkan (r) dapat diestimasi menggunakan berbagai metode, seperti Capital Asset Pricing Model (CAPM) atau dengan melihat tingkat pengembalian yang diminta oleh investor lain untuk investasi serupa. Ini mencerminkan risiko investasi dan peluang pengembalian dari aset lain.